Huuu! Ditanyakan Dasar Hukumnya Meminta KTP Rombongan Aksi Bela Islam III, Polisi Ini Tidak Bisa Menjawab

Headlineislam.com - Sebuah video pendek, berdurasi 2 menit 20 detik tersebar ke dunia maya, melalui sosial media twitter oleh akun @gemacan70. Dan sesuai dengan keterangan postingannya, video tersebut dibuat ketika rombongan peserta aksi bela Islam III berada Wilayah Lampung, sekitar pukul 21.00 wib (Rabu, 30/11/2016), terhenti karena ada pihak kepolisian yang mencoba meminta keterangan.

Dalam video tersebut, pihak Kepolisian dipimpin oleh perwira berpangkat AKBP (biasanya Kapolres – Red) mencoba berdialog dengan cara meminta pihak rombongan menunjukkan identitas para rombongan.

Namun salah satu penumpang terlihat kesal dengan perlakuan perwira tersebut, dan mengatakan jika rilis nama-nama peserta yang akan ke Jakarta ada dipusat. Akhirnya perwira tersebut meminta KTP, dan kekesalan peserta akhirnya tidak tertahan, sambil mempertanyakan dasar hukumnya apa sampai KTP mereka harus diminta.

Hal ini membuat perwira tersebut, tidak bisa berkutik, ketika salah satu anggota rombongan mempertanyakan dasar hukumnya apa hingga mereka harus dimintai KTP.

Berikut isi video yang sempat terekam oleh pembawaberita.com ;

Awal video tampak peserta sudah mulai gerah dengan pihak polisi yang menahan mereka, dan bertanya kapan akan sampai ke Jakarta (jika sengaja ditahan terus – red)

Polisi ; “iya, saya minta datanya pak,”

Anggota Rombongan (AR) ; “data rombongan ditinggal dipusat pak, kami tidak membawa,”

Polisi ; kalau begitu saya minta KTP

AR ; “sebenarnya dasar hukumnya apa nih pak ?

Polisi ; “Bukan kami hanya memeriksa saja

AR ; Iya saya mengerti, tapi kita berbicara berdasarkan hukum pak, kami bukan orang yang buta-buta hukum pak. Kalau kami diduga membawa narkoba boleh bapak periksa seperti itu, ini masalah kelengkapan kendaraan yang bapak razia, jangan ditimpakan kepada penumpang atau memang ada dasar hukumnya, silahkan bapak serahkan kepada saya, saya serahkan semuanya.

Perwira polisi mencoba untuk menerangkan maksud meminta KTP, namun suara Perwira tenggelam oleh suara rombongan lainnya, yang kebetulan lebih dekat dengan si pembuat rekaman.

AR (lainnya) ; ini nampaknya sudah melanggar lima kesepakatan yang sudah kita tentukan….

Polisi ; Oh nggak itu, kita hanya melakukan pendataan saja, biar semua bisa lewat….

AR (lainnya) ; dari tadi kok kita didata terus….(suara anggota rombongan lainnya mulai bersahutan dan salah satu anggota sebelumnya menyuruh yang lainnya untuk diam dan membiarkan peserta yang bernama Amir saja yang berbicara)

Rupanya perwira polisi mencoba untuk memberikan alasan bahkan sempat kenyinggung soal adanya jembatan rusak, namun kembali dibantah oleh peserta jika tidak ada jembatan rusak.

AR ; Tidak ada jembatan rusak, setelah kita turun dan takbir baru dibuka, lalu di Sungai Kemuning diminta semua nama satu persatu dicatat, sebanyak ini semua 15 Bis.

Akhirnya perwira polisi tersebut tampak tidak bisa berbuat banyak. Dan memerintahkan kepada salah satu anggota polisi agar mengambil foto kendaraan bus peserta satu persatu, lalu berjanji akan mempersilahkan peserta untuk melanjutkan perjalanan. {pb/headlineislam.com}

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.