Tidak Ada Hak Memberikan Maaf Kepada Penista Alquran

Headlineislam.com - Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Ridwan menerangkan bahwa umat Islam tidak punya hak memberikan maaf kepada orang yang menistakan Alquran.

"Kita tidak ada hak memberikan maaf kepada orang yang menistakan Alquran, karena Alquran bukan buatan kita, itu milik Allah SWT," jelas Kyai Cholil saat pertemuan ulama bersama pimpinan DPR di Jakarta, Jumat (28/10/2016).

"Jadi tidak ada manusia yang berhak memaafkan kepada orang kafir yang telah menghina Alquran," tambahnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Husnayain itu menjelaskan, tidak ada di dalam Alquran ataupun hadits bahwa Allah memaafkan orang kafir. "Yang ada itu ayat-ayat yang menegaskan bahwa orang kafir itu diancam masuk neraka jahanam, kekal abadi di dalamnya," ungkapnya.

Ia mencontohkan, di surat Al Bayyinah ayat 6, Allah SWT berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

Selain itu, Kyai Cholil juga menegaskan bahwa Rasulullah SAW telah mencontohkan agar bersikap tegas terhadap penista agama. Saat peristiwa penistaan simbol Islam yaitu jilbab muslimah yang dilecehkan orang-orang Yahudi Bani Quaniqa. Ketika itu Rasulullah langsung bertindak tegas dengan memerangi musuh-musuh Islam tersebut. {si/headlineislam.com}

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.