Banyak Ulama dan Masyarakat Kecewa dengan Kepemimpinan NU yang Sekarang


Headlineislam.com - Redaksi NUGarisLurus.com melakukan wawancara dengan Cucu cicit Maha Guru NU Syaikhona Cholil Bangkalan, KHR. Muqtafi Abdullah Schal yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Sirrul Kholil, Bangkalan, Madura. Beliau yang juga Mustasyar Mabes NU Garis Lurus ini memberikan banyak wejangan tentang kondisi NU terkini juga tragedi memilukan antara FPI dan ormas GMBI.

Bagaimana pandangan Kiai tentang perkembangan umat Islam saat ini?

Saya kira perkembangan umat Islam akhir-akhir ini semakin memprihatinkan. Beberapa waktu yang lalu saya sowan kepada Ra Lilur, panggilan akrab KHR Kholilurrohman, cucu Syaikhona Cholil Bangkalan, saya bertanya tentang hal-hal yang perlu kita hadapi. Beliau menjawab, kuatkan, harus banyak bersabar, itu sudah biasa, cobaan, karena kondisi semakin memprihatinkan.

Tanggapan Kiai terhadap pertemuan para alim ulama di Sukorejo Situbondo yang dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin bagaimana?

Saya kira itu pertemuan yang sangat bagus. Apalagi pertemuan yang dihadiri oleh para pengasuh pesantren tersebut menghasilkan banyak keputusan yang dibacakan oleh Rais Aam, antara lain tentang rencana evaluasi terhadap kepemimpinan Kiai Said Agil Siraj di PBNU. Dalam keputusan tersebut secara tekstual disampaikan, bahwa PBNU selaku sopir para ulama, apabila melakukan kelalaian maka perlu diingatkan.

Secara kontekstual, keputusan tersebut dapat mengarah, bahwa PBNU sebagai sopir, apabila si sopir itu mabuk atau ugal-ugalan, sehingga kendaraan kluar dari jalan raya, berarti kan harus diganti dengan sopir yang sehat dan normal. Logikanya kan begitu.

Menurut Kiai, apakah Kiai Said Agil itu dapat diibaratkan sebagai sopir yang mabuk dan ugal-ugalan?

Saya kira hal ini kita perlu evaluasi lebih mendalam. NU secara organisasi adalah singkatan dari Nahdlatul Ulama, kebangkitan para ulama. Dalam melangkah para ulama pasti mengikuti bashiroh (pandangan hati), bukan bisyaroh apalagi ujroh, sesuai dengan kitab-kitab mu’tabaroh, dan selalu melakukan istikhoroh (minta petunjuk kepada Allah). Kalau kita perhatikan, heran saja, contoh Fatwa yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kitab mu’tabaroh, seperti tentang shalat Jumat di jalan raya dan statemen-stateman lainnya. NU  itu kan singkatan Nahdlatul Ulama bukan Nahdlatul Umala, kata jamak dari lafal ‘amiil, Saya perhatikan banyak ulama dan masyarakat awam kecewa dengan kepemimpinan NU yang sekarang.

Akhir-akhir ini Kiai Said Agil diberitakan telah mengislamkan beberapa orang dari Jepang Menurut Kiai bagaimana?

Saya kira ini hal yang wajar. Cuma dalam kasus tersebut saya kira tidak mengangkat reputasi beliau sebagai Ketua NU. Mengapa? Kita perlu bertanya, mengapa orang tersebut masuk Islam?Apakah karena mendengar ceramah dari Ketua Umum, atau justru masuk Islam karena orang lain, lalu dibawa kepada beliau untuk diberitakan sebagai propaganda. Ini persoalan juga.

Di sisi lain, umat Islam, termasuk warga NU tidak sedikit yang keluar dari Islam dan masuk Kristen. Kira-kira apa langkah-langkah beliau untuk menangkis mereka?

Beberapa tahun yang lalu, kita masih ingat Ahmad Mushaddeq, yang pernah kalau debat dengan Ketua Umum kita ketika menyebarkan agama baru yang bernama al-Qiyadah. Ternyata lama-lama, Ahmad Mushaddeq membuat agama baru lagi, bernama GAFATAR. Nah, apa hasil debat yang dulu?

Mengomentara bentrokan antara FPI dan GMBI bagaimana?

FPI dan GMBI sama-sama saudara kita. Yang kita takutkan ada kelompok tertentu yang memperalat untuk menyerang FPI secara zalim. Dalam hal ini, kita kembali kepada kaedah dalam hadits, unshur akhooka zholiman au mazhluuman. Kedua pihak harus kita tolong. Yang dizalimi harus kita bantu untuk memenuhi haknya. Sementara yang zalim, harus kita tolong agar berhenti melakukan kezaliman.

Wallahu Alam (ngl/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.