Saat Dunia Memprotes Google, Kemlu RI Nyatakan Tak Mengapa Palestina Dihapus dari Google Maps


Headlineislam.com – Mesin pencarian Internet terbesar di dunia, Google, menuai kritik keras dari masyarakat di seluruh dunia setelah perusahaan asal Amerika Serikat itu menghapus Palestina dari aplikasi petanya, Google Maps.

Masyarakat yang hendak mencari Palestina di Google Maps akan menemukan peta kosong dengan Gaza, Yudea, dan Samaria masuk dalam teritorial Israel. Hal ini terjadi sejak akhir pekan lalu.

Seperti dilansir Daily Star, penghapusan tersebut bahkan memicu sebuah petisi online yang hingga Minggu, 7 Agustus 2016, berhasil mengumpulkan lebih dari 116 ribu tanda tangan. Dalam petisi itu, kelalaian Google disebut sebagai penghinaan yang teramat pedih terhadap Palestina karena tidak disertakan pada Google Maps.

"Apakah Google sengaja atau terlibat langsung dalam pembersihan etnis oleh pemerintah Israel terhadap Palestina?" bunyi petisi tersebut.

Berbeda dengan  Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Google Map atau Peta Google bukanlah peta resmi dunia, sehingga publik di Indonesia tak perlu khawatir dan tak perlu dipersoalkan tentang tidak adanya Palestina dalam peta tersebut.

"Bahkan ada Sidang Umum PBB 2015 lalu, bendera Palestina sudah dikibarkan di Markas Besar PBB di New York," ujar Arrmanatha di Jakarta, Sabtu (13/8), seperti dilansir dari Antara.

Dalam peta resmi PBB tersebut, kata dia, batas antara Palestina dan Israel dipisahkan dengan "juris geospatial" garis hijau yang menggambarkan wilayah yang masih dipertentangkan.

Hal tak senada disampaikan Anggota Komisi I DPR Sukamta yang mengatakan Indonesia patut memprotes Google yang baru saja menghapus Palestina dari Google Maps dan menggantinya dengan Israel karena motifnya ingin mengaburkan teritori Palestina. [nisyi/jurnalmuslim/headlineislam.com]

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.