Menasehati Pemimpin Boleh Secara Terbuka, Tidak Mesti Sembunyi-Sembunyi

SHARE:

Media Islam Indonesia


(Bantahan Ahlus Sunnah Terhadap Syubhat Mulukiyyah, Kaum Murji’ah Penjilat Penguasa)

Oleh: Maaher At-Thuwailibi

Headlineislam.com - Kata mereka, haram mengkritik penguasa secara terang-terangan. Menasehati penguasa (pemimpin) mesti sembunyi-sembunyi.

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Ibnu Abi Ashim dalam kitab As-Sunnah, riwayat Ahmad dalam kitab Musnadnya, dan riwayat Al-Hakim dalam kitab Mustadraknya yang menyatakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa 'alihi wa sallam :

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِذِيْ سُلْطَانٍ فَلاَ يُبْدِهِ عَلاِنِيَةً وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوْ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلاَّ كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِيْ عَلَيْهِ

“Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa, maka janganlah menyatakannya di depan umum dengan terang-terangan. Hendaklah ia memegang tangan penguasa itu (dan mengajaknya ke tempat tersembunyi). Maka bila penguasa itu mau mendengar nasehat tersebut, itulah memang yang diharapkan. Tetapi bila tidak mau mendengar nasehat itu, sungguh penasehat itu telah menunaikan apa yang diwajibkan atasnya”.

Inilah dalil yang sering dijadikan hujjah (argumentasi) bahwa tidak boleh menasehati penguasa di tempat umum yakni secara terang-terangan.

HADITS INI DHA’IF.

Silahkan baca kitab Adh-Dhu’afa’ Al-Kabir karya Al-Imam Al-‘Uqaili.

Sehingga gugurlah hujjah orang-orang yang mengatakan bahwa tidak boleh mengoreksi penguasa di tempat umum secara mutlak tanpa perincian (tafshil).

Muncul pertanyaan, apakah ketika dalil mengoreksi/mengkritisi penguasa di tempat umum itu dha'if (lemah), kemudian boleh mengoreksi penguasa dihadapan umum (secara terbuka)?

Jawabannya: BOLEH jika dapat mendatangkan maslahat.

Contoh kasus, Ahok penista agama dibiarkan oleh pengusa dan terkesan dilindungi. Penista agama yang harusnya di penjara, justru terkesan dibela. Melindungi penista agama adalah kezoliman yang bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam. Lalu, perwakilan ummat dari kalangan tokoh dan ulama pun mendatangi penguasa dengan cara yang terhormat, tetapi tidak diindahkan dan tidak mendatangkan maslahat buat ummat. Ulama dan ummat pun semakin marah dan kecewa karena agama mereka di hina, kitab suci mereka di nista. Akhirnya para ulama, tokoh ummat, dan aktivis dakwah secara bersamaan melakukan kritik terbuka terhadap pemerintah yang ada. Menuntut keadilan atas penista agama. Mengkritik rezim penguasa lewat sarana yang ada; dengan pembentukan opini, lewat medsos, ceramah-ceramah, tabligh akbar, seminar, tulisan-tulisan, aksi-aksi damai, dst. Akhirnya, pemerintah pun sedikit mulai peduli dengan suara ummat. Setidaknya si penista agama diperiksa, diadili, dst. Tentu mendatangkan maslahat to?

Maslahat lainnya adalah, ummat menjadi sadar akan pentingnya persatuan dan berlapang dada dalam menyikapi perbedaan. Dalam kasus-kasus besar dan urgent seperti ini maka boleh mengoreksi atau mengkritisi pemerintah secara terbuka selama hal itu dapat mendatangkan maslahat. Bahkan termasuk jihad yang paling afdhol.

Adakah dalil shahih yang membolehkan hal tersebut?

Jawabannya; Ada. Dalilnya adalah Sabda Rasulullah ‘alaihi shalawatu wa salam:

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

”Seutama-utama jihad adalah menyampaikan kalimat yang adil (yang haq) kepada penguasa (sulthan) yang zalim.”

(HR Abu Dawud 4346, Tirmidzi no 2265, dan Ibnu Majah no 4011).

Dalil ini mutlak, artinya disyari’atkan mengkritik penguasa yakni tanpa menyebut batasan tertentu mengenai caranya, apakah secara terbuka atau tertutup. Maka boleh hukumnya mengkritik penguasa secara terbuka, berdasarkan kemutlakan dalil tersebut, sesuai kaidah ushuliyah yang berbunyi: “al-ithlaq yajri ‘ala ithlaqihi maa lam yarid dalilun yadullu ‘ala taqyiid” (dalil mutlak tetap dalam kemutlakannya, selama tidak ada dalil yang menunjukkan batasan/syarat yang mengikatnya).

Intinya, menasehati atau mengkritik penguasa itu memang harus dengan ma'ruf, santun dan beradab. Karena memang demikian hukum asal dalam amar ma’ruf (menyampaikan kebenaran); baik kepada penguasa (umaro’) atau bukan. Hukum asal memberi nasehat adalah dengan cara ma’ruf. Tetapi tidak berarti ada batasan syar’i harus sembunyi-sembunyi atau terang-terangan. Segala sesuatunya di kembalikan kepada kondisi dan ditimbang mashlahat dan madharrat. Sedangkan maslahat-madharrat ini kaitannya untuk kepentingan ummat secara menyeluruh, bukan untuk kepentingan satu kelompok saja atau kalangan tertentu saja.

Menasihati/mengkritik penguasa (baik secara sembunyi atau terbuka) bukan soal salah benarnya, tetapi soal efektifitas. Sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Utsaimin rahimahullah. Bisa jadi ada penguasa yang hanya bisa dirubah kezhalimannya dengan tekanan moral dan mental dari rakyatnya sehingga cara ini lebih efektif, dan ada model penguasa (pemerintah) yang bisa dirubah dengan cara tertutup, dinasihati oleh orang terdekatnya secara rahasia misalnya, dst.

Tetapi, tidak ada satupun ulama Ahlus Sunnah yang mengatakan bahwa mengkritik penguasa secara terbuka adalah bentuk pemberontakan bahkan khawarij. Sampai-sampai disamakan dengan aksi-aksi bakar diri. Ini adalah pengertian yang amat jauh dan sangat di paksakan. Doktrin ngawur yang membodohi ummat secara massal.

Menasehati/mengkritik penguasa dan mengingkari penguasa bukan berarti mengajak memberontak. Karena memberontak penguasa (revolusi) ini memiliki syarat yang sangat ketat di dalam syari’at yang mulia ini. Mengingkari penguasa dengan ma’ruf adalah manhaj Ahlus Sunnah. Bukan dengan bakar-bakar diri dihadapan publik. Kadi Anda tidak perlu lebay; nasehat kepada penguasa Anda samakan dengan pemberontakan dan aksi bakar diri. Tidak usah membodohi ummat dengan retorika usang yang demikian konyol.

Kalangan yang memvonis bahwa mengkritik penguasa hukumnya haram secara terbuka adalah trend kelompok mulukiyyah (sekte murji’ah modern yang memang dipelihara oleh penguasa). Sejatinya, mereka tidak terima dianggap mulukiyyah, tetapi begitu gampang memvonis kalangan lain dengan “khawarij”, “hizbi”, “takfiri”, dst. Wal-‘Iyaadzubillah. Sedangkan Ahlus Sunnah menimbang segala sesuatunya dengan timbangan syariat yang bersumber dari dalil naqli dan aqli. Bukan dengan kepentingan kelompok (hizbiyyah) dan hawa nafsu. Wallahu A’lam bis Shawab.

Saatnya mencerdaskan ummat dengan teladan salaf, mari bangkit dari kebodohan dan taqlid buta yang membinasakan.

Editor : Arham

COMMENTS

Terbaru$type=blogging$cate=2$count=8

Name

#larangan perayaan valentine,5,Aa Gym,7,Abdul Fattah al-Sisi,1,Abdul Muid Badrun,1,Abdul Somad,9,Abdullah Hadrami,2,Abu Bakar Ba'asyir,1,Abu Husein Maaher At-Thuwailibi,22,Abu Muhammad Waskito,1,Aceh,2,Ade Armando,2,Adi Hidayat,1,Afghanistan,3,Afrika,1,Ahmad Dhani,5,Ahok,216,Akhir Zaman,1,Akidah,1,Aksi 212,8,Aktivis 98,1,Al-Qidah,1,Al-Qur'an,5,Aleppo,5,Aliran Kepercayaan,1,Amerika Serikat,14,Amien Rais,4,Anies Baswedan,4,Anies-Sandi,3,ANNAS,2,Ansharus Syariah,1,Anton Charlyan,1,Anton Medan,2,Arab Saudi,4,Artikel,130,Aswaja,2,Bali,3,Bandung,1,Bangka Belitung,1,Banser,4,Banten,1,Bashar al-Assad,1,Bekasi,1,Berita Islam,10,Berita Pilihan,251,Bima Arya,1,Biografi,6,Bioterorisme,1,Blusukan,1,BNN,1,Boikot,1,BPJS,1,BSSN,2,Buni Yani,3,Buya Yahya,3,China,18,Ciamis,1,Cianjur,1,Dai,1,Dari Anda,20,Data Syiah,6,Dedi Mulyadi,2,Demontrasi,24,Densus,2,Din Syamsuddin,4,Djarot,2,Donald Trump,3,DPR,7,DPRD,1,Dr. Ahmad Zain An-Najah,1,Dunia Jihad,47,E-KTP,1,Ekonomi,6,Fadlan Garamatan,1,Fadli Zon,5,Fahira Idris,4,Fahmi Salim,1,Fahri Hamzah,4,FAO,2,Farid Nu'man Hasan,3,Fatwa MUI,4,Felix Siauw,2,Filipina,1,Film,1,Fiqih,1,Firoq,5,Fitra Hudaiya NA,1,FMI,1,Fokus,2,FPI,15,Fuad Bawazier,1,FUI,1,Game,1,Gatot Nurmantyo,1,Ge Pamungkang,3,GEPRINDO,2,Gerindra,2,GMBI,4,GNPF MUI,3,Golkar,1,GP Anshor,3,Gusdur,1,Habib Husein Al-Habsyi,1,Habib Novel,2,Habib Rizieq,60,Habibie,2,Haji,2,Hamas,1,Hary Tanoe,1,Hasyim Muzadi,3,Hermansyah,2,Hidayat Nur Wahid,2,Hilary Clinton,1,Hizbullah,1,HMI,5,HNW,1,Hoax,2,Hollywood,2,HTI,4,Hukum,2,Ignasius Jonan,1,IKADI,1,Ikhwanul Muslimin,1,Imam Abu Dawud,1,Info Event,26,Inggris,1,Internasional,288,IPB,1,Irak,1,Iran,13,Irene Handono,1,ISIS,7,Israel,6,Jakarta,23,Jaksa Agung,1,Jambi,4,Jawa Barat,5,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,Jeje Zainuddin,1,Jember,1,Jepang,1,Jerman,3,Jihad,4,Jokowi,93,Joshua Suherman,2,Jusuf Kalla,7,Kaesang,10,Kalbar,2,Kalitim,1,Kanada,1,Kapolri,17,Karate,1,Kebenaran Ucapan Nabi,1,Keluarga,6,Kemenag,6,Kesehatan,28,KH Tengku Zulkarnain,5,KH. Cholil Ridwan,1,KH. Muhammad Arifin Ilham,2,KH. Muhmmad Al-Khaththath,1,KH. Zulkarnain,1,Khazanah,1,Khilafah,2,Kisah,28,Kisah Muslim,2,Kivlan Zein,3,Koalisi Teluk,1,KOKAM,1,Kominfo,2,Komnas Ham,2,Komtak,1,Korea utara,2,KPK,1,Kristen,6,Ksatria Islam,1,Laskar Merah Putih,1,Lebanon,1,LGBT,21,Lombok,2,Lukman Hakim,3,Luthfi Bashori,1,Ma'ruf Amin,9,Maariya,1,Mahasiswa,3,Majelis Mujahidin,1,Malaysia,4,Manhaj,1,Masyumi,1,Mataram,1,Medan,1,Megawati,1,Menaker,1,Mendagri,2,Mesir,3,Metro TV,1,Miras,1,Motivasi,1,MPR,1,Muallaf,5,Muhammad Hidayat Situmorang,1,Muhammadiyah,12,MUI,21,Mujahid 212,1,Munarman,3,Muslimah,60,Myanmar,7,Nanang Burhanuddin,1,Nasihat,9,Nasional,1083,Natal,6,News,776,NKRI,1,Novel Baswedan,1,NTB,2,NU,25,Nusa Tenggara Timur,2,Oemar Mita,1,Opie Kumis,1,Opini,59,Padang,9,Palestina,83,Papua,5,Pastur,3,Paul Pogba,1,PBB,2,PBNU,5,PDIP,2,Pemerintah RI,10,Pendeta,1,Pendidikan,10,Penghafal Al-Qur'an,1,Penguasa,1,Penistaan Agama,7,Perancis,1,Pernikahan,1,Pesantren,2,PII,1,Pilkada,2,PKB,1,PKI,35,PKS,2,PLN,1,Plurslisme,1,PMKRI,1,Polda Metro Jaya,2,Polisi,46,Politik,9,Polri,10,Ponorogo,2,PPP,1,Prabowo,3,Provokator,1,Puasa,3,Purwakarta,2,Qatar,3,Rachmawati Soekarnoputri,1,Ragam,1,Raja Salman,1,Recep Tayyip Erdogan,1,Remaja,6,Rezim Jokowi,9,Riau,1,Rio Haryanto,1,Riyadh Bajrey,1,Rizal,1,Rohingya,1,Rohis,1,Romo Syafii,3,Rusia,10,Sadiq Khan,1,Sahabat Nabi,2,Sahlan Ahmad,4,Said Agil Siradj,9,Salafy,11,Sandiaga Uno,1,Santoso,1,SBY,7,Sejarah,12,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,5,Semaun,1,Sepatu,1,Setya Novanto,2,Singapura,1,Solo,5,Starbucks,11,Suami-Istri,1,Sulawesi Tenggara,1,Sumut,1,Suriah,8,Syaikh Arifi,1,Syam,56,Syiah,315,Tabi'in,2,Tahukah,5,Tahun Baru,1,Taliban,3,Tanggapan,1,Tazkiyah,26,Teknologi,10,Thailand,2,Tips,3,Tito Karnavian,6,TKA,1,TNI,12,Tokoh Islam,3,Tsaqofah,25,Turki,13,UBN,5,UI,1,UIN,2,Ukraina,1,Ulama,2,Ulil,1,Umroh,1,Vaksin,5,Valentine,5,Video,77,Whatsapp,1,Wiranto,2,Yazid Jawaz,1,Yogyakarta,1,Yunani,1,Yusril,2,Zaitun Rasmin,1,Zakir Naik,3,Zaskia Mecca,1,Zona Z,122,
ltr
item
Headlineislam.com - Media Islam Indonesia: Menasehati Pemimpin Boleh Secara Terbuka, Tidak Mesti Sembunyi-Sembunyi
Menasehati Pemimpin Boleh Secara Terbuka, Tidak Mesti Sembunyi-Sembunyi
Media Islam Indonesia
https://1.bp.blogspot.com/-Zb4pbkEQdyw/WI9PVOJQ2fI/AAAAAAAAIaE/hIdhxFNF8Nk0mJ8P1uYHx9cgNf2YXp0vACLcB/s640/Menasehati%2BPemimpin%2BBoleh%2BSecara%2BTerbuka%252C%2BTidak%2BMesti%2BSembunyi-Sembunyi%2B-%2BHeadlineislamcom.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Zb4pbkEQdyw/WI9PVOJQ2fI/AAAAAAAAIaE/hIdhxFNF8Nk0mJ8P1uYHx9cgNf2YXp0vACLcB/s72-c/Menasehati%2BPemimpin%2BBoleh%2BSecara%2BTerbuka%252C%2BTidak%2BMesti%2BSembunyi-Sembunyi%2B-%2BHeadlineislamcom.jpg
Headlineislam.com - Media Islam Indonesia
http://www.headlineislam.com/2017/01/menasehati-pemimpin-boleh-secara-terbuka-tidak-mesti-sembunyi-sembunyi.html
http://www.headlineislam.com/
http://www.headlineislam.com/
http://www.headlineislam.com/2017/01/menasehati-pemimpin-boleh-secara-terbuka-tidak-mesti-sembunyi-sembunyi.html
true
6541648353271730989
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy