Pemerintah Myanmar Akan Persenjatai Non-Muslim di Tengah Mayoritas Muslim

Headlineislam.com - Sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Bangkok menyerukan pemerintah Myanmar untuk segera campur tangan mencegah rencana pemerintah daerah untuk mempersenjatai warga sipil non-Muslim (warga Buddha) di wilayah mayoritas Muslim di utara negara bagian Rakhine.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari Sabtu kemarin (5/11/2016), Matthew Smith, pejabat LSM Rights Fortify, menyebut langkah ini sangat tidak disarankan dan berbahaya.

“Jika pemerintah ingin meningkatkan keamanan, mereka harus mengambil tindakan segera untuk melindungi anggota dari semua ras dan agama serta segera memberikan akses gratis dan tidak terbatas kepada kelompok bantuan.”
Sebelumnya pada hari Kamis, juru bicara pemerintah daerah Rakhine mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa polisi berencana melatih warga sipil non-Muslim sebagai “polisi daerah” di Kota Maungdaw dekat perbatasan Bangladesh.

“Kami telah mulai merekrut polisi regional di daerah,” kata Min Aung. “Setelah masa pelatihan empat bulan, mereka akan bertugas.”

Min Aung mengatakan bahwa sekitar 100 pria berusia 18 sampai 30 tahun telah terdaftar untuk gelombang pertama pelatihan di ibukota Rakhine Sittwe, dan ketika dilatih mereka akan dipersenjatai seperti polisi reguler, dan akan bertugas di bawah komando Angkatan Polisi Penjaga Perbatasan. {ip/headlineislam.com}

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.