DPW Hidayatullah JABAR: “Nilai-nilai Kebaikan Menuju Ampunan dan Surga Allah”


Headlineislam.com – Sekretaris DPW Hidayatullah Jawa Barat, Endang Abdul Rohman, menegaskan dalam gambarannya yang memperhatikan hilangnya perhatian adab-adab mu'allim wal muta'allim.

Demikian disampaikannya pada gelaran Silaturahim Syawal 1437 H “Orang Tua-Wali Santri, Asatidz dan Aktivis” di Masjid Aqshal Madinah, Mulyorejo, Surabaya.

Dia mengutip sebuah penyampaian dalam QS. Ali Imran (3): 133 yang dijelaskan: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”.

“Nasehat ini adalah anjuran untuk berlomba melakukan pekerjaan-pekerjaan mulia, baik dan menyampaikan kebaikan kepada setiap manusia  yang menyebabkan terampuninya dosa dan muda dalam meraih surga ilahi,” tegasnya, Sabtu (30/07/2016)

Nilai nilai Kebaikan

Dan kitab suci Al-Quran, tambahnya, menyeru kepada setiap muslim agar bersegera memperoleh rahmat dan ampunan ilahi yang menyiapkan bekal meraih surga di akhirat, salah satunya syarat masuk surga adalah ketakwaan.

“Pelajaran yang dapat diambil hikmanya, bahwa seorang mukmin tidak boleh stagnan, melainkan harus  selalu bergerak maju dalam perbuatan baik,” kata lelaki kelahiran  13 Agustus 1969.

Dijelaskan juga pada ayat (3: 134),“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.

Dalam ayat selanjutnya, anjuran ini  mengajak mukminin kepada ampunan ilahi, ayat ini menjelaskan wasilah-wasilah maghfirah. Sekalipun  sifat memaafkan kesalahan orang dan menghindari dengki dan kemarahan adalah keharusan orang-orang yang takwa, namun Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebut perilaku ikhlas memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan sebagai faktor diturunkannya ampunan ilahi.

Alumni Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor, Ponorogo ini  menyebutkan ayat ini bahwa bukan hanya manusia yang mudah diberi kelapangan rezeki  untuk berinfak, beramal, tetapi  juga orang yang tergolong rendah finansial diperintahkan untuk berinfak.
Sesungguhnya manusia baik kaya maupun miskin ialah gemar berbuat baik dan beramal.

Di nasehat berikutnya, tutur Lelaki asal Tasikmalaya, masih dalam QS. Ali Imran (3: 139),“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”.
Ayat ini menjelaskan dengan seruan indah, bahwasannya jangan sampai karena permasalahan, menjadikan diri lemah, karena yang harus dilakukan adalah menguatkan  iman.

Seuntai doa permohonan kebaikan kehidupan

Allahumma inni a’udzu bika min jaaris suu’, wa min zawji tusyayyibanii qoblal masyiib, wa min waladin yakuunuu ‘alayya robban, wa min maalin yakuunu ‘alayya ‘adzaban, wa min khaliilin maakirin ‘ainuhu tarooni wa qolbuhu yar’aani, in ra-aa hasanatan dafanahaa wa ra-aa sayyi-atan adza’ahaa.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat; dari pasangan yang menjadikanku tua (beruban) sebelum waktunya; dari anak (keturunan) yang berkuasa kepadaku; dari harta yang menjadi siksa bagiku; dan dari kawan dekat yang berbuat makar kepadaku, matanya melihat dan hatinya terus mengawasi, namun kalau melihat kebaikanku, ia timbun dan kalau melihat kejelekanku, ia sebarkan.” (HR. Thabrani)

Doa orang tua, guru, murabbi sangat dianjurkan

Lelaki berstatus tinggal di Jalan. RE. Suwanda No. 18A Pasirleutik Padasuka Bandung ini memaparkan kepada hadirin Silaturahim Syawal 1437 H, bahwasannya selain peran para orang tua, maka ustadz, mudarris dan guru serta pengasuh, murabbi selain mengajar (mentransfer ilmu) dan mendidik melalui interaksinya juga sebaiknya mendoakan anak didiknya, muridnya agar diberi kemudahan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala diberi bimbingan hidayah dan taufik-Nya.

Paling tidak inilah yg dicontohkn oleh para ulama terdahulu, sehingga dengan demikian ada ikatan bathin yg mendalam diantara guru dan muridnya. Lalu dengan ini pula terjalin istighfar yang selama ini dibaca selepas solat khususnya maghrib dan subuh.

Astaghfirullah li wa liwalidayya wali masyayikhina wa mu'allimina wa mudarrisina wa li talamidzina wa liman haqqulwajibati alaina wa lijamiilmuslimina walmuslimat wa atubu ilaih.

“Atau dengan uslub lainnya” tegas lelaki yang juga berprofesi sebagai pengajar, pengasuh dan Motivator Keluarga.

Demikian juga, kata Endang, sapaan akrabnya, sang murid berdoa dan mendoakan para gurunnya. Maka InsyaaAllah ikatan guru dan murid itu akan terjalin sangat mendalam dan sangat kuat, apalagi doa doa itu dibaca didahului dengan melaksanakan sholat tahajjud dan hajat. 

Silaturahim Syawal ini diadakan dalam rangka mempererat tali ukhuwah dan saling berma’afan yang diselenggerakan oleh penggurus komite TK, SD,SMP,SMA Lukman Al Hakim dan juga Pondok Pesantren Hidayatullah yang dihadiri oleh wali murid, aktivis dan asatidz. */Andre Rahmatullah, Pegiat Komunitas Pena Jatim, Tinggal di kakrahmat.blogspot.com [ar/headlineislam.com]

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.