Mujahidin Suriah Bersatu Hadapi Rezim Diktator Syiah


Headlineislam.com - Faksi militer pejuang Suriah terbesar di utara Suriah, Senin (01/01/2018), dikabarkan membentuk koalisi baru untuk menghadang eksalasi militer rezim Assad dan sekutunya terhadap Idlib. Namun belum ada pernyataan resmi terkait kabar menggembirakan ini.

Portal pendukung perjuangan rakyat Suriah, enabbaladi.net, melansir dari sejumlah sumber pejuang, mengatakan bahwa Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Ahrar Al-Syam, Al-Hizb At-Turkistani, Jundul Malahim, Jaisyul Ahrar, Jaisyul Izzah, Jaisyun Nasr, Jaisy Idlib Al-Hur dan Nurudin Zanky menyatakan bersatu dalam ruang operasi bersama.

Sumber-sumber tersebut menambahkan bahwa koalisi ini terbentuk di tengah upaya faksi-faksi yang bergabung mengatur strategi pertempuran menghadapi serangan rezim. Saat ini tengah digelar pertemuan berkelanjutkan untuk mendiskusikan hal ini.

Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari koalisi baru itu, begitu juga dengan nama sandi yang dipakai. Namun sumber di Jaisyul Ahrar dan Ahrar Al-Syam mengatakan pengumuman koalisi baru itu akan dipublikasikan dalam waktu dekat.

Kabar bersatunya pejuang Suriah dalam satu wadah ruang operasi bersama ini terjadi setelah militer Suriah yang dibantu Rusia terus meraih kemajuan di pinggiran Idlib dan Hama. Beberapa pekan terakhir, militer rezim membuka sedikitnya tiga front untuk menembus bandara militer Abu Dzuhur di pinggiran Idlib.

Aktivis dan ulama menyeru mujahidin Suriah kembali bersatu menghadapi ekskalasi militer rezim itu. Idlib merupakan basis utama dan wilayah terluas yang berhasil dikendalikan oleh pejuang Suriah. Lebih dari itu, Idlib menjadi rumah bagi ribuan warga Suriah yang terusir dari kampung halaman mereka melalui kesepakatan, setelah mengalami blokade.

Sumber: enabbaladi.net (kt/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.