Khawatir Dihancurkan, AS Sejajarkan Ikhwanul Muslimin dengan ISIS dan Al-Qaidah


Headlineislam.com - Calon Sekretaris Negara era presiden AS Donald Trump, Rex Tillerson, mengatakan bahwa pemerintahannya akan menempatkan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) dalam sebuah organisasi yang disebut sebagai “Islam Radikal”, sebagaimana organisasi ISIS dan Al-Qaidah.

Tillerson menambahkan bahwa mengalahkan ISIS menjadi prioritas pertama dan paling penting dalam kebijakan Trump di Timur Tengah. Selain itu, negara, organisasi maupun individu yang menyediakan dukungan untuk organisasi teroris akan dikenai “konsekuensi serius” atas hal tersebut.

Pada bulan Februari silam, Kongres AS membuat sebuah rancangan untuk memasukkan organisasi Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar teroris. Sementara itu, Kepala Komite Kehakiman dalam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, Bob Goodlatte mendesak agar organisasi Ikhwanul Muslimin dimasukkan dalam daftar teroris. Menurutnya, organisasi itu memiliki pemikiran terorisme dan menimbulkan ancaman bagi warga AS dan keamanan nasional.

Di sisi lain, Anne Patterson, asisten menteri luar negeri untuk urusan Timur Tengah di era Obama, mengatakan pada April lalu, bahwa posisi pemerintah AS dan Departemen Luar Negeri selama beberapa tahun terakhir terhadap Ikhwanul Muslimin adalah tidak menganggapnya sebagai organisasi teroris .

Patterson menambahkan bahwa Ikhwanul Muslimin sejak bertahun-tahun lalu menolak kekerasan, dan mereka juga memiliki partai politik yang memiliki legitimasi di banyak negara Timur Tengah. Meskipun diketahui, Pemerintah Mesir pada akhir 2013 telah menetapkan organisasi tersebut sebagai teroris dan melarang seluruh kegiatannya. (kt/headlineislam.com)


EmoticonEmoticon