Penghina Kapolda Anton Ditangkap, Bagaimana dengan Penghina Al-Quran?


Headlineislam.com - Unit Cyber Krimsus Polda Jabar mengamankan pemilik akun Instagram @cuci.sepatumu, Febri Adi Saputro (23). Pemuda asal Yogyakarta itu diamankan karena telah menghina Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan di Instagram.

Febri ditangkap petugas di tempat usaha laundry sepatu (Cuci Sepatumu) miliknya di Jalan Rajawali, Kompleks Unires Putri UMY, Kecamatan Taman Tirto, Kasihan, Kabupaten Bantul, Jumat (27/1/2017). Febri ditangkap tanpa perlawanan.

"Pemilik akun Instagram @cuci.sepatumu ini kami amankan karena melakukan ujaran kebencian yang bersifat provokatif dan permusuhan di salah satu posting Instagram @antoncharliyan milik Kapolda Jabar," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus via pesan singkat, Sabtu (28/1/2017).

Yusri menjelaskan penangkapan itu berdasarkan laporan masyarakat yang menemukan kata-kata ujaran kebencian Febri melalui akun Instagram @cuci.sepatumu. Dalam posting itu, Febri menghina Anton Charliyan.

Mendapati laporan tersebut, kata dia, pihaknya langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Setelah beberapa pekan melacak pelaku, Unit Cyber Krimsus Polda Jabar akhirnya mengamankan pemilik akun tersebut.

"Yang bersangkutan mengakui telah melakukan ujaran kebencian tersebut karena emosional," ungkap dia.

Akibat perbuatannya, Febri dikenai Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 (penyebaran kebencian, permusuhan, dan provokasi) UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

"Kami sudah berkoordinasi dengan ahli pidana, ahli ITE, dan ahli bahasa yang menegaskan bahwa perbuatan (Febri) terpenuhi dalam unsur pasal yang dipersangkakan," kata Yusri.

"Saat ini pelaku sudah berada di Markas Polda Jabar dalam rangka riksa lebih lanjut," dia menambahkan. (ut/headlineislam.com)


EmoticonEmoticon