SAS Dukung PMKRI Polisikan Habib Rizieq


Headlineislam.com - Kebebasan berpendapat terutama di media sosial atau digital harus dikontrol. Pasalnya, masyarakat saat ini sangat rentan terpecah akibat liarnya pendapat di media sosial terutama pendapat yang bernada kebencian.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menanggapi isu pelaporan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab karena dianggap menghina agama Kristen dan menyebaran ujaran kebencian di media sosial.

"Jadi PBNU minta agar Menkominfo dan kepolisian betul-betul memantau dan mengontrol ujaran kebencian di media sosial. Siapapun yang menyampaikan ujaran kebencian termasuk Habib Rizieq ya harus ditindak. Saya tidak mengkhususkan ke Habib Rizieq, tapi siapapun yang menyebarkan ujaran kebencian harus ditindak," kata Kiai Said di kantor PBNU, Jakarta, Jumat (30/12)

Tak hanya Kepolisian dan Menkominfo, Kiai Said juga meminta agar masyarakat harus mempunyai tanggung jawab bersama untuk menutup pintu kebencian dan ke depankan persatuan dan kebangsaan.

"Yang saya harapkan semua harus menyatukan kesatuan dan keselamatan bangsa ini, harus kita junjung. Semua, baik Islamnya maupun non muslimnya, NU maupun non NU, kalau semua orang NU semua selesai saya kira, tidak butuh Densus, BNPT," kata Kiai Said

"Tapi yang jelas, semua warga bangsa harus taat dan hukum harus berjalan tidak pandang bulu," pungkasnya. (rp/headlineislam.com)


EmoticonEmoticon