Romo Syafii: Sejak Awal, Umat Islamlah yang Mengawal NKRI


Headlineislam.com - Sejarah mencatat bahwa kesepakatan tertinggi para pendiri bangsa Indonesia awalnya bukanlah Pancasila seperti yang sekarang ini, kesepakatan tertinggi The Founding Father kita adalah Piagam Jakarta. Demikian ditegaskan anggota Komisi III DPR RI H.R Muhammad Syafi'i fraksi Gerindra.

"Itulah yang dibahas di BPUPKI yang dipimpin Dr H. Radjiman Wedyodiningrat, kemudian dimantapkan lagi oleh PPKI dipimpin Ir Soekarno, keputusan akhirnya kita memang bukan negara Islam tetapi negara Nasionalis Republik dengan dasar Piagam Jakarta. Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya," ujar Syafi'i atau akrab disapa Romo kepada Suara Islam Online beberapa waktu lalu di Jakarta.

Namun, kata Romo, pada 18 Agustus 1945 saat akan dibakukan secara konstitusi, ada pihak Kristen dari timur berkeberatan dengan Piagam Jakarta itu dan akhirnya umat Islam merelakan yang penting persatuan dan kesatuan itu dicapai, yang akhirnya menjadi Pancasila seperti sekarang.

"Jadi Pancasila itu murni pemberian dari umat Islam, jangan di balik-balik, aparat keamanan jangan bikin narasi seolah-olah umat Islam anti Pancasila. Sekali lagi, jangan di balik-balik, Pancasila itu adalah hadiah dari umat Islam karena kesepakatan sebenarnya itu Piagam Jakarta," jelas Romo.

Demikian juga UUD 45 yang asli, bahwa Presiden harus orang Indonesia asli yang beragama Islam. "Ini mereka juga keberatan, akhirnya kalimat yang beragama Islam dan orang Indonesia asli itu dicoret, kemudian diobok-obok lagi oleh kekuatan asing menjadi presiden adalah orang Warga Negara Indonesia," tuturnya.

Jadi UUD 45 juga murni pemberian dari umat Islam, bahkan kata Romo, ketika Bung Karno membentuk konstituante untuk merumuskan kembali turunan dari Piagam Jakarta dalam konstitusi, yang kemudian ketika sudah hampir mencapai hasil, tapi situasi tidak menguntungkan, Presiden mengeluarkan dekrit 5 Juli 59, umat Islam saat itu juga tidak keberatan. "Jadi UUD 45 itu juga murni hadiah dari umat Islam," ungkapnya.

"Lalu NKRI, siapa yang tidak tahu ketika Bung Karno dan Bung Hatta ditangkap, kemudian diasingkan. Kita kosong kepemimpinan, kemudian Bung Karno memberikan mandat kepada Mr Syafrudin Prawiranegara untuk menjadi presiden memerintah republik ini," tambahnya.

Saat itu, kata Romo, banyak kekuatan meminta agar dia tetap jadi presiden, banyak dukungan yang disampaikan agar dia tetap menjadi presiden, tapi Mr Syafrudin Prawiranegara seorang Muslim yang taat ini, ketika Bung Karno dan Bung Hatta bebas, dia serahkan mandat itu kembali. "Jadi NKRI dikawal dari sejak lahirnya sampai hari ini oleh umat Islam Indonesia," jelas Romo.

Kemudian Bhinneka Tunggal Ika, kata Romo, yang paling siap Berbhineka Tunggal Ika itu adalah umat Islam.

"Jadi saya ingatkan kepada Kapolri, Kejaksaan, Presiden atau siapa saja di negeri ini, jangan mengatakan seolah-olah umat Islam itu menolak empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang paling konsisten dan yang telah terbukti melakukan itu adalah umat Islam," jelas Romo.

"Jadi kita mau bilang, dengan nasionalismenya NKRI ini, dari dulu sampai sekarang dan Insya Allah sampai ke depan, pasti yang mengawalnya adalah umat Islam Indonesia," tandasnya. (si/headlineislam.com)


EmoticonEmoticon