Larang Cadar, Begini bentuk "Toleransi" Jerman terhadap Muslim?

Menteri dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere
Headlineislam.com - Menyusul dukungan pelarangan cadar bagi wanita Muslim dari parlemen Jerman, Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere, mengatakan bahwa Jerman memiliki batas-batas toleransi antar budaya tersendiri, terutama terkait hubungan dengan imigran, yang mayoritas berasal negeri-negeri Muslim.

“Kita menjelaskan dan mengkomunikasikan nilai-nilai dan batas toleransi kita terhadap budaya lain,” katanya, seperti dikutip World Bulletin, Jum’at (28/04).

Larangan cadar diklaim untuk meningkatkan keamanan, guna mencegah serangan ekstremis. Mengacu pada serangan truk pada perayaan Natal di Berlin pada 19 Desember yang menewaskan 12 orang.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Anis Amri, seorang warga Tunisia berusia 24 tahun yang dituding sebagai pelaku ditembak mati empat hari kemudian oleh polisi Italia.

Langkah keamanan baru juga mencakup penggunaan gelang kaki elektronik, jika disetujui oleh hakim, untuk mereka yang dianggap berpotensi menimbulkan ancaman keamanan. Selain itu, mereka juga akan dimasukkan dalam sebuah sistem database, yang memungkinkan untuk diakses kepolisian nasional.

Pemerintah Jerman juga akan menerapkan peraturan Uni Eropa mengenai pertukaran data penumpang penerbangan untuk melawan terorisme dan kejahatan serius. Serangan fisik terhadap polisi, petugas darurat dan personil militer yang bertugas di masa depan akan dihukum lebih berat, dengan hukuman penjara lima tahun.

Sejak tahun 2015, Jerman telah menampung lebih dari satu juta imigran dan pengungsi, sebagian besar berasal dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Hal ini telah memicu reaksi xenofobia dan mendorong partai sayap kanan populis Alternatif untuk Jerman, berusaha menghubungkan arus masuk pengungsi dengan ancaman terorisme yang meningkat di negara itu.

Sumber: World Bulletin (kt/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.