Komunis Mempromosikan Pemikirannya Melalui Filosofi dan Tragedi Kemanusiaan


Headlineislam.com - Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Barat melalui rapat koordinasi dengan Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Se-Sumatera Barat mengungkapkan sepanjang tahun 2015 dan 2016 ada beberapa aksi dan kegiatan masyarakat yang mengarah kepada paham komunis.

Khususnya pada acara resmi pemerintah yang disusupi oleh orang yang sengaja memakai atribut yang mirip dengan palu arit dan luput dari pantauan masyarakat.  Bahkan di tahun 2015 kemarin,  ada seseorang yang terang-terangan membawa bendera PKI disebuah acara pawai di Kabupaten 50 Kota.

Ketua DHD 45 Sumbar,  Zulwadi Datuk Bandaro Kali menuturkan, ancaman PKI sebenarnya sudah mengkhawatirkan.  Dengan beredar luasnya pengetahuan dasar perihal komunis di internet maupun buku,  sangat gampang bagi komunis mengambil kader dari anak muda Minang.  Terlebih lagi,  anak muda yang dulunya tidak dibekali dengan pemahaman nasionalis dan berwatak radikal.

"Banyak orang yang tidak sadar kalau Sumbar sudah mulai disusupi oleh orang-orang komunis. Mereka mempromosikan pemikiran komunis melalui filosofi dan tragedi kemanusiaan. Bagi mereka yang tidak dibekali nasionalisme dan berwatak radikal, sangat mudah dicuci otaknya oleh komunis," kata Zulwadi dalam pertemuan dengan DHC 45 se-Sumbar,  Rabu (28/12).

Dijelaskannya,  kecemasan akan bangkitnya paham komunis ini sudah pernah disosialisasikan oleh DHD 45 ke daerah-daerah bulan Mei 2016 kemarin.  Pasalnya,  banyak ditemui oleh anggota pejuang 45 di lapangan,  upaya untuk mencuci otak generasi penerus dengan paham komunis dan meruntuhkan nilai-nilai dasar UUD 45. Termasuk adanya pengibaran bendera PKI saat pawai alegoris tahun 2015 di kabupaten 50 Kota.

"Tahun 2015 ada orang mengibar bendera PKI di Kabupaten 50 Kota saat pawai alegoris.  Namun cuma sebentar.  Karena yang melihat adalah anggota 45 yg sudah tua,  tidak bisa ia mengejar orang tersebut.  Sejak itulah banyak kami melihat adanya kegiatan kelompok maupun individu yang mengarah kepada komunisme, khususnya di media sosial, "katanya.

Ia juga mengatakan jika hal ini terus terulang dan pemerintah tidak mengambil sikap tegas, ditakutkan keberadaan komunis atau hal-hal yang berbau komunis bisa bangkit kembali. Ini sangat berbahaya,  karena kiblat komunis adalah Rusia,  jadi yang diuntungkan jika komunis bangkit adalah Rusia,  bukan Indonesia.

 "Jika tidak ada ketegasan dari pemerintah,  komunis bisa hidup lagi di tengah masyarakat.  Dasar negara UUD 45 bisa terancam dan yang diuntungkan adalah negara asing yang menjadi kiblat komunis, "tuturnya.

Sementara Kepala Penerangan Korem 032/ Wirabraja Hasran Harahap  saat dihubungi Haluan mengatakan, pihaknya belum bisa berkomentar terkait dengan pernyataan Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumbar  yang mengatakan sepanjang tahun 2015 dan 2016 ada beberapa aksi dan kegiatan masyarakat yang mengarah kepada paham komunis tersebut.

" Saya belum bisa memberikan statment apa-apa terkait hal itu, lain waktu saya akan coba koordinasikan lagi," ujarnya. (ut/headlineislam.com)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »