Tentara AS Ditahan Karena Diduga Terlibat ISIS


Headlineislam.com - Seorang tentara AS yang tengah bertugas di Hawaii pada Senin (11/7) ditahan atas tuduhan menyediakan sejumlah dukungan material kepada milisi ISIS.

Penahanan ini berdasarkan hasi investigasi Federal Bureau of Investigation (FBI) yang telah lama melakukan pemantauan terhadap tentara tersebut.

Dikutip dari Associated Press, tentara yang bernama Ikaika Kange (34) itu merupakan prajurit aktif dari Divisi Infanteri ke-25 AS. Ia mulai aktif di militer sejak Desember 2001 hanya berselang sekitar 3 bulan setelah peristiwa 9/11.

Ikaika yang berpangkat sersan satu ini pernah ditugaskan di Irak (Maret 2010-Februari 2011) dan Afghanistan (Juli 2013-April 2014).

Aktivitas Ikaika selama setahun terakhir ini terus dipantau, karena informasi yang diperoleh FBI menunjukkan adanya komunikasi yang ia jalin dengan kelompok ISIS di Irak dan Suriah. Ia juga diduga memberikan informasi militer dan pelatihan kepada kelompok teroris tersebut.

Sumber : Kumparan (kp/headlineislam.com)

Profesi yang Mesti Dijauhi di Akhir Zaman Adalah Menjadi POLISI


Headlineislam.com - Kata Rasulullah:

سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شُرطَةٌ ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللهِ

“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah”.(HR. Thabarani, Kitab Jami’us Shoghir).

Ya, menjadi polisi adalah profesi yang penuh kontroversi. Meskipun kami yakin disana pasti ada oknum-oknum berseragam coklat yang sholih dan hanya takut kepada Allah. mereka yang terlanjur masuk dalam lumpur kemunafikan namun Allah menjaga hati mereka dengan taufiq dan iman yang lurus, sehingga relung hati mereka yang paling dalam menjerit keras melihat kenyataan demi kenyataan yang terjadi di negeri ini.

UNTUK PRESIDEN RI yang terhormat dan segenap jajarannya, kami hanya ingin ingatkan:

JIKA ada seekor onta yang terpleset di sungai Efrat, Khalifah ‘Umar Bin Khathab akan ditanya dan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Ta’ala..., Lalu bagaimana jika ada rakyat yang dibacok, dibunuh secara keji dan zholim....!!?

Mari kita amin-kan Do’a Rasulullah berikut ini:

« اللَّهُمَّ مَن ْوَلِيَ مِنْ أَمْرِأُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِن أَمْرِأُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِم ْفَارْفُقْ بِهِ » رواه مسلم.

“Ya Allah, barang siapa yang mengurus urusan umatku (memjadi pemimpin) lalu dia menyusahkan mereka, maka SUSAHKANLAH DIA. dan barang siapa yang mengurus urusan umatku (memimpin ummatku) lalu dia mengasihi mereka maka kasihilah dia....”

(HR. Imam Muslim)

Aamiin aamiin aamiin yaa mujiibas saa-iliin.

Oleh : Maaher At-Thuwailibi.

Subhanallah! Meski Kesulitan, Qatar Tetap Bantu Palestina


Headlineislam.com - Duta Besar Qatar untuk Gaza Mohammed al-Emadi berjanji untuk terus mendukung wilayah pantai yang terkepung pada kunjungan pertamanya sejak awal krisis Teluk bulan lalu. Al-Emadi tiba di Gaza bersama dengan Wakil Kepala Pemerintahan Khaled al-Hardan pada hari Jumat.

"Terlepas dari krisis di Qatar, kami akan terus mendukung anda. Kami akan membuka proyek Qatar baru dan melanjutkan proyek yang sudah berjalan," kata Al-Emadi seperti dilansir Aljazirah, Ahad, (10/7).

Selama lima tahun terakhir, Qatar telah menjanjikan uang rekonstruksi di Gaza senilai 1,4 miliar dolar AS yang telah dikirim ke rumah sakit dan untuk meningkatkan jalan ke proyek perumahan.

Pejabat Hamas Musheer al-Masri mengatakan, kunjungan utusan Qatar tersebut menunjukkan kebaikan Qatar untuk Palestina.

"Kunjungan tersebut mengindikasikan dukungan Qatar secara penuh bukan hanya musiman bahkan saat Qatar menghadapi masa-masa sulit," kata dia.

Jurnalis Aljazirah Harry Fawcett melaporkan dari Gaza, bahwa kunjungan utusan Qatar tersebut dilihat sebagai kabar baik bagi pemerintah Hamas.

Namun ia mendapat tekanan besar, tidak hanya dari blokade Israel tapi juga dari Otoritas Palestina yang terus bersaing, yakni Pemerintah di Tepi Barat.

Sumber : Republika (rp/headlineislam.com)

Naudzubillah! Wiranto Tak Kendur untuk Bubarkan Ormas Islam


Headlineislam.com - Pemerintah beberapa waktu lalu berencana membubarkan organisasi masyarakat (Ormas) Hizbut Thahrir Indonesia (HTI). Lantas bagaimana kelanjutannya?

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto meminta semua pihak untuk menunggu keputusan pembubaran tersebut. Namun yang pasti, pemerintah serius untuk menghadapi ormas yang dinilai membuat keresahan dan tidak sesuai dengan Pancasila sebagai ideologi negara. Bukan hanya HTI.

"Oleh karena itu tunggu. Kita tidak kemudian kendur," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/7).

Sejauh ini, katanya, pemerintah masih terus mengkaji ormas mana saja yang bakal dibubarkan. "Mudah-mudahan secepatnya. Kita segera memutuskan tidak hanya satu ormas tapi seluruh ormas yang nyata-nyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dalam rangka membentuk ormas," tegas Wiranto.

Sejatinya pemerintah menghormati keberadaan ormas sebagai bagian masyarakat modern dan masyarakat madani. Suatu negara pun bisa maju kalau kelas menengahnya muncul dan kuat, itu ditandai dengan keberadaan ormas.

Namun, ormas-ormas tersebut harus paralel dengan misi-misi negara. Yakni untuk membangun negeri supaya lebih maju, tertib, dan aman. Itu perlu untuk menunjang program pemerintah yang  berorientasi menciptakan masyarakat adil, makmur, tertib dan sebagainya.

"Kalau kehadiran ormas justru mengganggu keamanan, ketertiban, dan bertolak belakang dari ideologi negara, apa dibiarkan? Maka jangan dipolemikkan menjadi kesewenangan" sebut dia.

Ormas memang bagian dari demokrasi, tapi, kata Wiranto, mereka tetap harus mengacu pada undang-undang ideologi, dan aturan ketatanegaraan. Jika dilanggar, tentu pemerintah harus mengambil langkah untuk membatasi pelanggaran itu.

"Kalau satu negara, pemerintahan, semuanya bisa melanggar seenaknya, bisa bertentangan ideologi negara? bisa punya bendera sendiri, ideologi sendiri, punya cita-cita sendiri, bagaimana negeri ini?" pungkas Wiranto.

Sumber : Jawa Pos (jpc/headlineislam.com)

Tito Akui Tak Miliki Gen Politik dan Segera Pensiun Dini


Headlineislam.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengutarakan niatannya untuk segera berhenti dari jabatan yang diembanya saat ini dengan memilih pensiun dini dari Korps Bhayangkara.

Tito mengaku tidak ingin berpolitik jika sudah pensiun sebagai anggota Polri. Alasannya, karena dirinya mengaku tak memiliki gen politik.

"Saya gak tertarik pada politik, tidak punya gen politik," kata Tito di Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/7).

Dia mengatakan, saat pensiun nanti tidak ingin memiliki musuh. Tito menginginkan, hidup damai dan tenang.

"Di politik banyak tarik-menarik, nanti muncul musuh baru, malah nanti tambah stres," kata dia.

Tito mengaku ingin terjun sebagai tenaga pendidik di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut lebih menjauhkannya dari stres.

"Saya ingin lari ke dunia pendidikan, jadi pembicara," tandas dia.

Tito menuturkan, menjadi Kapolri penuh dengan tekanan dan kerap dihantui dengan stres.

"Saya katakan, jadi Kapolri penuh dengan kehidupan yang stressfull, banyak persoalan," jelasnya.

Wajar, kata Tito, ia ingin kehidupan yang lebih tenang dan damai. Oleh karenanya, dia menganggap pensiun merupakan langkah yang tepat

"Kemungkinan ada waktu yang saya anggap tepat, mungkin akan pensiun dini. Karna saya lama di luar negeri, dengar kata pensiun dini itu bukan sesuatu yang aneh," jelasnya.

Sebelum  mencapai puncak karirinyam Tito mengenyam pendidikan SMA Negeri 2 Palembang kemudian melanjutkan pendidikan AKABRI pada tahun 1987.

Tujuanya, saat itu sederhana saja, karena Tito tidk ingin merepotkan orang tuanya lagi, Jadi Ia memilih sekolah yang gratis, yakni masuk AKABRI.

Tahun 1993, Tito menyelesaikan pendidikan di Universitas Exter di Inggris dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies.

Tak berhenti disitu, Tito juga berhasil menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies.

Jalan Tito menjadi polisi seperti sudah digariskan sang maha Kuasa, pasalnya meski Tito diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, jurusan

Hubungan Internasional di Universitas Gajah Mada dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Tito tetep memilih Akademi kepolisian.

Karir Tito dikepolisian dimulai dari posisi Pamapta Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya, lalu naik menjadi Kanit Jatanras Reserse polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya dari tahun 1987 hingga 1991.

21 tahun berikutnya, Tito naik menjadi Kapolda Papua, terhitung sejak 21 September 2012 hingga 16 Juli 2014.

Kemudian sempat menjabat Asrena Polri selama satu tahun dan diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya dan mampir di Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) selama lima bulan sepebul kemudian diangkat jadi Kapolri pada 13 Juli 2016.

Sumber : Jawa Pos (jpc/headlineislam.com)

Komnas HAM: Pelaku Penyerangan Hermansyah Bukan Orang Biasa


Headlineislam.com - Komisioner Komnas HAM Bidang Mediasi, Maneger Nasution menyebutkan bahwa pelaku pembacokan ahli Informasi dan Teknologi (IT) Hermansyah, adalah seorang profesional.

"Kalau kami melihat titik-titik lukanya itu tidak biasa. Aksi pembacokan ini jelas tidak dilakukan oleh orang biasa," kata Maneger di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (10/7).

Lanjut dia menerangkan, bagian luka yang dialami Hermansyah, bagian leher kiri, pergelangan tangan kiri dan urat nadinya, dinilai bagian luka yang cukup mematikan, jika tidak cepat mendapatkan pertolongan.

"Siapapun tahu itu adalah bagian titik-titik yang mematikan, kalau tidak cepat bisa kehabisan darah," ujar Maneger.

Dia juga berani mengatakan, insiden yang dialami Hermansyah bukan sebagai kasus kriminal biasa.

"Bagi kami Komnas ini menjadi perhatian kita karena patut diduga ini bukan peristiwa biasa," ucapnya.

Maneger mendesak polisi bukan hanya menangkap pelaku penyerangan saja, tapi apakah ada aktor intelektual di balik kasus menimpa Hermansyah itu.

"Ya kami minta kepolisian mengusut kasus ini secara tuntas. Tidak hanya berhenti siapa pelakunya, tetapi juga aktor dibelakang itu dan juga motifnya," ujar dia.

Hermansyah merupakan saksi ahli IT kasus chat WA antara Habib Rizieq dengan Firza.

Hermansyah yang merupakan alumni ITB ini diserang 5 orang tak dikenal di jalan tol Jagorawi, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (9/7)sekitar pukul 04.00 WIB.

Sumber : Jawa Pos (jpc/headlineislam.com)

Imam Besar Indonesia Habib Rizieq Perintahkan Laskar FPI Ikut Buru Penusuk Hermansyah


Headlineislam.com - Pemimpin Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab memerintahkan seluruh laskar FPI untuk membantu polisi dalam memburu pelaku penusukan pakar telematika Institut Teknologi Bandung Hermansyah. Dalam sebuah rekaman, Rizieq berharap agar pelaku dihukum berat.

“Seluruh laskar FPI tidak boleh segan-segan untuk membantu aparat mengejar, mencari, memburu, menangkap semua pelaku kejahatan tersebut. Kalau aparat tidak melakukan dengan baik dan membiarkan pelakunya berkeliaran, maka saya minta seluruh laskar FPI di manapun berada untuk mengejar, mencari, memburu, menangkap, memproses mereka secara hukum dan mereka harus dihukum berat,” kata Rizieq dalam rekaman suara yang diterima CNNIndonesia.com di Jakarta, Senin (10/7).

Rizieq menilai, pelaku bukan hanya ingin melukai bahkan membunuh ahli IT Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI itu dalam kasus percakapan mesum. Namun ingin merusak stabilitas nasional dan mengadu domba eleman anak bangsa.

Imam besar FPI itu juga menyatakan, kasus penganiayaan ini tidak bisa dipisahakan dari keterlibatan Hermansyah di GNPF MUI soal kasus yang menjaratnya.

Rizieq juga meminta semua pendukungnya dan alumni Aksi Bela Islam dan GNPF MUI. Pasalnya, ia menilai penganiayaan ini adalah bukti bawa ada pihak yang ingin menggagalkan upaya rekonsiliasi yang sedang dibangun.

“Saya yakin, musibah atas Bapak Hermansyah bagian dari upaya menghancurkan dialog yang dibangun," ujar Rizieq.

Rekaman suara Rizieq tersebut sudah dibenarkan oleh salah satu kuasa hukumnya, Kapitra Ampera.

Hermansyah ditusuk orang tak dikenal saat ia adiknya menggunakan dua mobil dari arah Jakarta bermaksud pulang ke Depok. Korban menggunakan mobil Toyota Avanza nomor polisi B-1086-ZFT.

Polisi memperkirakan, pelaku penyerangan berjumlah sekitar 5 orang. Salah seorang di antaranya menggunakan senjata tajam. Usai kejadian itu, para pelaku langsung melarikan diri.
Lihat juga:GNPF Sebut Pengeroyokan Ahli IT Tak Terkait Kasus Rizieq
Pagi ini, istri Hermansyah, Irina dimintai keterangan untuk mengungkap pelaku.

Selain itu, polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian di di Jalan Tol Jagorawi, Jakarta Timur subuh kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan penyidik masih mengumpulkan barang bukti dalam kasus tersebut untuk mengungkap pelaku penusukan. Argo menyebut hingga kini pelaku belum diidentifikasi.

Sumber : CNN Indonesia (ci/headlineislam.com)

Waw! Anggaran Polri Melonjak Jadi Rp 84 Triliun Selama Jokowi Berkuasa


Headlineislam.com - Semenjak kepemimpinan Presiden Jokowi, Polri menjadi salah satu lembaga yang mendapat perhatian khusus. Hal ini terbukti dari jumlah total anggaran tahunan yang diterima korps Bhayangkara tersebut.

“Tahun 2014, anggaran Polri sebesar Rp 44 triliun. Namun dalam kurun waktu tiga tahun, tahun 2017 ini, menjadi Rp 84 triliun. Artinya dalam waktu tiga tahun naik dua kali lipat,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam sambutan upacara HUT ke-71 Bhayangkara di Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/7).

Selain itu, di bidang remunerasi, Polri juga mendapat kenaikan persentase hingga 100 persen, melonjak tajam dari tahun 2015 yang berkisar 33 persen.

“Alhamdulillah tahun 2016 lalu, Bapak Presiden (Jokowi) sudah menaikkan tunjangan kinerja anggota menjadi 53,4 persen,” bebernya.

Selain itu, lewat kebijakan Jokowi juga, seluruh anggota Polri sudah terdaftar sebagai anggota BPJS. Sehingga, dapat menikmati fasilitas gratis saat berobat ke rumah sakit umum yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU).

“Untuk itu, Polri juga berkomitmen melakukan pembenahan internal dan meningkatkan kinerja melalui profesionalisme, perbaikan kultur yang lebih positif dan melaksanakan manajemen media,” ucap Kapolri.

Upacara HUT ke-71 Bhayangkara tersebut dihadiri langsung Presiden Jokowi dan Wakilnya Jusuf Kalla. Serta jajaran perwira tinggi dan menengah Polri, berikut ribuan anggota lainnya.

Sumber : Nahimunkar (nh/headlineislam.com)

Amien Rais Ungkap Sosok Jenderal di Balik Kasus Novel


Headlineislam.com - Mantan ketua PP Muhammadiyah Amien Rais meminta, Polri untuk menanggapi serius pernyataan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan yang menduga adanya keterlibatan jenderal polisi dalam kasus penyiraman air keras. Dugaan tersebut sempat diungkapkan Novel pada sebuah media swasta beberapa waktu lalu.

Amien mendesak, agar Polri mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Novel, dan tak ciut nyali jika dikemudian hari dugaan penyidik senior KPK itu benar adanya. “Kalau dibongkar nanti alangkah kita jadi malu, hina dina, ternyata ada seorang jenderal polisi yang merekayasa penyiraman air keras itu,” tutur.

Amien usai menjadi pembicara dalam orasi kebangsaan yang diselenggarakan oleh Forum Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Tengah di Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Ahad (9/7) siang. Mantan ketua umum PAN itu pun mempertanyakan kinerja Polri dalam mengusut kasus itu.

Dia menilai, Polri seperti kesulitan untuk menuntaskan kasus itu. Padahal, Polri telah sering kali memecahkan kasus-kasus besar dan lebih rumit dibandingkan dengan penyiraman terhadap Novel. Hal tersebut, kata dia, menguatkan dugaan aktor besar dibalik tindak kriminal itu.

Lebih lanjut, Amien menduga setidaknya terdapat beberapa kasus besar yang juga menjadi latar belakang penyiraman air keras pada Novel. Amien menyebut, di antaranya menyangkut kasus korupsi BLBI, KTP elektronik, dan mafia daging.

“Dugaan Novel, saya kira betul ini ada seorang jenderal polosi yang memberikan instruksi penyiraman walaupun namanya masih teka-teki. Tapi, banyak orang yang sudah tahu,” katanya.

Sumber : Sang Pencerah (sp/headlineislam.com)

Police Republic Indonesia is THE BEST


Headlineislam.com - Saya (Maaher At-Thuwailibi) bukan ahli politik, tapi bukan berarti harus BODOH tentang politik. Mengamati realita keummatan adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap keadaan. beragama butuh ilmu, tapi membela agama bukan hanya tugas orang berilmu. memahami realita dengan kacamata Salaful Ummah, ini motto kita.! Jangan seperti Talafi yang KALAP dan KEBLINGER, ngakunya menghindari perkara politik. Tapi saat Saudi boikot Qatar, mereka cuap-cuap bela Saudi mati-matian. tukang tipu, picik, dan standar ganda. Begitulah tabiat Talafi dan yang sebangsanya dari masa ke masa.

OH YA, MOHON MAAF, pada kesempatan kali ini (sambil ngelonin anak biar cepat tidur), saya ingin katakan: ‘POLISI DI INDONESIA IS THE BEST’. 😊

Mengapa demikian...?

BEGINI, polisi dibacok dimasjid, yang bacok dituduh “teroris”. tapi polisi tembak satu keluarga dalam mobil, polisinya tidak di anggap teroris_

Saudara Novel Baswedan disiram air keras, kata polisi itu hanya masalah pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan masalah di KPK. Walhasil, polisi tidak mengusutnya_

Pelempar bom molotov di 3 posko FPI di jakarta, juga tidak di usut_

Pelaku teror bom mobil di tengah-tengah kaum muslimin saat tabligh akbar Habib Rizieq Shihab di cawang, juga tidak di usut dan sampai detik ini tak tahu siapa pelakunya_

Pelaku penembakan rumah Habib Rizieq Shihab, polisi diam seribu bahasa bagaikan anak babi kekenyangan_

YANG TERAKHIR, Saudara Hermansyah (ahli IT yang membongkar kepalsuan chat mesum Habib Rizieq Shihab) dibacok sejumlah makhluq durjana. kata polisi, ini hanya karena senggol-senggolan saat berkendara. Tidak ada sangkut-pautnya dengan pembelaan Saudara Hermansyah terhadap tuduhan CHAT MESUM kepada Habib Rizieq Shihab.

Uniknya, kondisi yang menggambarkan saat kejadian penganiayaan terhadap Saudara Hermansyah tersebut bahwa CCTV tidak berfungsi/dalam kondisi perbaikan dalam waktu bersamaan di sepanjang TKP. sehingga dapat dipastikan polisi praktis tidak memiliki barang bukti.

Apakah ini ada unsur kesengajaan atau tidak? Demikian hebatnya Pasukan Iblis Durjana merekayasa kejadian, terencana-terorganisir-ter struktur & masif...!?

OLEH KARENANYA saya ingin katakan, Instansi polri in indonesia is the best 👍

Gajah dipelupuk mata bisa tidak tampak olehnya. Tapi seekor kutu di sebrang samudera bahkan dalam lubang kemaluan pelacur bisa tampak olehnya.

Bravo polri.
Polri is the best.👍👍

Oleh : Maaher At-Thuwailibi.