Penista Agama Tidak Dihukum Maksimal, Masih Percaya Hukum?


Headlineislam.com - Ribuan massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menggelar aksi simpatik dalam rangka menjaga independensi hakim terkait kasus penistaan agama, Jumat (28/4/2017).

Aksi tersebut dimulai usai shalat jumat di Masjid Istiqlal kemudian longmarch menuju Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Pimpinan GNPF MUI Bogor Raya Ustaz Abdul Halim dalam orasinya mengatakan, terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) harus dituntut maksimal yaitu 5 tahun penjara. "Kalau Ahok tidak dihukum 5 tahun, masih percaya tidak dengan hukum?" tanya dia yang dijawab "tidak" oleh massa yang hadir.

Oleh karena itu, pihaknya meminta majelis hakim mengambil putusan maksimal terhadap penoda agama. "Hakim hari ini jadi garda terakhir apakah penista agama dihukum adil atau tidak," ujarnya.

"Semoga hakim benar-benar menjadi garda penegakkan hukum yang adil sehingga jangan sampai ada yang main hukum sendiri," tambahnya.

Rencananya aksi simpatik juga akan digelar di kejaksaan daerah masing-masing mulai 29 April-4 Mei 2017. Pada 5 Mei juga massa akan melakukan aksi yang lebih besar dari Masjid Istiqlal ke Mahkamah Agung RI. (si/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.