Jumlah Pengangguran di Masa Ahok Meningkat dari Masa Foke


Headlineislam.com - Pengamat politik dan pemerintahan Muchtar Effendi Harahap membantah sejumlah klaim yang dinyatakan Ahok dalam debat di salah satu stasiun televisi swasta kemarin.

Muchtar bahkan mengungkapkan Cagub no urut 2 itu tak lebih baik dari Fauzi Bowo ketika memimpin DKI. Hal itu berdasarkan data BPS DKI mengenai tingkat pengangguran 12,15 persen pada 2009. Lalu menurun jadi 11,05 persen pada 2010. Selanjutnya jadi 10,80 persen pada 2011, dan 9,87 persen pada 2012.

”Tingkat pengangguran ketika Foke(sapaan Fauzi Bowo) memimpin, jauh di bawah rata-rata nasional, yakni 12-14 persen karena Foke berkomitmen meningkatkan kesejahteraan pekerja," jelas Muchtar di Jakarta, Jumat (16/12/2016).‎

Dia melanjutkan, pertumbuhan ekonomi terus meningkat dari tahun ke tahun di atas rata-rata nasional pada masa jabatan Foke. Pada 2011 laju pertumbuhan ekonomi mencapai 6,71 persen sedangkan rata-rata nasional di angka 6,48 persen.

Sedangkan, angka pengangguran di era Ahok memang menurun dari 9,87 persen (era Foke, 2012) menjadi 9,02 persen pada 2013. Lalu jadi 8,47 persen 2014, 8,36 persen pada Februari 2015, dan 7,23 persen Agustus 2015. Namun, sekalipun menurun, menurutnya angkanya masih jauh di atas rata-rata pengangguran nasional.

"Bahkan Kepala BPS DKI Jakarta Nyoto Widodo, Oktober 2014 menegaskan, jumlah angka pengangguran di DKI Jakarta 9,84 persen pada 2014 dan 8,36 persen pada 2015 lebih tinggi dari pada angka pengangguran secara nasional," bebernya.

Muchtar menggaris bawahi bahwa pengangguran DKI dan Banten terbesar di Indonesia. DKI pun dianggap darurat. Sebagian rakyat miskin DKI semakin memburuk dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data BPS DKI, pertumbuhan ekonomi DKI 2015 hanya 5,88 persen, melambat sejak tiga tahun terakhir (2014 sebesar 6,91 persen).

Kegagalan Ahok dalam mengurangi pengangguran juga disampaikan Wakil Ketua DPD DKI Muhamad Taufik. Dia mengaku bingung dengan klaim Ahok saat debat bahwa pemgangguran menurun. Sebab, jika dilihat dari angka yang dikeluarkam BPS meningkat.

"Saya rasa Ahok berdusta atau gagal paham. Lebih baik akui saja kegagalannya. Dari pada cari kambing hitam," ketusnya.

Menurut Taufik, selama kepemimpinan Ahok warga ibu kota semakin sengsara dan mengalami ketertinggalan serta kesenjangan sosial yang terlampau jauh antara si miskin dan si kaya. Karena itu, menjadi sangat ironi ketika suami Veronica Tan tersebut mengklaim angka pengangguran turun.

"Kok tidak malu ya. Buktinya nyata loh," sindir Taufik.

Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengklaim angka pengangguran di DKI Jakarta menurun.

Namun, apa yang disampaikan cagub yang diusung PDIP, Hanura, Golkar, dan Nasdem itu ternyata tak selaras dan bersifat manipulatif.

Seperti diketahui pria yang akrab disapa Ahok itu itu menyatakan ketika dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI, angka pengangguran turun 5,7 persen. Ditegaskan, mantan politikus Partai Golkar dan Gerindra itu memang masih lebih tinggi dari angka pengangguran nasional, yakni 5, 5 persen.

"Ini kan turun, kemungkinan ada kesalahan membaca data, sehingga banyak kritik yang mengatakan kami belum bisa menekan angka pengangguran," ucap mantan bupati Belitung Timur itu dalam debat di salah satu TV Nasional Kamis malam(15/12/2016) malam.‎ (ts/headlineislam.com)


EmoticonEmoticon