Indonesia Harus Minta Maaf ke Korban 1965? Ketua MPR: Tidak! Jangan Korek Luka Lama !


Headlineislam.com – Pengadilan Rakyat Internasional (IPT) 1965 di Den Haag, Belanda, merekomendasikan Indonesia harus meminta maaf kepada korban dan keluarga tragedi 1965.

Terkait hal itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyetujui penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu. Tapi, kata dia, pemerintah tidak perlu meminta maaf kepada pihak manapun yang terlibat di dalamnya.

"Tidak. Apa harus minta maaf? Kan tidak. Itu pengadilan yang tidak resmi dan tidak mengikat," kata Zulkifli selepas menghadiri Jambore Nasional Kader dan Pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Bumi Perkemahan Wonogondang, Sleman.

Apabila pemerintah Indonesia menyampaikan permintaan maaf maka hal tersebut dinilainya sebagai sesuatu yang berlebihan.

"Saya kira begini, memang kita harus menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu agar tidak ada beban sejarah. Tetapi jangan juga melakukan sesuatu yang berlebihan," katanya.

Pasalnya apabila pemerintah menyampaikan permintaan maaf, hal tersebut tak ubahnya mengorek kembali luka masa lalu.

"Keadaan yang sudah baik ini, luka lama yang dalam jangan kita korek-korek terus. Saya setuju kita menyelesaikan pelanggaran HAM berat, tapi jangan membangkitkan luka lama yang tentu akan membuat sulit berbagai pihak," katanya. [Rima]

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.