Serangan Bom ditempat Umum, Paul Pogba: "Itu Bukan Islam dan Semua Orang Tahu"


Headlineislam.com - Dalam sebuah wawancara dengan majalah Esquire, Paul Pogba berbicara untuk pertama kalinya tentang kehidupan di kota tersebut sebagai seorang muslim setahun pasca transfer yang memecahkan record dunia dari Juventus ke Manchester United.

Gelandang 24 tahun asal Prancis tersebut mengakui bahwa serangan teroris terhadap konser Ariana Grande di Arena Manchester pada bulan Mei lalu merupakan "momen sulit" bagi kota Manchester.

"Ini adalah momen yang sangat sulit. Tapi, Anda tidak boleh menyerah. Kita tidak bisa membiarkan mereka (teroris) berada di dalam pikiran kita. Kita harus melawannya," ujar Pogba dikutip Sky Sports, Jum'at (30/6/2017).

"Kesedihan sedang terjadi. Tapi, Anda tidak bisa berhenti untuk tetap hidup. Anda tidak bisa membunuh manusia. Membunuh manusia adalah hal gila. Jadi, saya tidak akan menempatkan agama untuk itu."

"Ini bukan Islam dan semua orang tahu itu. Saya tidak ingin menjadi satu-satunya yang mengatakan itu," katanya.

Pogba menjadi pemain termahal sepanjang sejarah musim panas lalu, setelah Manchester United membayar Juventus sebesar £89 juta (sekitar Rp1,5 triliun lebih).

Di akhir musim, Pogba berhasil membawa Manchester United menjuarai Liga Europa 2016-17. Dalam laga final, MU menundukkan Ajax Amsterdam 2-0 di Friends Arena, Solna, Stockholm, Swedia, dimana Pogba menjadi pencetak gol pertama MU.

Tiga hari pasca meraih trofi Liga Europa, Pogba merayakan secara spesial dengan menjalankan ibadah Umroh di kota suci Makkah sekaligus menyambut Ramadhan.

Sumber: Sky Sports (pi/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.