Hanya karena Salah Ucap, Menteri di Jepang Mengundurkan Diri


Headlineislam.com - Seorang Menteri Jepang mengundurkan diri pada Rabu (26/07) setelah mengatakan bahwa lebih baik bencana alam melanda wilayah timur laut daripada Tokyo. Menteri tersebut bertugas mengawasi pembangunan kembali daerah hancur akibat tsunami pada 2011 dan bencana nuklir Fukushima.

Masahiro Imamura terpaksa berhenti setelah ucapannya pada Selasa (25/4/2017) di pesta untuk anggota parlemen Partai Demokrat Liberal (LDP), yang berkuasa, dan menjadi kejadian terbaru peristiwa serupa serangkaian anggota parlemen partai akibat tanggapan atau tingkah lakunya.

Saat berbicara tentang biaya akibat bencana alam itu, yang menyebabkan hampir 20.000 orang tewas atau hilang, Imamura mengatakan, "Lebih baik itu terjadi di timur laut."

Tanggapan tersebut muncul beberapa minggu setelah Imamura memicu kemarahan pada jumpa pers dengan meremehkan orang yang meninggalkan Fukushima karena ketakutan setelah bencana nuklir terburuk di dunia sejak Chernobyl itu, lalu meneriaki seorang pewarta dan bergegas keluar ruangan.

Tanggapan Imamura itu memicu teguran langsung dari Perdana Menteri Shinzo Abe, yang meminta maaf atas namanya. Pengunduran dirinya yang cepat ditujukan untuk meminimalkan kerusakan pada pemerintah Abe, yang telah dituduh berpuas diri tanpa adanya pihak oposisi.

"Ini adalah komentar yang sangat tidak pantas dan menyakitkan bagi orang-orang di zona bencana, sebuah tindakan yang menyebabkan orang-orang kehilangan kepercayaan padanya," kata Abe kepada wartawan setelah Imamura mengundurkan diri.

Persoalan tersebut masih sensitif karena bisnis regional telah berjuang untuk pulih sementara pekerjaan rekonstruksi berjalan lambat. Banyak keluarga pengungsi juga telah putus asa untuk kembali ke kota asal mereka.

Sumber : REUTERS/Kabar24.bisnis.com (si/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.