Efek Serangan Taliban, Menteri Pertahanan dan Panglima Militer Afghan Mengundurkan Diri


Headlineislam.com - Meskipun serangan spektakuler Taliban pada hari Jumat (21/04) pekan lalu telah usai, namun jumlah korban tewas di pihak militer Afghan terus bertambah. Hingga hari ini tercatat lebih dari 140 personil Angkatan Darat Afghan tewas menyusul serangan mematikan Taliban di markas komando mereka di propinsi Balkh bagian utara Afghanistan.

Akibat insiden memalukan tersebut, Menteri Pertahanan dan Panglima Tertinggi Militer Afghan mengundurkan diri, sementara Presiden Ashraf Ghani memecat empat komandan korps Angkatan Darat.

Seperti dilansir oleh Reuters bahwa kantor Kepresidenan mengumumkan melalui akun Twitter resmi, “Menteri Pertahanan Abdullah Habibi dan Panglima Militer Qadam Shah Shahim mengundurkan diri tidak lama setelah insiden itu terjadi.”

Juru bicara Kepresidenan, Shah Hussain Murtazawi, menyampaikan kepada Reuters bahwa pengunduran diri kedua pejabat tinggi Kabul itu terkait dengan inisden serangan pada hari Jumat yang menargetkan Markas Besar Angkatan Darat di kota Mazar-i-Sharif.

Murtazawi juga mengumumkan bahwa Presiden Ghani telah mengganti sejumlah komandan korps militer sebagai respon atas serangan tersebut. Di waktu yang sama, para petinggi di Departemen Pertahanan mengatakan sebanyak delapan personil Angkatan Darat ditangkap karena dicurigai berperan sebagai “orang dalam” yang terlibat membantu aksi serangan.

Pengunduran diri pejabat penting Kabul ini terjadi di saat Menteri Pertahanan AS James Mattis sedang mengunjungi negara itu.

Yayasan Pertahanan Demokrasi (FDD) yang menaungi situs Long War Journal mengaku sudah memperingatkan sejak beberapa tahun yang lalu akan ancaman kebangkitan Taliban. Dan juga, bagaimana kelompok insurjensi jihadis itu mengambil keuntungan dengan ditariknya sebagian besar pasukan AS dan fakta lemahnya militer Afghan.

Di samping itu, wilayah yang aman dan dukungan dari Pakistan semakin memudahkan Taliban untuk merebut kembali suatu wilayah. Sayangnya, NATO dan militer AS selalu bersikeras ingin meyakinkan bahwa semua “aman terkendali” di Afghanistan, termasuk membanggakan bahwa militer Afghan hasil binaan mereka sudah lebih dari mampu untuk mengemban tugas dan mengamankan negara.

Sejumlah pihak berharap serangan paling mematikan di markas Korps Shaheen ke-209 Angkatan Darat yang memakan banyak korban tewas ditangan tidak lebih dari 10 pejuang Taliban ini akan memberikan “jeda” kepada Menteri Pertahanan James Mattis untuk berfikir secara jernih dan mengevaluasi ulang mengenahi situasi di Afghanistan.

Sumber: TLWJ (kt/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.