Mencontoh Warga Papua dalam Mendidik Generasi Muslim


Headlineislam.com - Lomba ‘Anak Hebat’ yang digelar Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) telah usai. Puluhan anak yang menjadi juara menerima beasiswa dari yayasan yang dipimpin oleh Ustadz Fadlan Garamatan ini. Rona gembira nampak dari wajah-wajah imut mereka, mulai yang mendapat juara pertama hingga juara harapan.

Hingga larut malam, para peserta lomba masih berada di Masjid Agung Baitul Makmur. Sambil membawa piala, medali dan piagam, mereka selfie di sana sini, berfoto ria dengan keluarga dan guru tercinta. Barangkali,  ini menjadi momen paling berkesan bagi bocah-bocah Muslim Fakfak.

Selain menjadi ajang adu bakat, lomba ‘Anak Hebat’ juga mengandung nilai pendidikan bagi putra-putri generasi Muslim Fakfak, Papua. Beberapa orang tua dari peserta kegiatan ini tidak mempermasalahkan apakah anaknya menjadi juara atau bukan.

“Masa kanak-kanak adalah massa bagaimana untuk kita menyiapkan generasi Islam di kabupaten Fakfak.

Juara atau tidak juara itu adalah hal yang biasa. Yang penting penampilan, berani tampil di depan,” ujar orang tua Fardi Anugerah Lamau, peserta lomba ‘Anak Hebat’.

Ustadz Fadlan Garamatan sendiri menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pendidikan supaya melahirkan generasi-generasi yang berkualitas di masa mendatang. Baik kualitas secara duniawi maupun ukhrowi (akhirat.red).

“Kegiatan ini bertujuan nelahirkan anak-anak Muslim Fakfak khususnya menjadi anak yang berkualitas. Anak anak yang menyapu membangun ketaatan kepada Allah dan membangun kebaktian anak-anak kepada orang tua,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pendidikan Islam merupakan hal penting dalam kehidupan. Hal itu demi menciptakan generasi yang semakin baik di masa depan. Karena tanpa pendidikan Islam di usia dini, hanya akan membuat generasi umat Islam mencintai dunia. Tanpa memperhatikan masalah akhirat.

Oleh sebab itu, kita perlu untuk mencontoh konsep pendidikan Islam sejak dini yang dilakukan warga Muslim Fakfak, Papua. Tak hanya sekedar berambisi juara, tapi menekankan percaya diri dan berani mencoba. Entah berhasil atau tidak, yang terpenting sudah mencoba. Karena hasil yang menentukan Allah Ta’ala.

Sebab, jika sebagai orang tua selalu menekankan supaya mengikuti kehendaknya, yang ada rasa tertekan pada anak. Inilah yang harus dijauhi oleh segenap orang tua Muslim. Biarkan anak-anak mengeksplorasi kemauan mereka, selagi dalam koridor syariat Islam. Dan jangan lupa memberikan dukungan sebesar-besarnya. Karena dukungan orang tua adalah pondasi terkuat dari cita-cita.

Penulis: Taufiq Ishaq (kt/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.