Syiah Indonesia Salahkan Arab Saudi Terkait Demo Besar-besaran di Iran

Demo besar-besaran di Iran
Headlineislam.com - Menyusul gejolak yang terjadi baru-baru ini, organisasi Syiah Ahlulbait Indonesia (ABI) menyebut sebagai upaya kelompok kiri yang mencoba menumbangkan pemerintah Iran dan menuding Arab Saudi terlibat di dalamnya.

Soal aksi demo di Iran, Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI) menyebut demonstrasi sebagai hal biasa. Namun, dia menuding adanya kelompok kiri yang memanfaatkan demo rakyat Iran untuk kepentingan politik.

“Saya melihat ada tiga bentuk demo yang terjadi di akhir tahun 2017 yakni demo terkait perekonomian, mengalihkan moment itu ke demo protes politik, dan selanjutnya demo jutaan orang sebagai dukungan,” kata Umar Shahab kepada Kiblat.net, Kamis (02/01/18).

Dia lantas menyebut di Iran ada kelompok-kelompok yang membenci pemerintahan yang selama ini dikomandoi pemimpin tertinggi Syaih, Ayatullah Khamenei. Umar Shahab menyebut Mujahidin Hallab, kelompok pendukung rezim Pahlavi, dan beberapa elemen lain sebagai oposisi atau anti Iran. Kelompok kiri inilah yang memanfaatkan moment di sisi situasi ekonomi Iran yang bergejolak.

“Moment gejolak masalah ekonomi seperti harga yang mahal dan minim kesempatan kerja inilah yang biasa dimanfaatkan kelompok kiri untuk mencoba menumbangkan pemerintah. Saya lihat ada taktis demonstrasi sebagai langkah melihat apakah kelompok kiri ini mendapat dukungan rakyat,” ujarnya.

Umar menilai kelompok kiri tersebut mendapat dukungan dari luar Iran. Setidaknya dirinya melihat ada tiga negara, yaitu Amerika, Israel dan Saudi yang ikut mencampuri urusan tersebut. Sehingga wajar demonstrasi itu berujung menuntut penumbangan pemerintahan saat ini. Bahkan dia menuding bahwa ke tiga negara tersebut juga menghasut pemberontakan di Kurdistan Irak dan Kandahar Afghanistan.

“Persoalan ekonomi Iran, mungkin bisa menjadi pengaruh dari ikut sertanya Iran dalam perang-perang di Timur Tengah. Tetapi demonstrasi kemarin bukan mempersoalkan peran Iran dalam perang,” klaimnya.

Sementara itu, pakar politik Timur Tengah Universitas Indonesia, Muhammad Lutfi Zuhdi membantah keterkaitan negara luar dalam gejolak di Iran. Israel dan Amerika Serikat, terlebih Arab Saudi, tak bisa dikaitkan secara langsung dengan kericuhan dalam negeri Iran.

“Itu teori konspirasi, itu memang diyakini ada. Tetapi teori konspirasi tidak akan pernah berhasil dengan konsisi negara yang dikatakan ada permasalahan. Itu (demo.red) tidak akan bisa meletup jika memang di dalamnya tidak ada masalah, memang ada masalah. Memang di situ ada kesulitan ekonomi, ada kesulitan kehidupan,” ujar Lutfi Zuhdi saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (03/01/2017). (kt/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.