Polisi Menyatakan Penyerangan Terhadap Anggota Brimob Terpengaruh Media Sosial


Headlineislam.com - Kepolisian menyatakan pelaku penyerangan terhadap dua personel Brimob, yakni Mulyadi (28) diduga terprovokasi oleh konten bersifat radikal yang ada di media sosial. Hal itu berdasarkan keterangan rekan Mulyadi saat diperiksa oleh Kepolisian.

"Pelaku (Mulyadi) terprovokasi via media sosial," ujar Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto saat dihubungi, Minggu (2/7).

Setyo mengatakan, Kepolisian telah memeriksa dua rekan Mulyadi, yakni seorang pedagang di Pasar Roxy, Bekasi, yang memiliki lapak dagangan dekat tempat Mulyadi berjualan parfum di pasar tersebut dan rekan Mulyadi semasa Sekolah Menengah Atas.

Berdasarkan keterangan rekan SMA-nya, Mulyadi diketahui sempat menyatakan mengakui dan mendukung gerakan kelompok teroris Negara Islam Iraq dan Suriah (ISIS). Selain itu, ia juga mendukung penerapan sistem khilafah di Indonesia.

Bahkan, dua hari sebelum menyerang, Mulyadi intens melihat konten radikal yang terdapat di media sosial melalui telepon genggam. Konten itu ditengarai menjadi penyebab Mulyadi menyerang personel Brimob.

"Satu atau dua hari sebelum kejadian, Mulyadi ini tinggal di tempat temannya di daerah Jakarta Selatan. Selama menginap, pelaku selalu asik main medsos radikal," ujarnya.

Lebih dari itu, Setyo mengklaim, Kepolisian belum memastikan Mulyadi bagian dari jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS. Kepolisian juga belum memastikan Mulyadi bagian dari sel teroris yang ada di Bekasi, Jawa Barat.

Imbau personel saling jaga

Setyo mengimbau, seluruh personel Polri untuk bisa saling menjaga ketika sedang melaksanakan salat. Ia bekata, personel Polri harus bergantian salat untuk menjaga keamanan sebagaimana prosedur yang berlaku.

"Kalau salat tidak semua langsung salat. Sebagian menjaga, sebagian salat," ujarnya.

Selain saat beribadah, setiap personel Polri yang bertugas juga diwajibkan untuk mematuhi prosedur tetap dalam menjaga keamanan, baik terhadap sesama personel maupun menjaga markas.

Sebelumnya, pelaku menyerang dengan menusuk dua anggota Brimob usai salat Isya di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, Jumat (30/6). Kedua anggota bernama AKP Dede Suhatmi dan Briptu M. Syaiful Bakhtiar saat itu tengah salat di saf ketiga dalam masjid.

Pelaku yang menyerang korban langsung melarikan diri ke arah Terminal Blok M. Ketika dalam pengejaran oleh anggota Brimob lain, pelaku diduga berbalik melawan dan kemudian berujung tembakan di kepala dan dada.

Sumber : CNN Indonesia (cn/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.