Menlu Saudi: "Tak Akan Dibiarkan Minoritas Syiah Menguasai Mayoritas Sunni di Yaman"


Headlineislam.com – Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan bahwa negaranya tidak akan membiarkan terjadinya  pengulangan situasi seperti Lebanon akan berlaku di Yaman, di mana kaum  minoritas Syiah  menguasai mayoritas Sunni.

Seperti dilansir Middle East Monitor, Adel Al-Jubeir berbicara dalam sebuah konferensi pers di London, UK,  Kamis 8 September,   mengatakan bahwa Houthi di Yaman merupakan minoritas yang berusaha untuk menguasai mayoritas penduduk Sunni.

Berkaitan dengan hubungan Saudi dengan Iran, Al-Jubeir menekankan bahwa Iran harus menghormati hukum internasional yang melarang menyembunyikan teroris, menuduhnya berusaha untuk menciptakan sebuah kerajaan Persia Raya.

Dia mengatakan Iran berusaha untuk mengekspor revolusi, menekankan bahwa negaranya tidak akan membiarkan hal itu dan akan  bergerak untuk melindungi keamanan  warganya.

Adel al-Jubeir,  menegaskan berkali-kali bahwa  gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran tidak akan dibiarkan mengambil alih Yaman, dan menuduh Iran berupaya menebar kerusuhan di sekitar kawasan itu.

Sementara Kepala Dewan Tinggi Pemerintah  yang didukung Houthi,  menyatakan kesiapannya untuk memulai kembali negosiasi guna mengakhiri perang Yaman, namun mensyaratkan haknya untuk  melawan serangan pemerintahan terusir yang didukung Saudi, yang mencoba menggulingkannya

Dialog disponsori PBB untuk mengakhiri pertempuran selama 18 bulan pada Agustus gagal dan gerakan Houthi maupun pasukan sekutu yang setia pada mantan presiden Ali Abdullah Saleh kembali melancarkan penembakan ke arah negara tetangga Arab Saudi

Dialog tersebut rusak setelah Houthi dan Kongres Rakyat Umum yang dipimpin Saleh mengumumkan pembentukan Dewan Tinggi Pemerintahan  beranggotakan 10 orang pada 6 Agustus, dan mengabaikan peringatan utusan Yaman untuk PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed  yang memperingatkan bahwa langkah seperti itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai penyelesaian konflik Yaman.

Al-Jubeir menegaskan lagi bahwa kini bola ditangan Houthi untuk berunding mengakhiri konflik : "Apa yang pasti, tidak dipertanyakan lagi, pasti, mereka tidak akan diperbolehkan mengambil alih Yaman. Titik. Jadi pemerintah yang sah akan dipertahankan," kata al-Jubeir. "Peluang yang mereka punya adalah memasuki proses politik, mencapai kesepakatan ... untuk kepentingan seluruh rakyat Yaman termasuk Houthi," katanya.

Arab Saudi dan sekutu-sekutu Arab menuding Houthi menjadi bidak bagi Iran. Saudi memimpin koalisi  melancarkan intervensi militer untuk mengembalikan kekuasaan Hadi.

Sementara Houthi bersikukuh, membentuk aliansi dengan Saleh yang mendapat dukungan dari sebagian besar militer. Houthi dan GPC (General People Congress / Partai Rakyat Yaman))  menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, sementara pasukan pemerintahan terusir menguasai sisa wilayah negara dengan suku-sukunya.

Setidaknya 10 ribu orang tewas dalam perang sipil Yaman selama 18 bulan, kata PBB, Selasa, hampir dua kali lipat estimasi lebih dari 6 ribu yang dikutip para pejabat dan pekerja bantuan selama 2016. [si/headlineislam.com]

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.