Ciri Khas PKI adalah Memusuhi Ulama dan Santri


Headlineislam.com - Pemberontakan dan kekejian Partai Komunis Indonesia (PKI) sampai kapanpun tampaknya tak bisa dimaafkan dan tak akan bisa dilupakan oleh bangsa ini. Berkali-kali partai berlambang palu arit itu kerap berulah dengan melakukan kudeta (makar).

Sejarah mencatat, sejak bangsa ini merdeka pada tahun 1945, PKI sudah beberapa kali melakukan pemberontakan. Wakil Sekretaris PBNU Abdul Mun’im DZ mengatakan pembantaian ulama oleh PKI misalnya, kata dia berawal ketika PKI tidak mengakui revolusi kemerdekaan 1945 yang dideklarasikan oleh Soekarno dan Moh. Hatta. Sebaliknya PKI mendeklarasikan revolusi sendiri pada tahun 1948. Saat itulah pemberontakan pertama PKI dilakukan.

Mun’im melanjutkan, Nahdlatul Ulama (NU) kala itu memang selalu melakukan dukungan penuh terhadap Bung Barno dan Moh. Hatta dalam membangun bangsa Indonesia. Dan PKI malah membuat gerakan perlawanan dan mencoba untuk melakukan gerakan coup d’État (kudeta) terhadap posisi dari Bung Karno dan Bung Hatta.

NU dianggap sebagai musuh yang sangat berbahaya oleh PKI karena secara kuantitas NU adalah organisasi yang mempunyai basis massa yang besar dan kiyai mempunyai pengaruh yang kuat terhadap warga NU. Maka tidak heran jika NU dianggap sebagai batu sandungan oleh PKI. Dan PKI menculik kiyai-kiyai dan membunuhnya.

Kekejaman PKI terhadap kyai, santri dan ulama juga terekam dalam buku berjudul Ayat-ayat yang Disembelih karya Anab Afifi dan Thowaf Zuharon. Di buku yang diangkat dari kisah nyata korban kekejian PKI itu, kedua penulis menjelaskan bahwa PKI pertama kali melakukan gerakan revolusioner yang disebut formal fase nonparlementer, yakni pengambilalihan kekuasaan dari pemerintah yang sah.

Usaha kudeta itu disertai penculikan dan penganiayaan serta pembunuhan sejumlah penduduk sipil, para ulama, santri, pejabat, dan polisi. Anab Afifi mengungkap bagaimana kekejaman PKI di Tegal dan sekitarnya. Kekejian pertama PKI yaitu pada penghujung tahun 1945, tepatnya Oktober.

Di kota ini, ada seorang pemuda PKI di Slawi, Tegal, Jawa Tengah, berjuluk Kutil (nama asli Sakyani). Ia telah menyembelih seluruh pejabat pemerintah di sana. Sakyani juga melakukan penyembelihan besar-besaran di Brebes dan Pekalongan. Sakyani mengarak Kardinah (adik kandung RA Kartini) keliling kota dengan sangat memalukan, syukurlah ada yang sempat menyelamatkan Kardinah, tepat beberapa saat sebelum Kutil memutuskan mengeksekusi Kardinah.

Selanjutnya kisah nyata kekejaman PKI terjadi di Kota Lebak, Banten. Kekejian datang dari Ce’Mamat, pimpinan gerombolan PKI dari Lebak (Banten) yang merencanakan menyusun pemerintahan model Uni Soviet. Gerombolan Ce’Mamat berhasil menculik dan menyembelih bupati Lebak R. Hardiwinangun di jembatan sungai Cimancak pada tanggal 9 desember 1945.

Kemudian di Jakarta, Jalan Oto Iskandar Dinata di selatan Kampung Melayu. Dimana seorang tokoh nasional Oto Iskandar Dinata dihabisi secara keji oleh Laskar Hitam Ubel-Ubel dari PKI, pada desember 1945.

Daerah Sumatera dan Jawa

Di Sumatera Utara, juga banyak menyimpan kisah yang tak kalah memiriskan. Di sana PKI menumpas habis seluruh keluarga (termasuk anak kecil) Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura, pada Maret 1946. Tak hanya itu, anggota PKI juga merampas harta benda milik kerajaan. Dalam peristiwa ini, putra mahkota kerajaan Langkat, Amir Hamzah (banyak dikenal sebagai penyair), ikut tertumpas. Tak ada lagi penerus kerajaan Langkat.

Masih di tanah Sumatera, tepatnya di Pematang Siantar, PKI menunjukkan kebrutalannya. Pada 14 Mei 1965, PKI melakukan aksi sepihak menguasai tanah-tanah negara. Pemuda Rakyat, Barisan Tani Indonesia (BTI) dan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) melakukan penanaman secara liar di areal lahan milik Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Karet IX Bandar Betsi.

Pembantu Letnan Dua yang sedang ditugaskan di perkebunan kebetulan menyaksikan aksi perilaku anggota PKI tersebut. Sudjono pun memberi peringatan agar aksi dihentikan. Bukannya pergi, para anggota PKI ini justru berbalik menyerang dan menyiksa Sudjono. Akibatnya, Sudjono tewas dengan kondisi yang amat menyedihkan.

Sementara di daerah Jawa Timur salah satu kekejian PKI ketika mereka menghadang Gubernur Jawa Timur RM Soerjo, sepulangnya dari lawatan menghadap Soekarno. Di tengah jalan, mobil Gubernur Soerjo bersama dua pengawalnya dicegat pemuda rakyat PKI. Mereka lalu diseret menggunakan tali sejauh 10 kilometer hinga meregang nyawa, lalu mayatnya dicampakkan di tepi kali.

Begitupun di Madiun. PKI menusuk dubur banyak warga desa Pati dan Wirosari (Madiun) dengan bambu runcing. Lalu, mayat mereka ditancapkan di tengah-tengah sawah, hingga mereka kelihatan seperti pengusir burung pemakan padi. Diantaranya wanita, ditusuk kemaluannya sampai tembus ke perut, juga ditancapkan ke tengah sawah.

Sebenarnya masih banyak lagi fakta-fakta mengerikan PKI terhadap para ulama dan tokoh-tokoh lainnya yang terekam dalam buku tersebut. Tahun 2009 lalu, sejarawan Aminudin Kasdi secara terang-terangan membuka rahasia rencana besar Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terdapat dalam buku saku berhudul ABC Revolusi, keluaran Comite Central (CC) PKI pada 1957. Buku saku itu berupa dokumen penting yang ditemukan Aminudin Kasdi berisi tiga rencana revolusi atau pemberontakan PKI di Indonesia menuju negara komunis.

Sementara itu, masih mengenai kekejian PKI pada ulama dan satri Ketua Umum PBNU Kyai Said Aqil Siradj kepada RMOL (15/6/2016) menceritakan bagaimana waktu itu (1965) PKI sangat-sangat menghina dan melecehkan umat Islam. Sampai-sampai sering terjadi bentrok fisik. Ada pengajian NU diserang, di Blitar, di Banyuwangi. “Saya melihat sendiri ya, di Ciwaringin itu kecamatan saya. Ada tokoh PKI setelah diciduk, di rumahnya, konon ada sumur untuk mengubur siapa-siapa yang diculik. Termasuk ayah saya. Jadi ada itu,” ungkapnya.

Mengenai kisah almarhum ayahnya, Kyai Said bercerita bahwa ayahnya juga kerap menjadi incaran para anggota PKI. “Ya Ayah saya sering diganggu ketika dakwah. Misalkan, waktu itu belum ada listrik ya, ayah saya kan pakainya dokar ketika dakwahnya itu, nanti di tengah-tengah jalan ada batu sampai ku­danya jatuh. Sabotase seringlah. Pernah juga, sound system-nya diganggu. Kan waktu itu pakai diesel listrik kan, dieselnya di­ganggu. Itu contoh kecil ya,” ujar dia. (nn/headlineislam.com)

Hamas Ingatkan Rencana Besar AS Abad Ini terkait Palestina

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh
Headlineislam.com - Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menawarkan Abu Dis, sebuah daerah pinggiran Yerusalem kepada Otoritas Palestina (PA) sebagai alternatif bagi Yerusalem Timur untuk dijadikan ibu kota negara Palestina masa depan.

Berbicara dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin Palestina di Jalur Gaza, Haniyeh kembali mengecam keputusan Presiden Amerika baru-baru ini untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Ia menyebutnya sebagai sebuah tipuan untuk menghancurkan tujuan Palestina sesuai dengan kesepakatan abad ini.

“AS masih menawarkan kesepakatan dan terus berada di sisi Otoritas Palestina dengan cara apa pun, untuk memberi mereka modal atau entitas di daerah Abu Dis, jauh dari Yerusalem, dengan jembatan yang menghubungkan Masjid Al-Aqsha yang memungkinkan untuk mengerjakan sholat dengan bebas,” katanya pada Selasa (26/12/2017).

Haniyeh mengatakan beberapa pasukan Israel berusaha untuk membagi Tepi Barat menjadi tiga bagian, selain menciptakan entitas politik di Jalur Gaza menggunakan kekuatan militer.

Haniyeh lalu memperingatkan pemain lokal, regional dan internasional untuk tidak menerima rencana AS untuk Timur Tengah, yang belum dipublikasikan.

Ia juga mengatakan keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel membuat dampak baru yang dapat mempengaruhi hubungan antara Palestina dan Yordania. Haniyeh mengutip laporan diskusi mengenai sebuah alternatif tanah air untuk warga Palestina dan sebuah konfederasi antara Yordania dan Palestina.

Haniya mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Raja Abdullah dari Yordania tentang apa yang dia lihat sebagai bahaya yang akan timbul dari keputusan Yerusalem, yaitu proyek pemukiman Israel yang terus berjalan dan alternatif tanah air bagi bangsa Palestina.

Dia kemudian meminta warga Palestina dan negeri-negeri kaum muslimin untuk melanjutkan perlawanan mereka terhadap keputusan Trump. Terkait rekonsiliasi Fatah dan Hamas, Haniyeh mengatakan bahwa isu internal dan politik perlu ditangani dengan cepat agar pemerintah persatuan dapat segera terwujud.

Dia kemudian mengeluarkan sebuah peringatan mengenai konsekuensi buruk dari lambannya pelaksanaan perjanjian rekonsiliasi yang ditengahi Mesir, yang ditandatangani pada bulan Oktober di Kairo oleh perwakilan Fatah dan Hamas.

Sumber: Al-Jazeera (kt/headlineislam.com)

Hati-hati dalam "MEMBID'AHKAN", Ustadz Abdullah Hadrami Bongkar Kalau Itu Sistem Pecah Belah diantara Umat Islam


Headlineislam.com - Tanpa sadar saat ini Umat Islam dibuat terpecah-belah oleh musuhnya. Diantara hal yang membuat perpecahan itu adalah suka membid'ahkan. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Ustadz Abdullah Hadrami dalam video singkat di bawah ini. Selamat menyimak hingga selesai.



(aus/headlineislam.com)

Penanaman Agama agar Anak Terhindar dari Kekerasan Seksual


Headlineislam.com - Kepala Dinas Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Riau, T. Hidayati Effiza, mengajak perempuan untuk memperkuat penanaman aqidah agama pada anak untuk menghindari kasus kekerasan dan kejahatan seksual pada mereka.

"Tindakan ini penting. Apalagi, kasus kekerasan dan kejahatan seksual pada anak secara nasional sudah berada dalam kondisi gawat darurat dan Provinsi Riau termasuk peringkat tertinggi nasional," kata Hidayati di Pekanbaru, Riau, Kamis.

Selain diyakini mampu melindungi anak dari ancaman kejahatan seksual, penanaman nilai-nilai agama dan budaya dalam keluarga akan membuat generasi muda itu kelak menjadi generasi yang tangguh dan berkualitas. Aqidah yang kuat, katanya, bisa membentengi mereka untuk tidak gampang terpengaruh hal-hal negatif. Tentunya mereka akan tidak mudah dilecehkan dan dapat terhindar dari kekerasan.

"Oleh karena itu, perempuan Riau perlu terus menerus membekali anak mereka dengan akhlak yang tinggi,'' katanya. ''Di samping itu, perempuan perlu mengikuti perkembangan zaman agar tidak ketinggalan informasi dam teknologi.''

Penguasaan IT bagi perempuan, katanya, sebagai bentuk upaya agar perempuan Riau lebih berdaya guna, hebat dan mandiri. Hal tersebut perlu terus didukung oleh Pemprov Riau melalui Dinas P3A serta lintas terkait lainnya dengan berbagai macam program dan kegiatannya.

Kebijakan ini diperlukan agar perempuan Riau kelak lebih mandiri dan cerdas serta berkualitas sehingga mampu bersaing. Jika ditemukan kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak dan perempuan di Riau, maka mereka harus berani mengadu ke Lembaga P2TPA pada masing-masing kabupaten dan kota serta provinsi.

"Jika ditemukan kasus kejahatan dan kekerasan pada anak di Riau, maka perempuan Riau harus berani mengadu untuk menekan kasus-kasus yang merusak mental anak itu," katanya. (rp/headlineislam.com)

2018 Rusia dan Syiah Bersatu Hancurkan Mujahidin di Suriah


Headlineislam.com - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan bahwa prioritas utama Rusia di Suriah saat ini adalah menghancurkan Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS). Strategi ini digulirkan setelah perang terhadap Daulah Islamiyah (ISIS) selesai.

“Pertempuran menghadapi ISIS di Suriah telah selesai. Upaya utama dalam hal ini sudah berlalu. Maka, misis utama di Suriah saat ini adalah menghancurkan Jabhah Nusrah,” ujar Lavrov seperti dilansir kantor berita Rusia.

Sebelumnya, Kepala Staf Rusia Valery Girasimov mengklaim bahwa tentaranya telah membunuh enam puluh ribu elemen ISIS di Suriah sejak tahun 2015. Girasimov menekankan bahwa tujuan Rusia untuk tahun 2018 adalah untuk mengalahkan HTS.

Girasimov menambahkan bahwa pasukan HTS juga hadir di wilayah-wilayah zona de-eskalasi. Mereka dengan tegas menolak kesepakatan gencatan senjata.

Dalam proses politik, Lavrov mengatakan bahwa Moskow yakin bahwa konferensi nasional Suriah yang akan diadakan di Sochi pada akhir Januari nanti akan membantu Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengadakan dialog langsung di Jenewa antara oposisi dan pemerintah. Konferensi itu, imbuhnya, untuk membentuk delegasi yang real dalam perundingan internasional.

Di sisi lain, faksi-faksi oposisi Suriah menolak adanya konferensi Sochi. Konferensi itu sendiri digelar dan difasilitasi oleh Rusia. Moskow berupaya menekan faksi-faksi oposisi melalui konferensi untuk masuk ke dalam sekenarionya.

Perlu diketahui, Rusia telah membentuk perkumpulan kelompok oposisi Suriah. Kelompok-kelompok ini dipimpin oleh para mantan perwira dan pejabat rezim Assad yang berafiliasi dengan Syiah. (em/headlineislam.com)

Tahukah? Pembantai Suku Indian dan Palestina Pelakunya Sama


Headlineislam.com - Masih ingat film-film Cowboy ala Hollywood yang ceritanya rata-rata memposisikan bangsa Indian sebagai penjahat yang bengis dan brutal?

Mulai sekarang, mikir dua kali sama film fiksi ala Hollywood, karena hampir bisa dipastikan semua film Hollywood isinya propaganda “pengaburan sejarah” yang memang menjadi misi utama film fiksi itu diproduksi.

Semua tahu bangsa Indian adalah penduduk atau pemukim asli benua Amerika. Namun sejak ekspedisi Columbus bersama “boncengan” Yahudi nya menginjakkan kaki di sana, menurut peneliti Sherburne dan Woodrow dari California University, Colombus dan kawan-kawan Yahudinya melakukan pemusnahan etnis (genocide) penduduk pribumi Amerika untuk menjalankan sistem kolonialisasi (penjajahan) di benua Amerika.

Sherburne dan Woodrow mencatat bahwa dalam waktu 12-20 tahun setelah kedatangan Columbus di Pulau Harapan, suku Arawak (suku asli Amerika atau suku Indian) yang awalnya berjumlah 8 juta orang berkurang drastis menjadi tinggal dan yang tersisa tinggal 22.000 orang saja

Artinya lebih dari 90% penduduk asli Amerika Serikat dimusnahkan oleh Columbus dkk Yahudinya hanya dalam waktu 12-20 tahun. Nasib Suku Indian di Benua Amerika bak ditelan bumi, apalagi nasib Indian Muslim, nyaris tidak terungkap dalam sejarah Amerika.

Christoper Columbus mendarat di Waiting Island Bahama, pada tanggal 12 Oktober 1492 di Benua Amerika yang diboncengi oleh orang-orang Yahudi. Simaklah catatan Colombus berikut ini:

“…di atas puing-puing reruntuhan Aristokrasi kaum non-Yahudi, kita akan membangun aristokrasi dari kalangan klas terdidik kita, dan atas segenap aristokrasi keuangan.

Kita telah membangun basis bagi Aristokrasi yang baru ini atas dasar kekayaan yang kita kendalikan, dan atas dasar ilmu-pengetahuan yang dibimbing oleh kaum bijak kita.” (’Protokol Zion yang Pertama’)

Dikabarkan dalam sejarah Colombus mendarat di Amerika pada abad ke 14, padahal faktanya menurut Mahir Abdal-Razzaaq El, seorang Muslim dari Suku Indian Cherokee Blackfoot di New York AS, hubungan antara suku Indian dan Imigran Muslim telah dimulai oleh para penjelajah Muslim sejak abad ke 9 Masehi.

“Artinya lebih dari 600 tahun sebelum Colombus dan kawan-kawan Yahudi nya mendarat di Benua Amerika, kaum muslimin telah berinteraksi dengan suku Indian Amerika tanpa melakukan Kolonialisasi”, tutur Mahir yang bergelar Eagle Sun Walker (Elang Penapak Matahari) seorang Indian Muslim yang masih tersisa hingga hari ini.

Muslim Indian
Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim telah mencatat perjalanan ke benua Amerika seperti Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384), dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).

Sejarah memang sengaja di kaburkan. Seiring jatuhnya Granada di Spanyol, benteng terakhir umat Islam di Eropa Andalusia (Spanyol), tahun 1492, umat Islam dan Yahudi di bantai di Spanyol oleh Knights Templar atau Knigts of Christ.

Namun karena kelicikannya, kaum Yahudi yang diusir dari Spanyol justru turut serta menumpang membiayai perjalanan pelayaran Columbus ke benua Amerika untuk mencari emas bagi Ratu Spanyol.

Columbus mulai berlayar pada tanggal 3 Agustus 1492, tepat satu hari setelah setelah Granada Spanyol dikuasai oleh para Knights Templar atau Knigts of Christ.

Di Benua Amerika Columbus dan kawan-kawannya menorehkan sejarah kelam dengan melakukan pembantaian etnis terhadap suku arawak (suku Indian).

Konspirasi antara kaum evangelis Cristoforo Columbus yang berasal dari anggota Ordo Knights of Christ dan Kaum Yahudi “Marano” berhasil menguasai Benua Amerika dengan cara membantai penduduk pribumi Indian Amerika.

Dan rupanya hari ini mereka ingin mengulang kembali kisah kesuksesan di Benua Amerika itu di Timur Tengah, persisnya di tanah Palestina.

Penulis: Abubakar Bamuzaham dan Tim Riset Global Future Institute (GFI) (tgr/headlineislam.com)

Hukuman Hudud Terberat adalah Bagi Pelaku Homo dan Zina



Headlineislam.com - Hukuman Terberat Dalam Islam adalah Bagi Pelaku Homo dan Zina. Berikut penjelasan Ustadz Oemar Mita, Lc.


Tentara Dajjal Sudah Muncul, Ini Tanda-Tandanya!


Headlineislam.com - Setiap tentara yang bertugas memiliki identitas tertentu baik yang tertempel sebagai bedge atau dalam bentuk lain. Seperti yang terlihat pada baju tentara Zionis-Israel.

Tersorot jepretan sebuah kamera, di belakang punggung badan tentara Israel terdapat kata “infidel” di bawahnya tertulis bahasa arab yang terbaca “kafir”. Infidel sendiri dalam bahasa Inggris bisa diartikan sebagai kafir.

Informasi tersebut disampaikan oleh akun jejaring sosial Eye on Palestine. Akun yang kerap mengunggah informasi terkini soal Palestina menuliskannya di dalam keterangan gambar.

“Kata “kafir” tertulis di tas penembak jitu Israel, menurut Anda apa maksudnya? Apakah ini artinya mereka adalah pembunuh tanpa belas kasihan?” kata Eye pada unggahan Kamis (21/12/2017).

Unggahan berbahasa Inggris dan Arab tersebut tentu mendapatkan tanggapan dari para pengikut Eye.

“Jika mereka percaya kepada Tuhan maka mereka tidak akan pernah membunuh bayi baru lahir,” kata Yunusceyhan28.

“Damn. Ini seperti mengulangi apa yang akan terjadi. Dajjal dengan nama yang sama di dahinya,” kata Taifsams.

Apakah mereka mengakui dan bangga dengan mencantumkan diri sebagai tentara Dajjal? (em/headlineislam.com)

5 Alasan Kenapa Masjid Al Aqsha Penting Bagi Umat Islam

5 Alasan Kenapa Masjid Al Aqsha Penting Bagi Umat Islam
Headlineislam.com - Masjid Al Aqsa merupakan salah satu tempat ibadah penting bagi umat Islam. Lokasi yang berada di kota Al Quds membuat Masjid ini menjadi tidak aman lantaran kota tersebut menjadi incaran Zionis Israel.

Umat muslim di Palestina pun terus berusaha menjaga dan mempertahankan masjid Al Aqsa dari keserakahan Israel. Untuk mengetahui betapa pentingnya masjid Al Aqsa bagi umat Islam, berikut 5 alasannya yang dikutip dari Aboutislam.

1. Sejarah Isra Mi’raj

Masjid Al Aqsa menjadi salah satu tempat yang mulia karena terlibat dalam kisah perjalanan Isra Mi’raj yang dilakukan Nabi Muhammad ﷺ. Pada peristiwa Isra’ Rasulullah ﷺ melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di kota Makkah ke Masjidil Aqsha di Al Quds.

Kemudian dilanjutkan dengan Miraj yang merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ke tujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah menjalankan shalat lima waktu dalam sehari semalam dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk berziarah

Rasulullah ﷺ secara eksplisit memerintahkan umat Islam untuk berziarah ke masjid Al-Aqsa. Nabi berkata tentang anjuran untuk berziarah ke Masjid Al-Aqsha dalam hadits.

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَ

Artinya : “Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjidilharam (di Makkah), dan Masjidku (Masjid Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).

3. Bangunan kedua di bumi

Dalam sebuah hadits disebutkan, masjid Al Aqsa merupakan bangunan kedua yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala ke bumi.

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلُ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ يَعْنِي بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً

Artinya : “Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?” Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?”. Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha”. Berkata Abu Mu’awiyah “Yakni Baitul Maqdis” . Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”. Beliau menjawab, “Empat puluh tahun”. (H.R. Ahmad dari Abu Dzar).

Bangunan masjid Al Aqsa sudah ada sejak zaman nabi Adam AS, kemudian sempat mengalami kerusakan. Lalu, pada zaman Nabi Ibrahim AS, ia sempat salat di area masjid. Kemudian barulah para keturunan Nabi Ibrahim AS membangun kembali pondasi masjid, yaitu Ya’qub, Nabi Daud, dan Nabi Sulaiman.

4. Kiblat pertama umat Islam

Dalam sebuah hadits disebutkan,

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا حَتَّى نَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

Artinya : Dari Al-Bara bin ‘Azib berkata, “Saya shalat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghadap ke arah Baitul Maqdis selama enam belas bulan, sampai turun ayat di dalam Surah Al-Baqarah ayat 144.” (H.R. Bukhari).

Ayat di dalam Surah Al-Baqarah yang dimaksud adalah ayat 144 yaitu :

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”. (Q.S. Al-Baqarah [2] : 144).

5. Besarnya pahala shalat di masjid Al Aqsa

Keutamaan salat di Masjid Al-Aqsha terkandung dalam hadits, bahwa lebih utama 500 kali dibandingkan salat di masjid lain berasal dari Abu Dzar, yaitu :

“Salat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsha lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad dari Abu Darda). (em/headlineislam.com)

KUMPUL KEBO, HOMOSEX, DAN LESBIAN - Penyimpangan Fitroh dan Kerusakan Moral Fir’aun Kontemporer


✍ Oleh: Maaher At-Thuwailibi

Headlineislam.com - LGBT, begitu kata orang. Bukan artinya “Lelaki Ganteng Bini Tiga”. bukan..., tapi singkatan dari “Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender”. gerakan LGBT adalah sebuah gerakan kekafiran dalam menantang Tuhan semesta alam, Allah Rabbul ‘Izzah wal Jalalah. bermula dari negeri Paman Sam Amerika Serikat, sampai merambat ke negeri pimpinan boneka kayu yang semakin ‘sekarat’. semoga Allah menjauhkan ummat ini dari azab dan segala bentuk laknat. Penghalalan terhadap sesuatu yang diharamkan adalah kufur bawwah (kufur sharih) yang pelakunya wajib dikafirkan karena ia termasuk masaa-il zhahirah yang ma’lumun bid dhoruuroh.

Sex sejenis laki-laki alias homo, disebut LIWATH. Sex sejenis wanita alias lesbi, disebut SIHAQ. Lelaki berpenampilan wanita alias waria atau bencong, disebut MUKHONNATS. Adapun “kumpul kebo”, itu bahasa kita saja. Bahasa Al-Qur’an tetap saja ZINA.

Kata Allah:

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Israa’ ayat 32)

Zina dengan lawan jenis, dosa besar. Zina dengan sesama jenis terlaknat. Zina dengan mayat, terkutuk. Zina dengan binatang, sakit jiwa.! Kawin sesama laki-laki atau wanita kawin dengan sesama wanita, TIDAK SAH. melegalkannya atau menghalalkannya, KAFIR-MURTAD -hatta dia Ulil Amri sekalipun- .

dari mana sumber semua perbuatan menjijikkan ini semakin merajalela ? sumbernya satu: FILM PORNO ! demikian hasil riset guru kami seorang Doktor psikologi.

FILM PORNO, adalah sumber segala musibah. merajalelanya zina, sex bebas, homo, lesbi, dll diantara faktor pemicunya adalah nonton FILM PORNO atau tayangan-tayangan PORNO. disinilah letak bahayanya gadget bagi anak-anak kita dewasa ini.

Zina, haram secara mutlak. masuknya farji pada vagina seorang wanita tanpa nikah adalah ZINA. Hukum di akhirat di ancam neraka dan hukumnya di dunia mesti dirajam sampai mati kalau dia sudah pernah menikah, dan di cambuk 100 kali kalau dia belum pernah menikah. (Tentunya dalam konteks fiqih islami dan negeri islami. Jangan main rajam-rajam sendiri saja seperti tokoh ‘Salafi’ yang penuh kontroversi di tahun 2000-an itu 😊 )

Liwath, prilaku terkutuk yang dikenal dengan istilah sodomi. yaitu menjima’ lewat dubur. di sebut “liwath” karena di nisbahkan kepada prilaku kaum Nabi Luth ‘Alaihissalam. Kata Allah:

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ.

“Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”. (QS.Al-A’raf ayat 81)

Pelakunya mesti di bunuh baik ia sudah menikah atau belum menikah. karena sodomi atau liwath merupakan perbuatan faahisy (keji/mungkar) yang di LAKNAT ALLAH DI DUNIA DAN DI AKHIRAT -ma’adzallah-

Singkat kata, zina dan liwath adalah DOSA BESAR diantara dosa-dosa besar. pelakunya mesti DIBUNUH jika didapati melakukan tindakan demikian (yaitu “MASUKNYA TIMBA KE DALAM SUMUR”) berdasarkan pengakuan pelaku sendiri atau 4 orang saksi yang siap di sumpah. Sanksi hukum bagi pelaku homosexual: jumhur ulama berpendapat DIBUNUH. Cara pembunuhannya, para Sahabat berselisih pendapat:

- Abu Bakar dan Ali Bin Abi Thalib, berpendapat dibakar hidup-hidup. dan pendapat ini ditentang para Sahabat yang lain.

- Umar dan Utsman berpendapat, di lempari batu dari atas tembok.

- Ibnu Abbas berpendapat, dinaikkan di atas bangunan yang paling tinggi kemudian dilemparkan ke bawah sambil dihujani dengan batu.

SEDANGKAN MAZHAB ABU HANIFAH berpendapat cukup di TA’ZIR. Apa itu Ta’zir ? Ta‘zir adalah hukuman yang disyari’atkan atas orang yang berbuat dosa (maksiat), tidak berupa had (hukuman) dan tidak pula berupa qishos (dibunuh). tetapi dengan memberikan pelajaran berupa pukulan yang keras (atau dengan kurungan) yang diinginkan dengannya supaya si pelaku kembali lurus, sadar dan bertaubat.

Imam Abu Hanifah memandang bahwa prilaku homoseksual cukup dengan ta‘zir. Hukuman jenis ini tidak harus dilakukan secara fisik, tetapi bisa melalui penyuluhan atau terapi psikologis agar bisa pulih kembali. Bahkan, Imam Abu Hanifah menganggap perilaku homoseksual bukan masuk pada definisi zina, karena zina hanya dilakukan pada vagina (qubul), tidak pada dubur (sodomi/liwath) sebagaimana dilakukan oleh kaum homoseksual. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang melakukan liwath/sodomi tidak ada had (hukuman) dengan alasan karena hadits Ibnu Abbas adalah hadits DHO’IF (lemah) karena di dalam sanadnya ada ‘Amr ibn Abi ‘Amr.

PENDAPAT yang kami ikuti adalah, had bagi homosex (perbuatan Liwath) adalah DIBUNUH
sebagaimana yang diterangkan Imam Ibnu Taimiyyah dalam majmu’ fatawa-nya.

SIHAQ (lesbian) adalah hubungan cinta birahi atau sexual antara sesama wanita dengan cara dua orang wanita saling menggesek-gesekkan anggota tubuhnya atau alat kemaluannya antara satu dengan yang lainnnya, hingga keduanya merasakan kelezatan dalam berhubungan tersebut. Jumhur ulama berpendapat bahwa wanita yang melakukan sihaq tidak ada hadd (hukuman qishas) baginya, hanya saja ia di-ta‘zir, karena hanya melakukan hubungan yang memang tidak bisa dengan dukhul (yakni men-jima’ pada farji). Tapi Imam Malik berpendapat bahwa wanita yang melakukan sihaq/lesbian hukumannya DICAMBUK seratus kali.

Apa beda homosex (pelaku liwath), waria/benci, dan gay (suka sesama jenis)..?
Waria atau banci (mukhonnats)= lelaki yang menyerupai gaya wanita; baik gaya bicara, berpenampilan, dll. Gay = Lelaki yang suka sesama jenis. Homosex = prilaku sex nya (liwath)
Perbedaannya:

Homosexual (perbuatan liwath), sudah pasti gay tapi belum tentu mukhonnats. Sedangkan mukhonnats belum tentu melakukam Liwath. Gay belum tentu melakukan liwath (homosex), tetapi rasa sukanya kepada sesama lelaki itu adalah PENYAKIT YANG MESTI SEGERA DI OBATI KARENA DARI SITULAH PINTU MASUK BAGINYA UNTUK MELAKUKAN PRILAKU HOMOSEX (LIWATH) atau PENYIMPANGAN SEXUAL LAINNYA. tetapi, tidak semua gay (yakni orang yang suka dengan sesama lelaki) sudah pasti melakukan LIWATH. belum tentu. tetapi rasa suka kepada sesama jenis itu -kendatipun tidak sampai pada prilaku homosex- dia tetaplah penyakit yang merusak agama, akal sehat, kehormatan, serta merusak akal; sehingga mesti di obati dengan ILMU, IMAN, TAQWA, TERAPI PSIKOLOGI, DAN RUQYAH SYAR’IYYAH.
‘Ala kulli haal, LGBT sebagai sebuah prilaku adalah kefasikan, dosa besar, dan terlaknat. sedangkan LGBT sebagai sebuah gerakan yang ingin di legalkan (dihalalkan) adalah KEKUFURAN. siapapun yang mendukung atau menghalalkan LGBT, maka ia MURTAD (KELUAR DARI AGAMA). kalau kata Talafi, apapun keputusan “ngulil ngamri” tetap harus harus ditaati. kalau mengkritik, berarti “khawarij” 😊

#LGBT dilindungi “ngulil ngamri”
Wallahul Must’an .

Ustadz Abdul Somad Jawab Angka Sial 13



Headlineislam.com - Keyakinan sial terhadap angka 13 adalah khurafat (tahayul). Hal ini sebagaimana dijawab oleh ulama dari Riau, Ustadz Abdul Somad, Lc. MA.

Ustadz Abdul Somad, Lc. MA

Infrastruktur yang Dikerjakan Rezim Jokowi Dinilai Rawan


Headlineislam.com - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) terus mengejar penyelesaian 250 proyek infrastruktur. Langkah ini dilakukan untuk perbaikan ekonomi masyarakat.

Ratusan proyek tersebut perlahan mulai tuntas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Menurut Aktivis HAM, Haris Azhar pemerintahan Jokowi JK hanya melanjutkan proyek infrastuktur pada zaman pemerintah lalu.

"Ada 250 program infrastruktur luar biasa dan itu dipercepat sebagai bagian dari pembangunan lebih luas, dari zamannya SBY programnya MP3EI. Sebenarnya tidak ada yang berubah, pemerintah hari ini hanya gengsi dengan SBY jadi berubah RPJMN," ujarnya saat acara 'Diskusi Berseri Madrasah Anti Korupsi' di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (27/12).

Menurutnya, pemerintahan Jokowi - JK dalam pengerjaan ratusan proyek tersebut tanpa ada pengawasan soal anggaran. Hal itulah yang berpotensi menimbulkan pusaran politik di kalangan tertentu.

"Ada kandungan pembangunan infrastruktur yang banyak masalah, Pembangunan infrastruktur apakah ada penyalahgunaan budget, apakah biaya yang dikeluarkan tidak dikorup tetapi kualitasnya jelek. Ini semua yang harus diperhatikan mengingat secara masif (proyek infrastruktur) di berbagai tempat," ungkapnya.

Haris menyebut, ada kejanggalan ketika proyek infrastruktur saat ini dilindungi oleh Kejaksaan Agung. Hal ini justru menjadi tanda tanya besar terhadap masyarakat.

"Paling gampang indikasi datangi tempat infrastruktur ada spanduk dari Kejaksaan Agung yang bilang proyek infrastruktur tersebut dilindungi Kejaksaan Agung, ini premanisme dalam pembangunan jadi tidak boleh ada yang sentuh-sentuh, terus kalau terjadi sesuatu yang bisa melihat? Nah ini saya menyesali semangatnya membangun tapi tidak ada membangun cara yang baik," ucapnya.

Sementara Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan menambahkan proyek infrastruktur menjadi objek favorit para koruptor, lebih dari 30 persen kasus korupsi terjadi di sektor infrastruktur. "Sektor infrastruktur masih jadi favorit koruptor. Lebih dari 30 persen kasus berasal dari sana, di pengadaan barang dan jasa terkait infrastruktur," kata Ade.

Menurut Ade, maraknya korupsi di infrastruktur kontraproduktif dengan semangat Jokowi untuk mengedepankan pemerataan pembangunan. "Sebesar apapun anggaran untuk infrastruktur, tapi korupsi tidak dilawan, program itu akan gagal," ungkapnya. (rp/headlineislam.com)

Islamofobia di Bawah Presiden Trump Menguat


Headlineislam.com - Kaum Muslim di Amerika Serikat (AS) kini semakin rentan terhadap serangan fanatisme dan Islamofobia. Kondisi tersebut terjadi sejak Donald Trump menjadi Presiden AS.. Aktivis Muslim Ibrahim Hooper bahkan menilai Islamofobia di bawah Trump lebih parah daripada pascaserangan 9/11.

Menandai setahun kepemimpinan Trump, Hooper menyatakan para Muslim merasa lebih khawatir dan takut menunjukkan keyakinannya. Sejumlah wanita Muslim ada yang memutuskan menanggalkan jilbab saat keluar rumah.

"Tidak hanya Muslim AS yang merasa cemas. Kami telah melihat kaum kulit putih memamerkan supremasinya di bawah kepemimpinan Presiden Trump," kata pendiri The Council on American-Islamic Relations dikutip dari The Independent, Rabu (27/12).

Ia menyatakan kaum kulit berwarna dan minoritas banyak disudutkan oleh tindakan Trump. Termasuk di antaranya kebijakan larangan masuk AS bagi penduduk negara Islam.

"Keadaan ini lebih buruk daripada pascatragedi 9/11. Trump menggunakan kekuatan dan pengaruhnya untuk menggerakan supremasi kulit putih dan fanatisme," ujar Hooper.

Menurutnya usai serangan WTC pada 11 September 2001 orang-orang fanatik masih tersembunyi. Namun ketika konglomerat properti tersebut duduk di kursi presiden, mereka secara terang-terangan menampakkan diri dan bangga dengan fanatismenya.

Lembaga yang dipimpin Hooper telah mengumpulkan catatan kasus Islamofobia sepanjang tahun ini. Beberapa kasus disebut tidak terekspos oleh media.Antara Januari sampai September tercatat ada 1.656 kasus prasangka buruk dan 195 kasus yang menunjukkan kebencian terhadap Muslim. Angka prasangka ini naik sembilan persen jika dibandingkan tahun lalu. Sedangkan pada kasus kriminalitas karena kebencian naik 20 persen dibandingkan 2016.

"Berdasarkan perkiraan sementara, cukup jelas bahwa 2017 adalah tahun terburuk di mana kaum Muslim menerima perlakuan tidak menyenangkan dari anti-Muslim sejak kami menerapkan pendokumentasian," jelas koordinator riset dan advokasi Zainab Arain. (rp/headlineislam.com)

Di Era Jokowi, Aliran Kepercayaan Setara dengan Agama

Sumber foto Viva.co.id
Headlineislam.com - Pencantuman aliran kepercayaan di kolom agama Kartu Tanda Peduduk (KTP) telah menimbulkan polemik. Ketidaksukaan dan intoleransi terhadap ajaran kepercayaan di luar lima agama resmi negara pun muncul kepermukaan.

Salah satunya dilontarkan oleh anggota Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anton Tabah Digdoyo.

Anton memandang aliran kepercayaan sebagai hal negatif yang tak boleh berkembang di Indonesia. Pasalnya, NKRI adalah negara beragama bukan negara penghayat aliran kepercayaan.

“Keputusan MK itu menandakan negeri ini mundur ke zaman batu, animisme-dinamisme bakal tumbuh subur lagi di Indonesia, di era sains yang semakin maju," ujar Anton dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/11).

Menurut Anton, rezim Orde Baru tak pernah menginginkan aliran kepercayaan berkembang.Bahkan, Presiden Soeharto saja, pernah mengatakan kepadanya bahwa aliran kepercayaan pada akhirnya harus hilang dan menginduk ke agama-agama yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Salah satu tujuan pembentukan MUI oleh saat Presiden Soeharto memimpin, ujar Anton, adalah untuk menghindari kesetaraan antara agama dan aliran kepercayaan.

"Jadi dengan disahkannya aliran kepercayaan setara dengan agama ini. Berarti MUI dan lembaga-lembaga agama telah kalah," tegasn mantan ajudan Pak Harto itu.

Anton pun berharap pemerintahan Joko Widodo-Jusu Kalla segera menyadari potensi konflik akibat putusan MK tersebut.

Menurutnya, kemajemukan bangsa Indonesia tak perlu ditambah rumit lagi dengan memberi ruang bagi aliran kepercayaan.

"Bangsa Indonesia ini sangat majemuk, namun karena dilegalkannya aliran kepercayaan, justru makin rentan konflik horizontal," pungkasnya. (jpc/headlineislam.com)

Perbedaan Besar Salafi dengan Gerakan Islam


Oleh : Ustad Abu Muhammad Waskito

Bismillah. Perbedaan utamanya adalah: terkait posisi pemerintah sekuler di negeri-negeri Muslim.

Salafi memandang pemerintah sekuler sebagai pemerintah islam (Ulil Amri) selagi pimpinannya punya KTP Muslim, dan di negeri itu dibolehkan syi’ar-syi’ar islam seperti adzan, sholat jamaah, sholat Jum'at, dll. Padahal, dinegara-negara kafir (semisal: rusia, eropa, amerika, beijing, bahkan hindia sekalipun) dibolehkan azan berkumandang. 😊

Sedangkan GERAKAN ISLAM memandang pemerintah sekuler bukam pemerintah islam (bukan Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah). Oleh karena itu pemerintah sekuler harus diubah menjadi PEMERINTAH ISLAMI.

Dasar GERAKAN ISLAM adalah:

(1). Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menegakkan PEMERINTAH ISLAMI berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah di Madinah, Makkah, dan sekitarnya.

(2). Khulafaur Rasyidin Radhiyallahu’anhum menegakkan PEMERINTAH ISLAMI di zamannya, hingga meluas ke Jazirah, Mesir, Persia, Syam, Asia Tengah, dll.

(3). Selama RIBUAN TAHUN, para Sultan, Khalifah, Amirul Mukminin, menegakkan PEMERINTAH ISLAMI yaitu Daulah Umawi, Khilafah Abbassiyah, Daulah Umawi Barat (Andalusia), Daulah Saljuq, Daulah Mamluk, Khilafah Turki Utsmani, dan kerajaan kerajaan Islam di seluruh dunia (termasuk kerajaan Islam Nusantara).

Gerakan Islam ingin menegakkan KEDAULATAN SYARIAT di muka bumi. Sedangkan Salafi menerima keadaan yang ada, sekalipun Syariat Islam tidak tegak.

FAKTA besar KEDAULATAN ISLAM selama ribuan tahun di atas hendak disembunyikan dengan alasan “pemimpin ber-KTP Muslim dan ada syi‘ar islam semisal adzan, dll”

Inilah sejatinya PERBEDAAN BESAR antara Salafi dan Gerakan Islam. Kecuali SALAFI HAROKI yang juga peduli dengan tegakknya KEPEMIMPINAN ISLAMI (mereka ini bagian dari GERAKAN ISLAM juga, hanya corak aqidahnya seperti Salafi dalam masalah SIFAT-SIFAT ALLAH).

SEBAIKNYA kita menyedikitkan debat dengan Salafi, karena perbedaan itu SUDAH JELAS, tidak perlu dibuat panjang dan berliku-liku.

Biasanya kalau kita menegakkan AQIDAH di atas, kita cepat-cepat dituduh sebagai Khawarij atau Takfiri. Padahal: Kita tidak peduli soal STATUS PEMIMPIN itu apakah dia Muslim atau kafir; tapi kita meyakini WAJIB HUKUMNYA menegakkan Syariat Islam seperti Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Khulafaur Rasyidin Radhiyallahu’anhum, para Khalifah/Sultan Muslimin.

Semoga bermanfaat, wallahu a'lam. (amw/headlineislam.com)

Pihak Setnov Serang KPK


Headlineislam.com - Bareskrim Polri mulai menyidik kasus dugaan pemalsuan surat dan penyalahgunaan wewenang dalam penyidikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Setya Novanto di KPK. Selain dua pimpinan KPK Saut Situmorang dan Agus Rahardjo, 24 penyidik yang menangani kasus Novanto juga dilaporkan sebagai pihak terlapor.

"(Yang dilaporkan,-red) semua penyidik yang menangani kasusnya Setya Novanto, 24 orang, termasuk direkturnya juga. Plus direktur," kata kuasa hukum Setya Novanto, Frederich Yunadi, Jakarta, Rabu (8/11).

Frederich menceritakan, pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Bareskrim Polri tentang dimulainya penyidikan dugaan pemalsuan surat dan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh pimpinan KPK Saut Situmorang, Agus Rahardjo dan kawan-kawan, terkait penanganan kasus Setya Novanto di KPK.

Dalam SPDP tersebut, Saut Situmorang, Agus Rahardjo dan kawan-kawan diduga melakukan pelanggaran terhadap Pasal 263 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau Pasal 421 KUHP.

Menurut Frederich, sebagaimana SPDP dari Bareskrim itu, maka pihak terlapor dapat dikatakan telah berstatus tersangka.

"Jadi, Agus Raharjo, Saut Situmorang sudah menjadi terduga pelaku tindak pidana. SPDP itu kan berarti dia sudah calon tersangka. Terduga itu kan sama dengan tersangka sebetulnya," kata dia.
Penyidikan kasus tersebut berawal atas adanya dilaporan dari Sandy Kurniawan ke Bareskrim Polri pada 9 Oktober 2017.

Sandy Kurniawan Singarimbun merupakan advokat yang bernaung dalam kantor hukum milik Frederich Yunadi, Yunadi and Associates.

"Saya hanya punya kapasitas menjelaskan bahwa laporan kami yang diwakilkan oleh rekan saya (Sandy Kurniawan) sudah diproses hingga sampai begitu profesional oleh Polri. Saya salut, memang Polri sekarang sudah beda sama zaman dulu. Sekarang canggih, apapun kejahatan itu, Polri bisa ungkap," kata Frederich.

Menurut Frederich, dugaan pemalsuan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Saut Situmorang, Agus Rahardjo dan kawan-kawan berkaitan surat pencegahan bepergian keluar negeri, Surat Perintah Penyidikan dan SPDP untuk Setya Novanto dari KPK.

Namun, Frederich menolak menjelaskan di mana letak pelanggaran yang dilakukan oleh pihak terlapor atas penerbitan surat-surat terkait kasus Setya Novanto itu.

"Bukti kami sudah diserahkan ke penyidil dan tidak kami buka karena itu mempengaruhi pemeriksaan," katanya.

Frederich berharap pihak-pihak terlapor dalam kasus ini akan patuh terhadap hukum, termasuk memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik Bareskrim Polri.

"Tergantung KPK-nya sekarang mematuhi hukum nggak? Kan yang dipanggil banyak itu," kata Frederich.

"Kami hanya menunggu bagaimana proses hukum. Kami harapkan dalam waktu secepat-cepatnya mereka iti diberkas, dikirim kepada jaksa, kemudian disidangkan.

Frederich mengungkapkan, selain kasus dugaan pemalsuan surat dan penyalahgunaan wewenang, pihaknya juga telah melaporkan dugaan pidana lainnya yang diduga dilakukan oleh pimpinan KPK dan penyidik ke Bareskrim Polri. Ia juga telah menyiapkan dua laporan dugaan pidana lainnya.

"(Terlapor) pimpinan dan penyidik. Sebentar lagi akan naik (ke penyidikan) dalam waktu dekat. Dan akan ada dua LP (Laporan Polisi) yang mau masuk," akunya.

Meski begitu, ia menolak menjelaskan dugaan pidana dari laporan-laporan tersebut.

"Saya beritahukan kepada seluruh masyarakat, bahwa apa yang dilakukan ini adalah sesuai koridor hulum. Kami bukan pencipta hukum, tapi saya hanya menjalankan hukum," kata Frederich. (tn/headlineislam.com)

Amerika dan Sekutunya "TAKUT" dengan Nuklir Korea Utara

Senjata Nuklir Korea Utara
Headlineislam.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis mengatakan, ia tidak dapat membayangkan AS mau menerima program nuklir Korea Utara (Korut). Ia juga memperingatkan bahwa program nuklir Korut dan rudalnya yang terus maju akan merusak keamanan negara tersebut, bukan malah memperkuat keamanannya.

Mattis sangat menderita dalam perjalanan selama seminggu ke Asia untuk menekankan bahwa diplomasi adalah pilihan Amerika. Ia memperingatkan Pyongyang jika militernya tidak setara dengan aliansi AS dan Korea Selatan.

Diplomasi itu paling efektif ketika didukung oleh kekuatan militer yang kredibel. "Jangan membuat kesalahan dengan  melakukan serangan ke Amerika maupun sekutunya sebab akan kalah. Penggunaan senjata nuklir apa pun oleh Korea Utara akan disambut dengan respons militer besar-besaran yang efektif dan luar biasa, " kata Mattis, Sabtu, (28/10).

Menurut Mattis, perilaku pemimpin Korut Kim Jong Un tidak memberi banyak waktu bagi AS untuk menerima status nuklir Pyongyang. "Saya tidak bisa membayangkan sebuah kondisi di mana Amerika dapat menerima Korut  sebagai negara dengan  tenaga nuklir," ujar Mattis.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young Moo menolak gagasan untuk mengerahkan senjata nuklir taktis ke semenanjung tersebut sebagai tanggapan terhadap kemajuan senjata nuklir Korut. Menurut Song, aliansi AS dan Korsel memiliki kemampuan untuk merespons, bahkan jika terjadi serangan nuklir dari Korut.

Ketegangan antara Korut dan Amerika semakin parah sejak serangkaian uji coba nuklir dan rudal oleh Pyongyang. Ketegangan juga meningkat akibat perang mulut antara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump.
CIA mengatakan Korut hanya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mengembangkan kemampuan senjata nuklir yang bisa menyerang negara Paman Sam tersebut, sebuah skenario yang akan dicegah Trump. Trump mengancam akan menghancurkan Korut jika perlu.

Ia berangkat dalam lawatan pertamanya sebagai presiden ke Asia minggu depan, termasuk akan berhenti di Korsel untuk bertemu dengan Presiden Moon Jae In. (rp/headlineislam.com)

Fatwa Yang Tidak Tepat Sasaran


Headlineislam.com - Apa yang dilakukan orang yang sedang lapar? Jawabannya pasti makan. Mau makan sate, soto, gule, rendang terserah. Yang penting makan dan kenyang, urusan selesai.

Demikianlah fitrah manusia. Orang lapar, tanpa disuruh makan pasti akan mencari makan. Orang ngantuk pasti akan tidur, tanpa harus ada fatwa tidur.

Hari ini, banyak fatwa yang tidak tepat sasaran. Sebut saja dalam kasus genosida muslim Rohingya. Banyak ustadz yang sok pintar memberikan fatwa hijrah untuk mereka.

Apakah fatwa tersebut salah? Oh tidak, Fatwa tersebut benar adanya. Cuman, fatwa tersebut mubadzir. Tidak tepat sasaran.

Apa gunanya fatwa hijrah untuk muslim Rohingya? Dengan dan tanpa fatwa hijrah-pun, mereka pasti akan hijrah. Karena insting orang yang ketakutan pasti akan lari dan menjauh.

Dari pada berkoar-koar memberikan fatwa hijrah buat muslim Rohingya, mending keluarkan fatwa kepada ulil amri, agar segera mengirim tim penjemput muhajirin.

Atau keluarkan fatwa kepada penguasa, bahwa mereka wajib membuka pintu perbatasan. Agar mereka tidak terlunta-lunta di laut atau perbasan. Itu lebih tepat sasaran.

Apa fungsinya fatwa hijrah untuk Rohingya kalau pintu perbatasan tidak dibuka? Apa kalian mau mereka dibantai di pintu perbatasan? Atau terlunta di laut? Dengkulnya dipake!

Terkadang saya bingung dengan dai karbitan televisi. Mereka sibuk keluarkan fatwa haram jihad tanpa komando ulil amri.

Eh Ustadz, sadar dong...! Yang mau ke sana siapa? Jangan norak deh, kalian kira Rohingya itu dekat? Kalian mau memperkeruh suasana? Biar dikira muslim Indonesia anarkis?

Kalau kalian benar-benar peduli, seharusnya bukan kata-kata seperti itu yang keluar dari lisan kalian. Seharusnya kalian mengeluarkan fatwa kepada ulil amri.

Kalian fatwakan kepada ulil amri, “Pak ulil amri, anda wajib memimpin jihad untuk menyelamatkan muslim Rohingya.” Urusan selelesai.

Karena kalau fatwa tersebut diamini oleh ulil amri, tidaka ada lagi orang yang jihad bid'ah seperti yang selalu kalian katakan selama ini. Sebab, orang-orang berjihad dibelakang ulil amri.

Katanya kalian lebih baik dari NU. Masa kalah sama NU. NU saja bisa keluarkan Resolusi Jihad. Masa kalian yang paling benar sendiri takut mendekte ulil amri?

Ya ustadz... agama itu nasehat, nasehat untuk semua umat Muhammad. Rakyat maupun penguasa. Selain fatwa untuk rakyat, kalian juga harus keluarkan fatwa untuk penguasa.

Apa kalian takut, kalau ulil amri keluarkan komando jihad, terus kalian dikirim kesana? Tenang pak ustadz... kalian tidak akan dikirim ke sana.

Kalian urus saja fiqih ranjang, kalian bahas saja masalah haid dan nifas. Kalian tidak akan dikirim ke sana karena masih banyak ibu-ibu dan janda yang membutuhkan ilmu kalian.

Penulis : Sahlan Ahmad

UNTUK SAHABATKU AL-AKH YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS

(Surat Terbuka Al-Ustad Fathuddin Ja’far Untuk Ustad Yazid Jawaz)

Assalamu’alaikum Warahmatullah.

Ribuan umat Islam hari ini (khususnya dari kalangan NU) berdemo menuntut Pemda Bogor agar Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal yang dibina oleh Al-Akh Yazid Bin Abdul Qadir Jawaz dari kelompok Salafi Rodja ditutup dan dibekukan proses perizinannya.

Sebagaimana video yang beredar, Wali Kota Bogor Bima Arya terlihat menyampaikan kepada para pendemo, demi menjaga kesatuan Ummat maka pemerintah lota Bogor segera memproses pembekuan IMB Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal.

Ini adalah tragedi dan sekaligus berita duka yang sangat perih sehingga setiap kita pantas menangisi dan meratapi diri sendiri.

Biarkan yang sudah terjadi berlalu dan ambil hikmah dan pelajaran berharga darinya, yaitu:

1=> Dari pihak Salafi, wa bil-husus akhil karim Yazid Jawaz hafizhohullah (kita sudah kenal dan bersaudara sejak tahun 1983/1984 kendati manhaj dakwah kita berbeda), sepatutnya mengevaluasi manhaj dan uslub dakwah yang dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan, masyarakat bertindak brutal itu karena manhaj dan asalib dakwah yang antum kembangkan sendiri terlau banyak melukai hati dan pemikiran mereka sejak 15 tahun belakangan.

Sudah berapa banyak ormas/jamaah Islam lokal maupun global yang antum sesatkan? Sudah berapa banyak tokoh dakwah lokal ataupun global yang antum anggap sesat dan ahli neraka tanpa ampun..?!!

Antum wahai ikhwah yang mengklaim Salafiyyun harus bersyukur karena penolakan masyarakat kepada dakwah antum masih dalam batas toleransi dan terkontrol. Coba bayangkan jika semua ormas dan jama’ah Islam yang antum sesatkan itu mengamuk semuanya, mungkin tidak akan ada satu markaz pun atau masjid antum yang terisisa di nusantara ini.

Yang sangat urgent untuk dikoreksi adalah terkait kerjasama anum dengan program de-radikalisasi yang dijalankan BNPT yang jelas-jelas program tersebut di biayai Amerika dan Australia untuk memerangi Islam dan umat Islam dalam skala dunia. Jika antum melihat ada radikalisasi dalam diri umat Islam, dakwahi mereka, ajarkan Islam yang benar pada mereka secara independen tanpa harus bekerjasama dengan asing yang jelas-jelas memusuhi Islam.

Hal lain yang perlu dikoreksi adalah konsep ulil amri yang antum dakwahkan. Antum seakan memaksakan konsep ulil amri yang berbau “murjiah” yang kalau kita telaah tulisan atau fatwa-fatwa ulama besar sepanjang masa semisal Syaikh Bin Baz dll tulisan-tulisan antum sangatlah berbahaya. Antum samakan antara negara yang menjadikan Islam agama resmi dan Qur'an-Sunnah sebagai sumber hukum dengan pemerintah yang menolak Al-Qur'an & As-Sunnah sebagi sumber hukum negara seperti Indonesia dan sebagainya.

Kemudian......, rasa ujub dan sombong antum yang mengatakan bahwa PERSATUAN UMMAT ISLAM adalah sama dengan perkumpulan kebun binatang, ditambah lagi standar ganda yang antum terapkan kepada selain kelompok antum sendiri seperti jika ada yang mengkritik sebagian da'i kelompok antum selalu dikatakan kenapa tidak tabayyun, dst. Padahal hampir semua tuduhan sesat, bid'ah, khawarij, dll yang antum tuduhkan kepada ormas/jamaah Islam lainnya dan tokoh-tokoh mereka tidak ada yang antum lakukan tabayyun dan bahkan banyak di antara mereka yang sudah wafat.

Tidak heran jika ada yang mengatakan bahwa bagi antum dan kelompok antum ini halal segalanya dan haram bagi yang lain. Kunci surga dan neraka seakan ada di tangan antum. Semu umat harus ikut manhaj dan asalib dakwah antum kendati salah dan keliru sehingga seakan tidak ada peluang bagi umat untuk berbeda /khilaf dalam segala hal. Padahal, setiap yang belajar Islam dengan benar pasti tahu bahwa khilafiyah (khususnya dalam perkara furu’ dan perkara-perkara al-mutaghayyirat) sudah ada sejak zaman sahabat Rasulullah.

Oleh sebab itu, sebagai saudara antum fil Islam dan mencintai antum karena Allah, mari kita semua bergandeng tangan dalam berdakwah kepada Allah apalagi di akhir zaman yang penuh fitnah ini.

Mari kita belajar mendengarkan pendapat-pendapat ulama lain yang mungkin berbeda, bedakan hal-hal prinsip dengan yang tidak prinsip, pelajari fiqhud dakwah dan fiqhul aulawiyyar, terapkan prinsip step by step dalam praktek dakwah, al-wala’ wal baro’, tanamkan mahabbah/cinta kepada semua umat yang mengucap dua kalimah syahadah kendati mereka masih tergelincir dalam beberapa mukhalafaat. Pandanglah ummat ini dengan tatapan iba dan kasih sayang, bukan dengan kebencian dan penghinaan. ketahuilah bahwa qunut subuh, tahlilan, maulidan, yasinan, dll bukanlah perkara yang membatalakan Islam. Demikian juga faham Asy’ariyah itu tidaklah separah yang antum dakwakan.

Demi Allah, ana sampaikan ini karena situasi semakin memanas sedangkan ana belum bisa berjumpa dengan antum. Padahal sejak antum keluarkan kata-kata “persatuan kebun hinatang” ana sudah berniat silaturrahmi menemui antum karena banyak sahabat da'i yang panas telinganya mendengarkan ucapan antum yang tidak pantas itu, apalagi seorang USTAD BESAR yang sangat di hormati ditengah pengikut antum.

2=> Bagi saudara-saudaraku dari kalangan NU dan lainnya yang ikut demo hari ini dan sebelumnya, saya hanya bisa katakan: takutlah kepada Allah wahai saudara-saudaraku...

Yang kalian demo atau stop itu bukan bioskop dan bukan pula gereja liar. Tapi masjid mulia. Masjid itu adalah rumah Allah di atas muka bumi ini. Kecuali jika Masjid Dhiror yang didirikan oleh kaum munafikin seperti di Madinah di zaman Nabi, maka wajib kita rubuhkan.

Apakah kita berani mengatakan Masjid Ahmad Bin Hanbal di Bogor itu Masjid Dhiror? Kalau dianggap Masjid Dhiror, berarati para pendirinya adalah kaum munafiqin. Saya yakin kita belum sampai kepada kesimpulan tersebut kendati saudara-saudara kita dari kalangan “Salafi” itu dengan mudah memyimpulkan dan menuduh ormas/jamaah serta para tokoh dan ulama selain kelompok mereka sesat, ahlul bid'ah atau bahkan kafir.

Kita harus jujur dan objektif dalam menghadapi fenomena saudara-saudara Salafi kita ini. Apa salah masjid tersebut? Yang salah katakanlah Al-Akh Yazid Jawas dan para da'i yang bersamanya. Kalau beliau yang salah mari kita ajak beliau berdiskusi dan jelaskan kesalahan-kesalahannya. Kendati untuk berdiskusi terbuka dengan mereka itu terbilang sulit. Kita luruskan pemahaman mereka yang keliru dengan hujjah dan barohin sebagaimana yang dilakukan sebagian da’i-da’i muda kita semisal Ustad Maheer At-Thuwailibi, dll. Betapa banyak saudara kita yang insaf di tangan mereka walhamdulillah. Kecuali yang fanatik buta akan mereka bela mati-matian, right orwrong is my group and my syaikh.

Tidak pantas perselisihan paham dan pemikiran kita dengan kelompok lain seperti kawan-kawan Salafi Rodja ini kita hadapi dengan kekerasan. Mana akhlaq mulia kita dan rasa cinta kita pada saudara kita sesama Muslim? Kendati kemarahan kita sudah sampai ke ubun-ubun.

Sebagai orang yang dilahirkan dan dibesarkan sampai remaja dalam keluarga dan masyarakat NU dan berdasrakan pengalaman beriteraksi, ulama NU itu santun-santun, dan sangat tidak ingin adanya kekerasan, apalagi sesama saudara Muslim..

Demi Allah.. Saya khawatir Allah murka pada kita karena kita merobohkan atau mencekal rumah-Nya di atas bumi ini.

Saya juga khawatir perselisihan ini dimanfaatkan kelompok anti Islam seperti komunis, dll sehingga memperkeruh suasana dan mungkin mereka menargetkan sampai bentrok fisik. Alhamdulillah itu tidak terjadi. Bagaimanapun dengan kondisi sekarang orang kafir dan musuh Islam pasti bersorak sorai.

Walhasil, dakwah Islam dan Umat Islam yang memiliki keyakinan aqidah dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah di negeri ini harus bersatu. Kalau tidak, umat ini tidak akan pernah bangkit apalagi memenangakan pertarungan di akhir zaman yang sangat dahsyat ini.

Satu hal yang harus difahami, musuh kita yang utama dan sebenarnya  bukanlah NU, bukan Muhammadiyah, bukan Salafi, bukan HTI (walaupun sudah dibubarkan), bukan Tarbiyah (Al-Ikhwan Al-Muslimin), bukan Jama’ah Tabligh, bukan PUI, bukan Al-Irsyad, dst. Kita semua adalah BERSAUDARA DALAM ISLAM DAN IMAN. Kita bekerjasama dalam perkara-perkara yang kita sepakati dan kita saling toleransi dalam perkara-perkara yang kita perselisihkan (dalam hal furu’). Saya juga tahu saudara-saudara Salafi alergi dengan kata-kata ini.

Akan tetapi, musuh hakiki kita adalah Yahudi, Nasrani yang memerangi kita, demikian pula Komunis, Sepilis dan siapa saja yang memerangi Islam dan kaum Muslimin kendati dari keluarga kita sendiri.

Kalu kita lalai membangun kekuatan umat dan kesatuannya, apa yang terjadi di negeri Islam lain seperti Suriah, Yaman, Afghanistan, dll tidak mustahil juga akan menimpa kita. Saat itu kita semua akan meratapi diri masing-masing. Semoga Allah lindungi.

Demikian apa yang menjedi keprihatnan saya sekarang ini. Saya tidak inginkan kecuali perbaikan termasuk diri saya sendiri semaksimal yang dpt dilakukan. Tidak ada taufiq bagi kita kecuali dengan Allah..
Hanya kepada-Nya jua kita bertawakkal dan kepada-Nya juga kita akan kembali.

Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.

Wassalamu’alaikum watahmatullah..

Akhukum fillah
Fathuddin Ja'far.

Serangan Balik Pejuang Oposisi di Gurun Suriah Tewaskan 30 Milisi Syi'ah Bayaran Iran


Headlineislam.com - Pejuang oposisi Suriah pada hari Selasa (11/7/2017) melancarkan sebuah serangan balik terhadap kelompok milisi Syi'ah asing bayaran Iran yang berafiliasi rezim Assad di wilayah Gurun Suriah untuk mendapatkan kembali kendali wilayah-wilayah yang diduduki sebelumnya oleh pasukan pro-rezim.

Kepala kantor media Jaisy Osoud Al-Sharqiya, Saad al-Haj, mengatakan bahwa pejuang oposisi berhasil menguasai kembali wilayah Omam di Gurun Suriah, menambahkan bahwa dua tank dan buldoser berhasil dihancurkan.

Lebih dari 30 milisi Syi'ah asing bayaran Iran tewas,al-Haj menambahkan.

Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Orient Net bahwa pertempuran tersebut saat ini dipusatkan pada poros pedesaan timur Damaskus, Gurun Suriah ke arah Pegunungan Makhoul dan desa timur Suweida di poros al-Zalf dan daerah Rajm al-Baqar Dan Ashihab.

Milisi Syi'ah melancarkan sebuah kampanye militer di Gurun Suriah pada hari Senin, mengambil keuntungan dari kesepakatan gencatan senjata di bagian selatan negara tersebut. Mereka mengambil alih sejumlah wilayah di Suweida timur dan daerah pedesaan timur Damaskus.

Al-Haj melaporkan bahwa pesawat tempur Rusia pada hari Senin meluncurkan lebih dari 80 serangan udara di daerah bentrokan, menyusul kebijakan bumi yang hangus.

Milisi Syi'ah yang dipimpin Iran merebut wilayah yang luas dari Gurun Suriah dalam beberapa pekan terakhir.

Media Iran baru-baru ini menerbitkan gambar yang menunjukkan kedatangan pemimpin Garda Revolusi Syi'ah Iran Jenderal Qassem Soleimani ke daerah di sisi timur segitiga al-Tenaf. Gambar-gambar menunjukkan Soleimani dengan sejumlah tentara bayaran Syi'ah Afghanistan di dekat perbatasan Suriah-Irak. Sumber: Voa Islam (vic/headlineislam.com)

Perppu Pembubaran Ormas Mengancam Banser NU


Headlineislam.com - 1|. Sebagaimana diberitakan oleh berbagai media, Pemerintah melalui menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan, pada Rabu 10 Juli 2017 telah mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (*”Perppu”*) nomor 2 tahun 2017 tentang Perubahan undang undang nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

2|. Salah satu hal yang paling krusial pengaturan dalam Perppu adalah penghapusan ketentuan tatacara pemberian sanksi sampai dengan prosedur pencabutan status badan hukum (pembubaran), yang sebelumnya harus melalui permohonan dan berdasarkan kekuatan putusan pengadilan. (Penghapusan ketentuan pasal 63 s/d pasal 80).

3|. Bahkan, ditegaskan melalui ketentuan pasal 80A Perppu, pencabutan status badan hukum ormas sekaligus dapat dinyatakan bubar berdasarkan Perppu.

4|. Dalam konteks peralihan, ketentuan pasal 83A menyatakan UU nomor 17 tahun 2013 dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan Perppu.

5|. Dalam Ketentuan pasal 59 ayat 3 d menyebutkan:

_”Ormas dilarang melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan”._

6|. Dalam konteks ini, Ormas Islam Banser NU diketahui secara luas oleh publik sering melakukan tindakan pembubaran kegiatan masyarakat, baik berupa pengajian yang dilakukan Ustadz atau mubalihg seperti yang paling mashur terjadi pada ust. Felix Shiau dan Ust. Khalid Basalamah, maupun pembubaran berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan sebagaimana dialami ormas HTI yang membuat agenda Masyiroh Panji Rasulullah (mapara) beberapa waktu yang lalu di berbagai daerah.

7|. Banser NU beralasan bahwa tindakan itu dilakukan dalam rangka menjaga NKRI, Pancasila dan UUD 45 dari rongrongan dan ancaman perpecahan.

8|. Meskipun demikian, tindakan Banser NU ini telah mengambil alih tugas aparat penegak hukum selaku pihak yang berkewajiban menjaga ketertiban dan keamanan masyarkat, sekaligus berwenang membubarkan kegiatan masyarakat.


9|. Oleh karenanya Banser NU telah melanggar ketentuan pasal 59 ayat 3 d, dan bisa diambil tindakan.

10|. Dengan adanya pelanggaran tersebut, terlebih setelah adanya wewenang pembubaran ormas secara sepihak oleh Pemerintah tanpa proses pengadilan, dikhawatirkan Perpu akan menyasar pada Banser NU *DAN BANSER NU MENJADI TUMBAL ATAS OTORITARIANISME PENGUASA DENGAN SARANA PERPU INI.*

11|. Memang benar saat ini Banser NU sedang mesra dengan penguasa, namun siapa yang bisa menjamin hubungan mesra ini langgeng ? Jika suatu saat kepentingan politik penguasa menghendaki mendepak Banser NU maka serta merta penguasa dapat langsung membubarkan Banser NU tanpa melalui proses pengadilan.

12|. Jika dibubarkan sepihak dan tidak melalui pengadilan, bagaimana Banser NU bisa membela diri dihadapan hukum dan menjelaskan tindakan yang dilakukan dalam rangka menjaga Pancasila dan NKRI?

13|. Inilah ! Bahaya Perppu pembubaran ormas bagi Banser NU. Oleh karenanya ayo bersama-sama melindungi Banser NU dan ormas-ormas lainnya dari kediktatoran penguasa menggunakan sarana Perppu ini. Sumber: Muslimina (mb/headlineislam.com)

Oleh : Nasrudin Joha

Hanya Ada di Rezim Jokowi! Rohis Diawasi, LGBT Dilindungi


Headlineislam.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda (PP) Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, harusnya Kementerian Agama melindungi Rohis dan mengawasi LGBT yang merusak moralitas bangsa, bukannya malah menghimbau mengawasi Rohis dan terkesan melindungi Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT)

Pernyataan Menag Lukman Hakim Saifuddin yang akan mengawasi Rohis dan meminta tidak mengucilkan LGBT terkesan memberikan perlindungan terhadap LGBT. Ini sangat berbahaya dalam perkembangan generasi muda untuk membangun organisasi.

“Statement itu (Menag) bernuansa stigma. Stigma seperti itu saya rasa berbahaya sekali dan tidak elok,” ungkap Dahnil kepada Harian Terbit, Rabu (12/7/2017).

Dahnil menilai, penyataan Menag tidak tepat karena bisa menyebabkan pelajar enggan untuk beraktivitas dan berorganisasi melalui Rohis. Apalagi pernyataan tersebut hanya didasari oleh penelitian yang masih debatable yang validasi dan kebenarannya bisa dikoreksi.

Faktanya selama ini, lanjut Dahnil, Rohis telah memberikan kontribusi besar dalam merawat dan membina akhlak pelajar-pelajar di Indonesia. Tidak jarang diantara lulusan Rohis berhasil meraih prestasi yang membanggakan.

“Jadi, bagi saya, pernyataan Menag tersebut sangat tidak elok dan justru menyudutkan gerakan pelajar Islam melalui Rohis yang selama ini menjadi persemaian merawat akhlak dan gerakan Islam di Indonesia,” jelasnya.

Walaupun pernyataan Menag telah menyudutkan remaja muslim, sambung Dahnil, pihaknya tetap akan melakukan dialog atau tabayun kepada Menag. Sehingga hal-hal yang miskomunikasi bisa diketahui lebih lanjut.

“Kita tabayun ke Menteri Agama, apa yang dia maksud,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Front Mahasiswa Islam (FMI) Habib Ali Alatas mengatakan, adanya abdi negara yang menyudutkan umat Islam karena telah terjangkiti penyakit Islamophobia. Ironisnya penyakit tersebut terjadi di negara yang penduduknya mayoritas muslim terbesar di dunia. Padahal, Indonesia adalah negara Pancasila yang menjunjung tinggi agama, yang ditekankan kembali dalam pasal 29 ayat 1 UUD 1945, bahwa negara ini berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurut Ali, penyataan Menag yang akan mengawasi yang berbau Islam, sementara yang melanggar Islam justru dibebaskan bahkan dilindungi seperti LGBT, maka hal tersebut menunjukan bahwa tidak ada keahlian yang dimiliki Lukman Hakim Saifuddin dalam memimpin Kemenag.

“Itulah akibatnya ketika suatu urusan bukan diserahkan kepada yang ahlinya,” tandasnya.

Terpisah, Jubir FPI Ustadz Slamet Maarif mengatakan, sebagai omas yang melindungi umat Islam maka pihaknya akan memperkuat majelis taklim yang menjadi binaan FPI. Hal ini dilakukan karena dunia telah terbalik.. Buktinya pemerintah mencurigai dan mengawasi yang baik-baik sementara kejahatan dan penyimpangan seksual dibiarkan bahkan terkesan dilindungi.

“Kemenag seharusnya menjadikan rohis sebagai kegiatan eksul utama di sekolah dan di kampus – kampus untuk pembentengan aqidah dan pembentukan karakter bangsa sesuai ajaran islam,” tandasnya. Sumber : Arrahmah (ar/headlineislam.com)

Beda Perlakuan dengan Muslim, Kapolda Mengaku Duduk Semeja dengan Penjahat Agar Pelakunya mau Berbicara

Headlineislam.com - Kapolda Metro Jaya Irjenpol Mochamad Iriawan menjelaskan soal foto dirinya bersama anggota kepolisian lainnya sedang duduk semeja dengan pelaku pembacokan Hermansyah –Lauren Paliyama dan Edwin Hitipeuw– yang sempat viral di media sosial.

Terkait hal ini, Iriawan tidak mempersoalkan muncul anggapan negatif masyarakat akibat foto tersebut.

Ia hanya menjelaskan bahwa polisi memiliki teknik penyidikan melalui pendekatan psikologis agar pelaku bisa mengungkapkan aksi kejahatannya.

“Itu teknis polisi mengungkap peristiwa agar (pelaku) bicara,” kata Iriawan di Jakarta, Kamis.

Iriawan juga mengaku, pada saat menemui pelaku, ia menanyakan sejumlah pertanyaan soal motif pembacokan pakar telematika ITB itu. “Apa karena suruhan seseorang atau bukan,” jelasnya.

Sebelumnya juga diketahui, Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto pada Rabu (12/7/2017) mengatakan bahwa Kapolda duduk semeja dengan tersangka dalam rangka pendekatan.

“Kemungkinan dia akan lebih mengungkapkan sesuatu yang lain dari sisi humanisnya yang akan kita angkat. Jadi enggak ada masalah,” tuturnya, seperti dilansir Republika, Rabu (12/7/2017).

Pihaknya pun menegaskan penyidik Polri tidak membeda-bedakan perlakuan satu tersangka dengan tersangka lain.

“Semuanya kami perlakukan sama, tapi kadang polisi harus pancing dulu, kita ajak makan dulu supaya tersangka lebih terbuka,” ungkapnya. Sumber : Islam Pos (ip/headlineislam.com)

Muhammadiyah: Pembubaran Ormas Anti Pancasila Harus Lewat Pengadilan


Headlineislam.com - Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menilai sah saja pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Undang-Undang tentang Ormas.

Apalagi aturan itu akan dipakai untuk membubarkan organisasi masyarakat (ormas) yang tidak bersesuaian dengan identitas kebangsaan Indonesia yakni Pancasila dan NKRI, atau memiliki karakter anarkis dan mengancam kerukunan demi menjaga Indonesia.

Namun, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, terkait dengan upaya pembubaran tersebut tentu harus tetap ditempuh dengan cara formal-konstitusional, melalui mekanisme hukum yakni melalui pengadilan.

“Jangan sampai Pemerintah justru bertindak represif seperti era orde baru, karena justru laku seperti itu berpotensi abuse Of power dan pasti mengancam demokrasi Pancasila yang sudah kita tata 20 tahun belakangan ini,” ujar Dahnil Simanjuntak, Rabu (12/7/2017).

Karena Dahnil Simanjuntak menjelaskan, represifitas terang akan sangat berbahaya. Dia menilai bukan justru “mematikan” ormas yang berideologi atau berlaku tidak sesuai dengan identitas ke-Indonesiaan.

“Justru mereka bisa melakukan konsolidasi dan memperkuat diri karena merasa di dzholimi. Maka, jalan hukum harus selalu dipilih dan ditempuh oleh Pemerintah,” tegasnya.

Setelah mengumumkan pembubaran organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada 8 Mei lalu, pemerintah akhirnya mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu), untuk melancarkan pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dianggap bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, menyebut Perppu tersebut dikeluarkan atas Undang-Undang nomor 17 tahun 2013, tentang ormas. Salah satu hal yang diubah dari aturan yang lama, adalah mekanisme pencabutan izin.

“Bahwa lembaga yang mengeluarkan izinatau yangmemberikan pengesahan, adalahlembaga yang seharusnya mempunyai wewenang untuk mencabut atau membatalkannya,” ujar Wiranto, dalam konferensi pers di kantor Menkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017)

Kewenangan izin dan pengesahan ormas ada di tangan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dan sebagian yang berbentuk yayasan ada di tangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selanjutnya jika Perppu tersebut sudah berlaku, dua kementerian tersebut yang akan melakukan evaluasi dan pencabutan izin.

“Lembaga yang mencabut izin akan meneliti itu, mendapatkan laporan dari berbagai pihak, data aktual aktivitas di lapangan, bukti nyata, baru lembaga yang memberi izin itu (mencabut),” ujarnya.

“Bukan saya, lembaga yang mengeluarkan izin bukan di Menkopolhukam, pemberian izin ada di Kementerian Hukum dan HAM, ada sebagian (yang berbentuk) yayasan (izinnya dikeluarkan) di Kemendagri,” ujarnya.

Dalam konferensi pers tersebut Wiranto tidak menyebut nama HTI. Ia juga tidak mau menjelaskan ormas mana saja yang ia maksud bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, yang akan dicabut izinnya. Namun pada konfrensi pers yang digelar 8 Mei lalu, Wiranto menyebut nama HTI.

Dengan Perppu terkait pembubaran ormas yang sudah dikeluarkan sejak dua hari yang lalu itu, Wiranto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, dan memahami dengan baik perppu tersebut. Wiranto menegaskan, bahwa kebijakan ini bukan kebijakan untuk mendiskreditkan Islam.

“Perlu digarisbawahi bahwa Perppu ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan ormas Islam, apalagi masyarakat muslim, yang merupakan mayoritas penduduk di Indonesia,” katanya. Sumber : Sang Pencerah (spd/headlineislam.com)

Wajib Mendengar dan Taat Pada Pemimpin Meskipun Berhati Setan

Presiden RI ke-7, Jokowi
Headlineislam.com - PAHAMI baik-baik dan baca dengan cermat. orang kalau sudah berjenggot, bergamis, atau bercelana cingkrang (diatas mata kaki), lalu ngomongnya pakai dalil qur'an dan hadits, apalagi ngomongnya di TV atau Radio tertentu; langsung dianggap sudah pasti benar, langsung dianggap ‘oh ini ahlus sunnah sejati’; sehingga kalau ada berbeda dengan yang disampaikannya ini, berarti ‘salah’ atau ‘sesat’. Demikianlah diantara fenomena keterpurukan intelektual yang sedang menimpa sebagian kaum muslimin dewasa ini. padahal, kebenaran itu bukan sekedar di ukur dengan yang namanya DALIL, tetapi juga perlu ISTIDLAL (cara menggunakan dalil). Artinya, ketika dalil sudah benar, lalu bagaimana cara menggunakan dalil itu agar pemahaman dan pengamalan terhadap dalil itu juga benar. inilah garis lurus syari'at/manhaj salaf yang sesungguhnya. Kalau hanya terpesona dengan orang yang menyampaikan pakai dalil, maka syi'ah pun punya dalil, khawarij dan mu'tazilah juga punya dalil, kelompok sesat jabariyyah dan murji-ah pun juga pakai dalil. Lalu kenapa mereka tetap sesat? Ya, karena bukan dalil nya yang salah, melainkan cara mereka menggunakan dalil (ISTIDLAL) itulah yang salah sehingga menjadikan mereka sesat dan menyesatkan.

Thoyyib, mari kita bahas dengan cermat. segelintir orang memaksakan ummat ini untuk MENTAATI PEMIMPIN (PENGUASA) NON ISLAMI MESKIPUN BERHATI SETAN. dalilnya:

1=> Hadits dari ‘Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu ‘anhu, di riwayatkan Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّوَجَلَّ , وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكَ عَبْدٌ حبشي.

“Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintah (memimlin) kalian adalah seorang hamba sahaya (budak hitam)”.

2=> Hadits dari Hudzaifah Ibnul Yaman, diriwayatkan Imam Muslim. Rasulullah bersabda, "Nanti setelahku ini akan ada seorang pemimpin yang tidak berpetunjuk dengan petunjukku (dalam teori) dan tidak pula bersunnah dengan sunnahku (dalam praktek). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia. “

Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”

Beliau bersabda, ”Dengarlah dan ta’at kepada Al-MIR (pemimpin) itu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka.”

-selesai-

Baik, kita bahas..

PERTAMA: DUA HADITS inilah yang sering menjadi dalil untuk dua hal: 1. Membenarkan adanya kepemimpinan NON SYARI’AT di muka bumi; 2. Mewajibkan mendengar dan taat kepada kepemimpinan itu, meskipun ia berhati setan, harta kita diambil, punggung kita dipukul.

Hadits-hadits ini selalu diulang-ulang oleh para penjilat penguasa (mulukiyyah/murji’ah gaya baru). tetapi anehnya, hadits-hadits tentang para syuhada' yang terbunuh melawan pemimpin zhalim tidak pernah mereka bahas? tidak pernah mereka dengang-dengungkan.!? Padahal sabda Nabi, “jihad yang paling afdhal adalah amar ma'ruf nahi munkar kepada pemimpin zalim”. ini juga kan hadits shahih, sebagaimana hadits-hadits yang mereka nukil diatas, dan itu di praktekkan oleh Salafus Shalih. tetapi kenapa tidak pernah mereka bahas? Disinilah letak standar ganda nya para penyembah muluk (penguasa) itu. Syari’at (Al-Qur’an & As-Sunnah) menjadi keset di bawah kaki mereka demi kekuasaan.

KEDUA: Baginda Rasulullah 'Alaihi Shalawatu Wa Salam bersabda :

إن أُمِّر عليكم عبدٌ مُجدَّعٌ أسودُ ، يقودُكم بكتاب اللهِ تعالى ، فاسمَعوا له وأَطيعوا " .

“ Jika kalian di pimpin oleh seorang hamba sahaya yang hitam berambut keriting, yang memimpin kalian DENGAN KITAB ALLAH, maka taatlah kepadanya ".

( ini hadits shahih riwayat Imam Muslim )

Perhatikan hadits ini dengan cermat. kata Rasulullah, “Maka Taatlah kalian selama ia memimpin dengan KITABULLAH !! sekali lagi: DENGAN KITABULLAH. nah, inilah hadits yang menjelaskan (atau tafsir) dari hadits yang sering mereka nukil diatas. harusnya di korelasikan dalil-dalil yang ada, jangan ambil separoh-separoh. hancur agama ini jika cara mereka beristidlal seperti itu.

Pertanyaan saya, apakah sama pemimpin yang memimpin berdasarkan KITABULLAH, dengan pemimpin yang memimpin berdasarkan UNDANG-UNDANG SEKULER ? Apalagi Undang-undang sekuler itu dijadikan asas tunggal dan ideologi bangsa !? CATAT ya, kita tidak sedang membahas orang-orang yang ada di parlemen, DPR-MPR itu kafir atau tidak.. Bukan. Itu hak dan wewenang para ulama yang kredibel dan berkompeten. bukan hak orang-orang awam seperti kita.Yang kita bahas sekarang adalah hukumnya, undang-undangnya. yang mana, mau tidak mau kita harus akui bahwa undang-undang yang ada saat ini bukanlah undang-undang ISLAM.

KETIGA: Dalam batas syari’at, ada dua poin penting yang sering di sembunyikan oleh kaum mulukiyyun (penjilat penguasa) ini, yaitu: 1. Ketaatan mutlak itu hanya berlaku untuk Allah dan Rasul-Nya; sehingga kepada Ulil Amri/pemerintah yang berhukum pada Syariat pun, ketaatan itu sifatnya terbatas (tidak mutlak); 2. Memberikan hak ketaatan mutlak (sekalipun harta kita diambil, punggung kita dipukuli) kepada orang-orang sekuler, anti Syariat atau menolak Syariat. ini tentu sangat MUSTAHIL. tidak mungkin Allah Ta’ala memberikan hak istimewa kepada kepemimpinan yang menentang-Nya dan menentang Rasul-Nya.

Dalilnya, Nabi bersabda:

إنَّ هذا الأمرَ في قريشٍ ، لا يُعاديهم أحدٌ إلا كبَّه اللهُ على وجهِه ، ما أقاموا الدينَ

“ Sesungguhnya urusan ini (kepemimpinan kaum muslimin) adalah dari Quraisy, tidak ada seorangpun yang menentangnya kecuali akan di campakkan oleh Allah wajahnya di neraka, selama MEREKA MEMIMPIN DENGAN MENEGAKKAN DIN”.

( Ini hadits Shahih riwayat Imam Bukhari dari sahabat Muawiyyah Bin Abi Sufyan Radhiyallahu'anhuma )

Perhatikan: kata Rasulullah, meskipun yang memimpin adalah kaum Quraisy, maka WAJIB MENTAATAINYA selama MEREKA MENEGAKKAN DIN (AGAMA) ! sekali lagi: selama mereka menegakkan din. Dari sabda Nabi ini sangat jelas bagi orang-orang berakal bahwa SYARAT MENDENGAR DAN TAAT KEPADA PEMIMPIN, ITU TIDAK BERSIFAT MUTLAK. Ini sudah terlalu capek kami bahas berulang-ulang. mereka saja hanya muter-muter disitu.

Oleh karenanya, menjadikan dua hadits diatas sebagai dalil untuk “mendengar dan taat” kepada kepemimpinan NON ISLAMI (tidak berlandaskan Al-Qur’an & As-Sunnah), ini adalah pengkhianatan besar kepada Allah, Rasul, dan Syari’at-Nya. Sejak kapan para MUWAHHIDIN (AHLI TAUHID SEJATI) diperintah tunduk kepada kepemimpinan Non Syariat? Sekajak kapan? mana dalilnya? mana praktek Salaf terhadapnya.?

KEEMPAT: Dalam hadits ke-dua diatas, ada kata “laa yahtaduna bi hadyi” (mereka berpetunjuk tidak dengan petunjukku) dan “laa yastanuna bi sunnati” (mereka bersunnah tidak dengan Sunnahku). Kata-kata ini TIDAK BERMAKNA SECARA MUTLAK MEREKA MENINGGALKAN SYARI’AT. tapi bermakna, mereka melakukan bid'ah. Karena di sana ada kata "yahtaduna" (berpetunjuk) dan "yastanuna" (bersunnah); artinya mereka masih menetapi PETUNJUK dan SUNNAH, namun tidak sesuai dengan apa yang Nabi  lakukan/contohkan. Kalau mereka benar-benar meninggalkan Syariat, tentunya Nabi memakai kalimat “yakfuruna bi ayatillah wa sunnati nabiyih” (mereka kufur atas ayat Allah dan Rasul-Nya).

Kemudian di sana juga ada kata AL-AMIR (pakai alif lam ma’rifat sebagai bentuk mu’ayyan) yang artinya pemimpin. yang mana kata “Al-Amir” disini maknanya khusus, tidak umum. Artinya, itu kepemimpinan ISLAM, yang dibatasi hukum Syariat; karena asal kepemimpinan dalam Islam adalah TAAT SYARIAT. Di sana juga ada kata “as sam'u wat tho'ah”. yang mana kata-kata seperti ini dalam Al-Qur'an sering disebut “sami'na wa atho'na”. Kata-kata ini adalah KHAS KETAATAN kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak berlaku bagi yang lain. Karena ia mengandung konsekuensi IMAN, seperti yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an pada surat Al-Baqarah ayat 285. Kata-kata ini HARAM dikeluarkan dari jalur KEIMANAN.

KELIMA: Setelah kita menjama'kan (mengkorelasikan) hadits-hadits tentang wajibnya mendengar dan taat pada ULIL AMRI, maka kembalikan pemahaman tentang Ulil Amri itu kepada para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Artinya, baca dan lihat penjelasan para Ulama dan Imam-imam Ahlus Sunnah terkait makna Ulil Amri dan penjelasan mereka tentang siapa dan bagaimana Ulil Amri itu. Sehingga tidak MAIN COMOT.

1=> Didalam kitab fathul qadir 1/556, Imam Syaukani Rahimahullah mengatakan:

والأولى الأمر : هم الأئمة والسلاطين، والقضاة وكل من كانت له ولاية شرعية لا ولاية طاغوتية

“Ulil Amri adalah para imam, penguasa, hakim, dan semua orang yang memiliki kekuasaan yang Syar'i (yakni sesuai syariat) bukan kekuasaan Thoghut”.

2=> Dalam kitab Majmu' Fatawa wa Maqolatun Mutanawwi'ah 1/ 117 cetakan Daarul Qasim lin Nasyr-Riyadh, Syaikh Bin Baz Rahimahullah mengatakan :

لأنه ليس كل حاكم يكون عالما يصح منه الإجتهاد، كما أنه ليس كل حاكم سواء كان ملكاً أو رءيس جمهورية يسمي أمير المؤمنين، وإنما أمير المؤمنين من يحكم بينهم بشرع الله ويلزمهم به، ويمنعهم من مخالفته، هذا هو المعلوم بين علماء الإسلام والمعروف بينهم.

“...Karena tidaklah setiap pemimpin di namakan seorang alim yang sehingga dibenarkan ia berijtihad, sebagaimana tidaklah setiap pemimpin, baik itu kedudukannya sebagai raja atau presiden di namakan "AMIRUL MUKMININ" (Ulil Amri), karena yang di namakan "AMIRUL MUKMININ (Ulil Amri) hanyalah seseorang yang berhukum di antara rakyatnya dengan SYARI’AT ALLAH dan mengharuskan mereka atas itu, dan melarang mereka untuk menyelisihinya. Inilah yang telah di ketahui di antara Ulama Islam dan di kenal di kalangan mereka”.

-selesai-

Ini kata Syaikh Bin Baz, bukan kata Habib Rizieq Shihab.

MANHAJ MULUKIYYAH/MURJI-AH adalah manhaj main comot yang penting aman. asal sudah jadi pemimpin, berkuasa, dengan cara apapun, maka ia langsung dianggap Ulil Amri dan wajib mendengar serta mentaatinya. sebagaimana ‘fatwa’ Ibrahim Ar-Ruhaili. Kalau begitu, kafir belanda yang menguasai indonesia selama 350 tahun (dalam jajahannya), antum anggap Ulil Amri dong ??!! Sehingga konsekuensi logisnya -dari buah fikir sungsang seperti ini- para pahlawan kemerdekaan itu “khawarij” semua..!!??

Demikian pula Israel Yahudi yang sampai detik ini menguasai palestina (dalam jajahannya), di anggap Ulil Amri dong? Karena mereka berkuasa disana.. , sehingga konsekuensi logisnya -dari buah fikir prematur ini- Mujahidin Hamas dan semua pejuang kemerdekaan palestina itu “khawarij” semua !!???

Wallahul musta’an. Semoga Allah menyelematkan ummat ini dari kehinaan, kebodohan dan kesesatan pemikiran serta fitnah di akhir zaman. Nas’alullah al-‘afiyah wa salamah.

Oleh: Maheer At-Thuwailibi