Fatwa Yang Tidak Tepat Sasaran


Headlineislam.com - Apa yang dilakukan orang yang sedang lapar? Jawabannya pasti makan. Mau makan sate, soto, gule, rendang terserah. Yang penting makan dan kenyang, urusan selesai.

Demikianlah fitrah manusia. Orang lapar, tanpa disuruh makan pasti akan mencari makan. Orang ngantuk pasti akan tidur, tanpa harus ada fatwa tidur.

Hari ini, banyak fatwa yang tidak tepat sasaran. Sebut saja dalam kasus genosida muslim Rohingya. Banyak ustadz yang sok pintar memberikan fatwa hijrah untuk mereka.

Apakah fatwa tersebut salah? Oh tidak, Fatwa tersebut benar adanya. Cuman, fatwa tersebut mubadzir. Tidak tepat sasaran.

Apa gunanya fatwa hijrah untuk muslim Rohingya? Dengan dan tanpa fatwa hijrah-pun, mereka pasti akan hijrah. Karena insting orang yang ketakutan pasti akan lari dan menjauh.

Dari pada berkoar-koar memberikan fatwa hijrah buat muslim Rohingya, mending keluarkan fatwa kepada ulil amri, agar segera mengirim tim penjemput muhajirin.

Atau keluarkan fatwa kepada penguasa, bahwa mereka wajib membuka pintu perbatasan. Agar mereka tidak terlunta-lunta di laut atau perbasan. Itu lebih tepat sasaran.

Apa fungsinya fatwa hijrah untuk Rohingya kalau pintu perbatasan tidak dibuka? Apa kalian mau mereka dibantai di pintu perbatasan? Atau terlunta di laut? Dengkulnya dipake!

Terkadang saya bingung dengan dai karbitan televisi. Mereka sibuk keluarkan fatwa haram jihad tanpa komando ulil amri.

Eh Ustadz, sadar dong...! Yang mau ke sana siapa? Jangan norak deh, kalian kira Rohingya itu dekat? Kalian mau memperkeruh suasana? Biar dikira muslim Indonesia anarkis?

Kalau kalian benar-benar peduli, seharusnya bukan kata-kata seperti itu yang keluar dari lisan kalian. Seharusnya kalian mengeluarkan fatwa kepada ulil amri.

Kalian fatwakan kepada ulil amri, “Pak ulil amri, anda wajib memimpin jihad untuk menyelamatkan muslim Rohingya.” Urusan selelesai.

Karena kalau fatwa tersebut diamini oleh ulil amri, tidaka ada lagi orang yang jihad bid'ah seperti yang selalu kalian katakan selama ini. Sebab, orang-orang berjihad dibelakang ulil amri.

Katanya kalian lebih baik dari NU. Masa kalah sama NU. NU saja bisa keluarkan Resolusi Jihad. Masa kalian yang paling benar sendiri takut mendekte ulil amri?

Ya ustadz... agama itu nasehat, nasehat untuk semua umat Muhammad. Rakyat maupun penguasa. Selain fatwa untuk rakyat, kalian juga harus keluarkan fatwa untuk penguasa.

Apa kalian takut, kalau ulil amri keluarkan komando jihad, terus kalian dikirim kesana? Tenang pak ustadz... kalian tidak akan dikirim ke sana.

Kalian urus saja fiqih ranjang, kalian bahas saja masalah haid dan nifas. Kalian tidak akan dikirim ke sana karena masih banyak ibu-ibu dan janda yang membutuhkan ilmu kalian.

Penulis : Sahlan Ahmad