Hanya Karena Mendengar Musik


Oleh : Abu Muhammad Dwiono Koesen

Headlienislam.comHanya karena mendengar musik, ada seorang perawi hadits ditinggalkan riwayatnya.

Diceritakan oleh Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam An-Nubala’ (5: 184) bahwa Al-Minhal bin ‘Amr Al-Asadi yang meninggal tahun 110-an Hijriyah diceritakan sebagai berikut;

“Syu’bah meninggalkan periwayatan dari Al-Minhal hanya karena ia mendengar alat musik di rumahnya.”

Versi lainnya, Syu’bah pernah mendatangi rumah Al-Minhal lalu ia mendengar suara at-tunbur (sejenis alat musik) di dalam rumahnya. Syu’bah pun langsung pulang dan tidak bertanya lagi tentang hadits pada Al-Minhal.

(Disebutkan dalam Adh-Dhu’afa’, 4: 237)

○○○

Pelajaran Bagi Kita

Mari renungkan begitu bahayanya musik sampai membuat riwayat hadits tertolak.

Keadaan kita saat ini sudah terbiasa mendengarnya. Ada yang tidak disengaja dan berlalu begitu saja. Namun kadang kita menikmatinya dengan kesengajaan. Bahkan di gadget atau telepon genggam, kita pun enak menikmatinya.

Begitu juga ada disebagian tempat sebelum belajar atau kerja yang mewajibkan mendengar musik, bagaimana dapat Ridho dari Allah atas pendidikannya ataupun pekerjaannya?

Astaghfirullah, tobat!

Semoga Allah memberikan pintu hidayah taufiq kepada kita semua untuk mudah meninggalkan musik.

Mari kembali kita renungkan dalam dalam, untuk apa kita diciptakan Allah?
Hanya untuk Ibadah kepada Nya.

Perintah Allah kepada Nabi kita untuk membaca Al-Qur'an, mendengarkan bila dibacakan dan diam.

Lalu kenapa kita harus mendengarkan musik yang jelas itu maksiat kepada Allah, atau karena ketidaktahuan kita akan bahaya musik itu sendiri.

Siapakah yang lebih hati-hati menjaga hati, mereka para ulama ataukah kita?

Ya Allah, lindungilah pendengaran kami dari hal yang sia-sia. Jadikanlah pendengaran kami lebih senang untuk mendengar Kalam-Mu.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

“Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyi.”

Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku, dari kejelekan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku.” (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Sssttt, jangan lihat kanan kiri depan belakang atas bawah, hayya bina!!!

Putuskan segera untuk meninggalkan musik!!!

Sebaik baik kalian orang yang belajar Al-Qur'an dan Mengajarkannya, bukan musik!!!

Ini mudah dilakukan bila kita diberi hidayah taufiq oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan siap disebut orang asing atau orang aneh.

Jadi, kala kita nggak dapat hidayah taufiq dari Allah, yakinlah kita nggak siap disebut orang asing dan aneh, akhirnya kita akan membenci bahkan memusuhi ataupun memfitnah orang-orang yang istiqomah di jalan Allah yang menyenangi dan ingin mengamalkan isi Al-Qur'an serta meninggalkan  dan membenci suara musik.

Lantas bagaimana kala kita melihat orang yang menyukai Al-Qur'an namun juga masih menyukai music?

Yakinlah di dalam dirinya masih banyak Subhat atau keraguan dalam dienul Islam yang haq ini, atau masih tingginya kemunafikan dalam dirinya.

Astaghfirullah, tobat!

Tulisan atau informasi ini, nggak perlu diperdebatkan.

Penulis berharap bila telah dikabarkan oleh Allah dalam Al-Qur'an dan telah disampaikan Rasulullah dalam haditsnya maka:

Kala itu Perintah untuk mengamalkan ya kita amalkan saja dan kala perintahnya itu untuk meninggalkan, ya kita tinggalkan saja.

Kita dengar dan kita taat.

Itulah karakter orang beriman.

Karakter orang munafiq atau orang kafir kerjaannya mendebat, banyak  bertanya dan tidak taat dan paling menonjol adalah mengikuti hawa nafsunya.

Semoga kita semua dimudahkan untuk menerima kebenaran dari Al-Qur'an dan As-Sunnah dan diberikan hidayah taufiq untuk dapat mentadabburinya serta senang dan mudah untuk mengamalkannya segera, tidak menunggu seperti ntar aja, atau besok aja deh.

Kita nggak tahu kedepan kita masih punya umur atau tidak, makanya orang-orang yang dimudahkan dan diberikan kebaikan oleh Allah akan segera mengamalkan bukan menundanya. Aamiin.

Kemudahan menerima kebenaran dari Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah bila kita selalu menjaga dan  mengkonsumsi makanan, minuman yg Halal dan rezeki yang Halal, menutup rapat rapat makanan haram dan rezeki dari yg haram seperti:

- Hasil dari main musik
- Hasil dari berdusta/nipu
- Hasil dari korupsi
- Hasil dari jual beli Rokok
- Hasil dari jual beli Narkoba/barang Haram
- Hasil dari Riba (rentenir, bunga bank konvensional)

Semoga kita dapat mengambil hikmah dan manfaat untuk perbaikan dimasa yang akan datang, tinggalkan masa lalu yang tidak disukai Allah dan Rasul-Nya, dan berharap nantinya ketika dipanggil Allah dalam husnul khotimah dan akhirnya kita dipertemukan Allah di Jannah, Aamiin.

Akhirnya penulis terus tetep istiqomah untuk mengingatkan, menyampaikan dan mendakwahkan:

"STBK – AKBS - IHBTR"
AMDK AL JAMBI – BNIS


Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.