Tangkapi Aktivis Islam Secara Zalim, Massa : Bebaskan Aktivis-aktivis Kami


Headlineislam.com - Penangkapan sejumlah aktivis Muslim Solo yang dituding terlibat aksi pengrusakan tempat hiburan malam membuat ratusan umat Islam turun ke jalan. Dari kawasan lapangan Kota Barat, massa pun bergerak mendatangi Mapolresta Surakarta untuk menyampaikan aspirasinya.

Aksi yang dipelopori oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) ini juga mendapat dukungan dari MUI. Sejumlah laskar umat Islam pun terlihat ikut andil dalam aksi ini, di antaranya Laskar Hizbullah Solo, JAS dan sejumlah laskar dari wilayah Klaten.

Ketua MUI Surakarta, Prof. Zaenal Arifin Adnan berpesan bahwa lembaganya akan membersamai umat Islam untuk menjaga keamanan kota Surakarta. “MUI akan membersamai umat Islam, laskar-laskar Islam dalam rangka menjaga keamanan kota Solo tercinta,” kata ustadz Nurhadi menyampaikan pesan tersebut.

Untuk itu, ia mengajak umat Islam untuk menjaga larangan Allah SWT agar kota Solo terbebas dari minuman keras. “Inilah jihadnya umat Muslim kota Solo, yaitu menjaga larangan Allah SWT jangan sampai di Kota Solo ada miras yang dilarang Al-Qur’an,” lanjutnya.

Untuk memperjelas, salah satu orator, mengingatkan bahwa laskar atau aktivis Islam adalah mitra kepolisian. “Laskar umat Islam semata-mata melakukan kewajiban agama. Kemudian mengajak aparat mengobati penyakit masyarakat tersebut,” katanya.

Aksi yang dimulai bakda Shalat Jum’at pukul 13.30 ini berjalan tertib. Meski massa terlihat memenuhi jalan besar di depan Mapolresta Solo. Tetapi, arus lalu lintas di lokasi masih berjalan lancar.

Sementara itu, Kapolresta Solo, Kombespol Ahmad Lutfi yang menemui peserta aksi menyampaikan agar masyarakat tidak bertindak sendiri dalam memerangi penyakit masyarakat, serta dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Perintahkan kami bersama-sama untuk datang kepada penyakit masyarakat untuk tidak bertindak sendiri, karena tugas Polri adalah Harkamtibmas. Beritahu kami ketika di suatu tempat ada maksiat,” ujarnya.

Ia menegaskan akan berkomitmen dalam masalah penanganan penyakit masyarakat tersebut. “Tugas Polri dengan suara alim ulama masyarakat sama, yakni amar ma’ruf nahi munkar,” imbuhnya.

Merespon penuturan Kapolres, massa umat Islam menyatakan akan membuktikan janji tersebut. Adapun berkenaan dengan penangkapan aktivis Islam, massa menuntut agar segera dibebaskan. Karena aktivis tersebut juga bergerak dalam rangka menangani penyakit masyarakat.

“Bebaskan aktivis-aktivis kita!” tegas mereka.

Sebelumnya, aparat kepolisian dari Polda Jateng dan Polresta Surakarta menangkap 8 orang anggota Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS). Mereka dituding terlibat melakukan pengrusakan dan penganiayaan di tempat hiburan malam Social Kitchen pada Ahad lalu. (kt/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Juga sebagai wadah menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.


EmoticonEmoticon