5 Dampak Negatif Bertengkar Didepan Anak


Headlineislam.com - Sahabat Ummi, orangtua yang sejatinya "dituntut" untuk memberi contoh yang baik kadang-kadang malah bisa bersikap sebaliknya, kenakak-kanakan, lebih anak-anak dibandingkan anak-anak itu sendiri.

Kerap, kita jumpai orangtua yang notabene usianya tidak muda lagi, bahkan banyak juga yang anaknya sudah besar-besar, bersikap tidak patut dicontoh.

Salah satu sikap yang seharusnya tidak jadi tontonan alias tidak patut dicontoh tersebut adalah BERTENGKAR di depan anak-anak.

Padahal, tahukah, bahwa anak-anak yang sering melihat pertengkaran kedua orangtua jiwanya bisa "terganggu". Sayang, orangtua kadang menganggap sepele hal tersebut. Alih-alih menganggap anak belum mengerti karena masih kecil, kenyataannya justru sebaliknya, bertengkar di depan anak-anak ibarat mendoktrin hal-hal negatif sejak dini yang akibatnya bisa fatal.

1. Anak jadi sulit percaya ke orang lain karena takut akan disakiti

2. Anak tidak menghormati kedua orangtuanya, menggampangkan/menyepelekan. Seribu nasihat tidaklah berguna jika tidak disertai dengan contoh yang baik. Satu tindakan nyata, itulah nasihat yang sebenarnya. Jika kedua orangtua kerap memberi nasihat harus jadi suami/istri yang baik, namun kenyataannya mereka tidak demikian, sikapnya tidak mencerminkan, maka sudah bisa ditebak si anak akan berpikir seperti apa.

3. Anak takut menjalin hubungan serius (menikah) karena takut mengalami hal serupa seperti orangtuanya

4. Anak rentan melakukan kekerasan

5. Anak jadi minder

Mengapa apa yang dilakukan orangtua bisa begitu membekas ke anak? Jelaslah ya, Sahabat Ummi. Logikanya, anak-anak mengenal dunia dan segala isinya yang pertama kali adalah dari lingkungan terdekat, yaitu orangtuanya. Anak-anak belajar banyak hal pertama kali juga dari lingkungan terdekat, dari ayah dan ibunya. Dari situ, sang anak sedikit banyak memiliki gambaran tentang kehidupan ini seperti apa. Maka bisa dibayangkan jika hari-hari di masa kecilnya habis hanya untuk melihat pertengkaran kedua orangtua. Anak yang masih lugu, polos, serta pergaulannya belum luas tersebut bisa berkesimpulan bahwa semua orang dewasa pasti bersikap seperti ayah dan ibunya, pasti saling bertengkar. Padahal, kenyataannya tentu tidak demikian, bukan.

Semoga kita tidak menjadi orang dewasa yang masih kekanak-kanakan ya, Sahabat Ummi. Aamiin.

Referensi: berbagai tulisan tentang parenting dan observasi di dunia nyata

Penulis: Miyosi Ariefiansyah (su/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.