Faktor-Faktor Penghalang Tegaknya Khilafah Islamiyah

SHARE:

Baca halaman sebelumnya :  Mengingkari Kewajiban Jihad Fi Sabilillah 4. Perpecahan yang Terjadi di Tengah-tengah Umat Islam Kaum musl...


Baca halaman sebelumnya : Mengingkari Kewajiban Jihad Fi Sabilillah

4. Perpecahan yang Terjadi di Tengah-tengah Umat Islam

Kaum muslimin wajib bersatu kapan pun dan di mana pun. Sebab, ia merupakan kunci utama kekuatan untuk mencapai kemenangan kaum muslimin. Sebaliknya, perpecahan yang terjadi juga menjadi kunci utama yang mempersulit langkah untuk mencapai kemenangan.

Perpecahan antar kaum muslimin yang dirasakan saat ini menjadi problem utama yang dihadapi umat. Bagi musuh, persatuan umat Islam adalah mimpi buruk yang harus  dihindari. Karena itu, setelah berhasil memecah belah negara-negara islam yang bersatu di bawah Khilafah Turki Utsmani, mereka terus membuat propaganda yang menghancurkan upaya kaum muslimin untuk bersatu.

Keharusan untuk bersatu antar kaum muslimin telah dinyatakan dalam sekian banyak ayat dan hadis dari Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam. Di antaranya Allaah ta’ala memotivasi kaum muslimin untuk selalu bersatu dan melarang setiap amalan yang berpotensi terjadinya perpecahan. Firman-Nya:

إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

“Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” (Al-mukminun: 52)

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,..” (Ali Imron: 103)

Kemudian di dalam hadis, Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam juga menyebutkan bahwa siapa saja yang menyimpang dari jamaah dan persatuan kaum muslimin maka dia boleh diperangi. Sabdanya:

إِنَّهُ سَتَكُونُ هَنَاتٌ وَهَنَاتٌ فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُفَرِّقَ أَمْرَ هَذِهِ الأُمَّةِ وَهْىَ جَمِيعٌ فَاضْرِبُوهُ بِالسَّيْفِ كَائِنًا مَنْ كَانَ

“Sesungguhnya akan terjadi kekacauan dan kekacauan, Barangsiapa yang ingin memecah belah persatuan umat ini sedangkan mereka bersatu (dibawah pemimpin), maka hendaklah kalian penggal leher orang tersebut dengan pedang siapapun orangnya,” (HR. Muslim)

Masih banyak ayat dan hadis lain yang menyebutkan tentang wajibnya membangun persatuan kaum muslimin di bawah satu kepemimpinan. Dari itu, mewujudkan pemimpin muslim di bawah Negara Islam menjadi sebuah keharusan sebelum tegaknya khilafah yang mempersatukan seluruh kaum muslimin di dunia ini.

5. Koalisi Salibis dan Zionis dalam Menghancurkan Islam

Perlu dicatat bahwa Kerja sama yang dibangun antara kaum salibis dan yahudi dalam rangka menyerang kaum muslimin adalah kekuatan yang sulit dilawan oleh Khalifah terakhir Turki Utsmani, Abdul Hamid II. Menghilangkan kekhalifahan Islam merupakan kepentingan mereka bersama. Bagi kaum salibis, meruntuhkan khilafah adalah kesempatan untuk menjajah negara-negara islam dan menjadi ajang balas dendam terhadap kekalahan Perang Salib.

Sementara orang-orang Yahudi, runtuhnya khilafah adalah upaya mereka untuk bisa mengumpulkan semua orang Yahudi yang terpencar-pencar ke dalam satu wilayah yang bernama Palestina, sebagai “Tanah Yang Dijanjikan”. Dan di wilayah itu lah mereka bermaksud mendirikan negara Israel Raya.

Keberhasilan musuh dalam menghancurkan persatuan umat Islam dapat ditandai dengan beberapa poin berikut;

- Mampu memutuskan wilayah kaum muslimin dari rantai kepemimpinan Khilafah Utsmaniyah dengan penjajahan militer

- Menghapus sistem Khilafah Utsmaniyah secara total

- Menghancurkan gerakan Islam jihadis seperti Harakah Al-Mahdi di Sudan, Umar Mukhtar di Libya, Abdul Qadir Aljazairi dan Abdul Karim Al-Khatab di Maroko serta Ismail As-Syahid di India.

- Menghapus Syariat Islam dan menggantikannya dengan undang-undang barat serta menguasai Lembaga-lembaga Pendidikan Islam.

- Memunculkan serta memelihara kelompok-kelompok sesat dalam Islam seperti Amadiyah, Nushairiyah, Bahiyah dan sebagainya. Mencetak kader dari generasi umat Islam yang siap bekerja untuk mereka.

6. Perang Pemikiran yang Dilancarkan Musuh Terhadap Umat Islam

Perang pemikiran menjadi salah satu kendala bagi kaum muslimin untuk meningkatkan izzahnya. Yang menjadi sasaran tentu saja adalah pola pikir, akhlak (perilaku), dan aqidah dari kaum muslimin.

Apabila seseorang sering menerima paham sekuler, maka ia pun akan berpikir ala sekuler. Bila seseorang dicekoki dengan pola pikir komunis, materialis, liberalis, kapitalis atau yang lainya, maka merekapun akan cenderung berpikir dengan salah satu paham tersebut. Perang pemikiran dilahirkan dalam bentuk media-media baik cetak maupun elektronik.

Salah satu keberhasilan perang pemikiran musuh dapat ditandai dengan kemampuan orientalis dalam mencetak kader dari generasi umat Islam. Kader-kader tersebut mereka bentuk karakternya dan siap menjadi agen-agen yang bekerja untuk mereka.

Dr Toha Husein misalnya, Cendekiawan Mesir yang berhasil diasuh oleh orentalis barat di Universitas Sorbonne, Paris. Dalam banyak bukunya dia berani mengkritik sejumlah syariat yang sudah disepakati oleh para ulama. Dalam salah judul bukunya, As-Sya’ru Al-Jahiliy, Toha Hussain mengingkari jika yang membangun Ka’bah adalah Nabi Ibrahim dan Ismail. Ia juga menganggap bahwa cerita-cerita dalam al-Qur’an tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail merupakan mitologi semata.

7. Undang-undang Sekuler yang Diterapkan di Negara-negara Kaum Muslimin

Ketika kekuatan militer tidak lagi efektif untuk menguasai negara kaum muslimin, maka upaya musuh untuk mengendalikan kaum muslimin adalah dengan mewariskan undang-undang positif sebagai landasan dalam mengatur negara. Kekuatan kolonialisme tidak keluar dari negara-negara Islam dengan sederhana. Namun penuh dengan perencanaan. Selain mewariskan undang-undang, mereka menyiapkan tokoh-tokoh yang berpemikiran sekuler untuk mengontrol negara sesuai dengan pedoman dan arahan mereka. Sehingga jadilah negara umat Islam yang dikendalikan oleh kaum sekuler.

Sebuah realitas yang sulit dipungkiri di negara kaum muslimin hari ini adalah adanya upaya pemisahan agama dari panggung politik. Sadar atau tidak, pemikiran sekuler terus mereka upayakan agar mampu mendominasi sistem perundang-perudangan Negara-negara kaum muslimin. Efeknya, peran agama dalam mengatur egara pela-pelan hilang dan akhirnya ia hanya akan menjadi kumpulan hukum yang mengatur urusan privat semata.

Syaikh Yusuf al-Qardhawi berkata, “Mereka mendirikan institusi sekuler yang memisahkan peran agama dari kehidupan umat secara keseluruhan. Di atas sistem tersebut lahirlah undang-undang yang mengesampingkan agama. Bahkan pada tingkat urusan keluarga atau masalah privat sekalipun.” (Yusuf Qardhawi, Al-Islam Wal ‘Ilmaniyah, hal; 60)

8. Kurangnya Strategi Umat Islam dalam Melawan Musuh

Sudah cukup jelas bahwa kekuatan musuh dan negara-negara Barat menyiapkan rencana jangka panjang untuk mengusai negara-negara kaum muslimin secara menyeluruh. Baik dalam hal ekonomi, politik, teknologi dan lain-lain. sementara negara-negara Islam hendaknya menyadari dan waspada terhadap skema musuh tersebut. Mereka harus mengambil sikap bersatu untuk menghadapi kekuatan ini.  Namun,  sayangnya realitas yang ada berkata lain, semua pemimpin tersebut sibuk dengan problematika Negaranya masing-masing. Mereka cenderung mengambil tindakan sendiri, sehingga musuh pun lebih mudah menunduk kekuatan mereka.

Demikian beberapa faktor yang menyebabkan kaum muslimin mudah dikendalikan oleh musuh-musuhnya. Tentunya masih banyak kendala lain yang menyebabkan kaum muslimin semakin sulit untuk mengembalikan kepemimpinan Islam. Dengan menyadari semua titik kelemahan tersebut, diharapkan kita mampu untuk bangkit dan lebih optimis untuk merubah kondisi tersebut ke arah yang lebih baik. Wallahu’alam bis shawab!

Penulis : Fakhruddin (kt/headlineislam.com)

COMMENTS

Terbaru$type=blogging$cate=2$count=8

Name

#larangan perayaan valentine,5,Aa Gym,7,Abdul Fattah al-Sisi,1,Abdul Muid Badrun,1,Abdul Somad,9,Abdullah Hadrami,2,Abu Bakar Ba'asyir,1,Abu Husein Maaher At-Thuwailibi,22,Abu Muhammad Waskito,1,Aceh,2,Ade Armando,2,Adi Hidayat,1,Afghanistan,3,Afrika,1,Ahmad Dhani,5,Ahok,216,Akhir Zaman,1,Akidah,1,Aksi 212,8,Aktivis 98,1,Al-Qidah,1,Al-Qur'an,5,Aleppo,5,Aliran Kepercayaan,1,Amerika Serikat,14,Amien Rais,4,Anies Baswedan,4,Anies-Sandi,3,ANNAS,2,Ansharus Syariah,1,Anton Charlyan,1,Anton Medan,2,Arab Saudi,4,Artikel,130,Aswaja,2,Bali,3,Bandung,1,Bangka Belitung,1,Banser,4,Banten,1,Bashar al-Assad,1,Bekasi,1,Berita Islam,10,Berita Pilihan,251,Bima Arya,1,Biografi,6,Bioterorisme,1,Blusukan,1,BNN,1,Boikot,1,BPJS,1,BSSN,2,Buni Yani,3,Buya Yahya,3,China,18,Ciamis,1,Cianjur,1,Dai,1,Dari Anda,20,Data Syiah,6,Dedi Mulyadi,2,Demontrasi,24,Densus,2,Din Syamsuddin,4,Djarot,2,Donald Trump,3,DPR,7,DPRD,1,Dr. Ahmad Zain An-Najah,1,Dunia Jihad,47,E-KTP,1,Ekonomi,6,Fadlan Garamatan,1,Fadli Zon,5,Fahira Idris,4,Fahmi Salim,1,Fahri Hamzah,4,FAO,2,Farid Nu'man Hasan,3,Fatwa MUI,4,Felix Siauw,2,Filipina,1,Film,1,Fiqih,1,Firoq,5,Fitra Hudaiya NA,1,FMI,1,Fokus,2,FPI,15,Fuad Bawazier,1,FUI,1,Game,1,Gatot Nurmantyo,1,Ge Pamungkang,3,GEPRINDO,2,Gerindra,2,GMBI,4,GNPF MUI,3,Golkar,1,GP Anshor,3,Gusdur,1,Habib Husein Al-Habsyi,1,Habib Novel,2,Habib Rizieq,60,Habibie,2,Haji,2,Hamas,1,Hary Tanoe,1,Hasyim Muzadi,3,Hermansyah,2,Hidayat Nur Wahid,2,Hilary Clinton,1,Hizbullah,1,HMI,5,HNW,1,Hoax,2,Hollywood,2,HTI,4,Hukum,2,Ignasius Jonan,1,IKADI,1,Ikhwanul Muslimin,1,Imam Abu Dawud,1,Info Event,26,Inggris,1,Internasional,288,IPB,1,Irak,1,Iran,13,Irene Handono,1,ISIS,7,Israel,6,Jakarta,23,Jaksa Agung,1,Jambi,4,Jawa Barat,5,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,Jeje Zainuddin,1,Jember,1,Jepang,1,Jerman,3,Jihad,4,Jokowi,93,Joshua Suherman,2,Jusuf Kalla,7,Kaesang,10,Kalbar,2,Kalitim,1,Kanada,1,Kapolri,17,Karate,1,Kebenaran Ucapan Nabi,1,Keluarga,6,Kemenag,6,Kesehatan,28,KH Tengku Zulkarnain,5,KH. Cholil Ridwan,1,KH. Muhammad Arifin Ilham,2,KH. Muhmmad Al-Khaththath,1,KH. Zulkarnain,1,Khazanah,1,Khilafah,2,Kisah,28,Kisah Muslim,2,Kivlan Zein,3,Koalisi Teluk,1,KOKAM,1,Kominfo,2,Komnas Ham,2,Komtak,1,Korea utara,2,KPK,1,Kristen,6,Ksatria Islam,1,Laskar Merah Putih,1,Lebanon,1,LGBT,21,Lombok,2,Lukman Hakim,3,Luthfi Bashori,1,Ma'ruf Amin,9,Maariya,1,Mahasiswa,3,Majelis Mujahidin,1,Malaysia,4,Manhaj,1,Masyumi,1,Mataram,1,Medan,1,Megawati,1,Menaker,1,Mendagri,2,Mesir,3,Metro TV,1,Miras,1,Motivasi,1,MPR,1,Muallaf,5,Muhammad Hidayat Situmorang,1,Muhammadiyah,12,MUI,21,Mujahid 212,1,Munarman,3,Muslimah,60,Myanmar,7,Nanang Burhanuddin,1,Nasihat,9,Nasional,1083,Natal,6,News,776,NKRI,1,Novel Baswedan,1,NTB,2,NU,25,Nusa Tenggara Timur,2,Oemar Mita,1,Opie Kumis,1,Opini,59,Padang,9,Palestina,83,Papua,5,Pastur,3,Paul Pogba,1,PBB,2,PBNU,5,PDIP,2,Pemerintah RI,10,Pendeta,1,Pendidikan,10,Penghafal Al-Qur'an,1,Penguasa,1,Penistaan Agama,7,Perancis,1,Pernikahan,1,Pesantren,2,PII,1,Pilkada,2,PKB,1,PKI,35,PKS,2,PLN,1,Plurslisme,1,PMKRI,1,Polda Metro Jaya,2,Polisi,46,Politik,9,Polri,10,Ponorogo,2,PPP,1,Prabowo,3,Provokator,1,Puasa,3,Purwakarta,2,Qatar,3,Rachmawati Soekarnoputri,1,Ragam,1,Raja Salman,1,Recep Tayyip Erdogan,1,Remaja,6,Rezim Jokowi,9,Riau,1,Rio Haryanto,1,Riyadh Bajrey,1,Rizal,1,Rohingya,1,Rohis,1,Romo Syafii,3,Rusia,10,Sadiq Khan,1,Sahabat Nabi,2,Sahlan Ahmad,4,Said Agil Siradj,9,Salafy,11,Sandiaga Uno,1,Santoso,1,SBY,7,Sejarah,12,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,5,Semaun,1,Sepatu,1,Setya Novanto,2,Singapura,1,Solo,5,Starbucks,11,Suami-Istri,1,Sulawesi Tenggara,1,Sumut,1,Suriah,8,Syaikh Arifi,1,Syam,56,Syiah,315,Tabi'in,2,Tahukah,5,Tahun Baru,1,Taliban,3,Tanggapan,1,Tazkiyah,26,Teknologi,10,Thailand,2,Tips,3,Tito Karnavian,6,TKA,1,TNI,12,Tokoh Islam,3,Tsaqofah,25,Turki,13,UBN,5,UI,1,UIN,2,Ukraina,1,Ulama,2,Ulil,1,Umroh,1,Vaksin,5,Valentine,5,Video,77,Whatsapp,1,Wiranto,2,Yazid Jawaz,1,Yogyakarta,1,Yunani,1,Yusril,2,Zaitun Rasmin,1,Zakir Naik,3,Zaskia Mecca,1,Zona Z,122,
ltr
item
Headlineislam.com - Media Islam Indonesia: Faktor-Faktor Penghalang Tegaknya Khilafah Islamiyah
Faktor-Faktor Penghalang Tegaknya Khilafah Islamiyah
https://2.bp.blogspot.com/-c1Rcg_TcG0I/WQ2o3qP6MII/AAAAAAAAI4c/3d6XswLigX8HCvx-w-LcA8n1FaTzSFcTQCLcB/s640/Faktor-Faktor%2BPenghalang%2BTegaknya%2BKhilafah%2BIslamiyah%2B-%2BHeadlineislamcom.png
https://2.bp.blogspot.com/-c1Rcg_TcG0I/WQ2o3qP6MII/AAAAAAAAI4c/3d6XswLigX8HCvx-w-LcA8n1FaTzSFcTQCLcB/s72-c/Faktor-Faktor%2BPenghalang%2BTegaknya%2BKhilafah%2BIslamiyah%2B-%2BHeadlineislamcom.png
Headlineislam.com - Media Islam Indonesia
http://www.headlineislam.com/2017/05/faktor-faktor-penghalang-tegaknya-khilafah-islamiyah_1.html
http://www.headlineislam.com/
http://www.headlineislam.com/
http://www.headlineislam.com/2017/05/faktor-faktor-penghalang-tegaknya-khilafah-islamiyah_1.html
true
6541648353271730989
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy