Dipenjara 15 Tahun Karena Mengatakan: "Takutlah kepada Allah!"


Headlineislam.com – Dari Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah  bersabda:

“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran kepada penguasa yang zalim.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Tahun 1993, waktu itu Syekh Ali Al-Qatthan sedang berdoa di Masjid Nabawi di Madinah. Beliau terkejut ketika menemukan Husni Mubarak memasuki ruang shalat.

“Itu adalah kejadian yang terjadi secara tiba-tiba, saya tidak merencanakan ini,” kata Syekh Qatthan di sebuah acara Televisi Mesir “Al-Haqiqa” (Kebenaran) pekan ini.

“Setelah kami selesai berdoa, saya berbalik dan melihat presiden. Apa yang terjadi betul-betul aneh, para ajudan mengosongkan sebagian besar ruangan shalat hanya untuk jalan masuk Hosni Mubarak. Dia memiliki pengawal di sekelilingnya yang bersenjata; semuanya berwajah sangar dan membuat suasana masjid tidak nyaman.”

Kemudian, Syekh Qatthan berdiri dan berjalan mendekati mantan presiden, lalu berkata kepadanya, “Takutlah kamu kepada Allah!” Beliau mengatakan hal itu dengan memajang muka marahnya sebagaimana kebengisan Mubarak dalam memimpin negara.

Pada waktu itu Syekh Qatthan menjelaskan, “Pasukan keamanan berkeliaran di jalan-jalan Mesir dan secara acak menembak warga Mesir.”

Syekh Qatthan kemudian berkata, “Husni Mubarak tampak gelisah. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri, memanggil pengawalnya. Penjaga segera menangkapku dengan kasar dan mengelilingi Mubarak, mendorong dia cepat keluar dari ruang shalat. Saya kemudian mengerti, dia takut akan adanya kontak fisik lebih lanjut. Kemudian, para penjaga menutup mulutku dengan tangan mereka, berusaha menghentikanku agar tidak mengatakan apa-apa lagi. Tapi, saya tidak berencana untuk itu. Mereka membawaku keluar dari aula, bahkan tidak memberiku kesempatan untuk memakai sepatu. Mereka meraba seluruh tubuhku untuk mencari bom atau senjata. Ketika mereka tidak menemukan apa-apa, seorang petugas mengatakan kepadaku, ‘Anda mempermalukan kami. Anda harus memberitahu Mubarak tentang itu di Mesir’.”

Syekh Qatthan menjawab, “Kita berada di masjid milik seluruh umat Islam sedunia, dan itu adalah hak saya untuk menyampaikan tentang agama di masjid.”

Syekh Qatthan dibawa dari Madinah ke provinsi Jeddah untuk diinterogasi. Dia diseret turun dengan rantai 10 kg dan bola di kaki, sementara beliau berjalan dari bandara ke pesawat.

Setelah diperiksa di Arab Saudi, unit Pasukan Keamanan Nasional Mesir datang untuk membawanya kembali ke Mesir.

Syekh Qatthan menuturkan, “Saya diperlakukan seperti seorang teroris. Mereka mengikatku dengan beberapa rantai dan borgol. Bahkan, mereka ingin menenangkanku, dengan memaksa saya untuk minum obat penenang. Tapi, saya mengatakan kepada mereka bahwa saya berpuasa dan tidak minum apa-apa.”

Mantan petugas lapas di penjara Syekh Qatthan ditahan, Mayor Jenderal Ibrahim Abdul Ghaffar, menggambarkan bagaimana Syekh Qatthan diperlakukan selama penahanannya. Ia menuturkan, “Selama bertahun-tahun Syekh Qattan dikurung di sel isolasi dan tidak diizinkan untuk dikunjungi kecuali atas izin menteri dalam negeri. Saya memutuskan untuk membawanya keluar dari ruang di mana beliau dikunci, dan setiap hari saya akan mengatakan kepadanya untuk datang ke kantorku, di mana ia bisa duduk denganku dan minum teh. Saya tahu beliau sedang dizalimi.”

Selama wawancara di televisi, Syekh Qatthan menyebutkan bahwa dalam sejarah Islam, ucapan “Bertakwalah (takutlah) kepada Allah” sering diucapkan oleh rakyat kepada seorang khalifah (pimpinan negara). Bahkan, para khalifah Islam dahulu meminta rakyatnya untuk menasihati dirinya supaya bertakwa kepada Allah. Dan ketika mereka mendengar ucapan itu dari rakyatnya, mereka tidak marah seperti yang dilakukan Mubarak, bahkan mereka senang dengan nasihat tersebut.”

Syekh Qatthan benar, pemimpin yang baik adalah yang sangat senang ketika ada dari rakyatnya yang berdiri dan memberinya nasihat. Seperti yang dicontohkan pada kisah Amirul Mukminin Umar bin Khattab

Suatu hari Khalifah Umar bin Khatthab berdiri dan menyampaikan pidato, beliau berkata, “Wahai manusia, siapa pun di antara kalian yang melihat penyimpangan dalam diriku, maka luruskanlah.”

Kemudian, seorang pria berdiri dan berkata, “Demi Allah, jika kami melihat penyimpangan pada diri Anda, kami akan meluruskannya dengan pedang kami.”

Umar berkata, “Segala puji Allah yang telah memasukkan ke dalam rakyatku seseorang yang akan meluruskan penyimpangan yang dilakukan Umar dengan pedangnya.”( Dr Muhammad As-Sallabi, Umar bin Khattab)


Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.