Presiden Boleh Dilengserkan Dengan "Dua Cara" Bila Abaikan Umat Islam, Yuk Dishare!

Headlineislam.com - Wakil Ketua DPR Bidang Kesejahteraan Rakyat, Fahri Hamzah mengatakan ada realitas yang penting di Indonesia, yaitu umat Islam yang lebih tua dari negara.

“Di Indonesia ada realitas penting yaitu umat Islam yang usianya lebih tua dari negara. Mereka dengan jubahnya dan surbannya mengusir penjajah,” kata Fahri dalam orasinya di depan Istana Negara pada Jum’at (04/11).

“Lalu sekarang sorban dan jubahnya diinjak injak. Tiba-tiba sekarang takbir mau dikriminalisasi,” sambungnya.

Ia juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo tidak memberikan kenyamanan bagi umat Islam. Yaitu dengan membiarkan non muslim menghina Al-Qur’an.

“Saudara Presiden Jokowi telah melanggar berkali-kali, setidaknya dia tidak memberikan hati tenteram pada umat Islam, membiarkan non-Muslim menghina Islam. Kalau umat bangkit itu wajar,” jelas Fadli.

Menurutnya, ada dua cara untuk menumbangkan presiden. Pertama parlemen ruangan, kedua parlemen jalan.

“Jatuhkan presiden ada dua caranya. Sebagai pimpinan dewan, saya memberi tahu cara yang legal. Seorang presiden terbukti bersalah, ia bisa dijatuhkan di Mahkamah Konstitusi. Ini parlemen ruangan. Kalau dari parlemen jalan Habib Rizieq lebih tahu,” ujarnya.

“Parlemen jalan dan ruangan tersambung. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Tapi yang salah adalah penakut yang tidak berani bertemu rakyat,” pungkasnya. {kt/headlineislam.com}

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.