Said Aqil Siradj Suka Menghina Islam; Ketua Umum Brantas Ini Dipolisikan karena Melecehkan SAS



Headlineislam.comDianggap melecehkan ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Barisan Anti Aliran Sesat (Brantas) Sayyid Abi Reza Assegaf di Sukabumi, Jawa Barat dilaporkan ke polisi oleh pihak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota dan Kabupaten Sukabumi. Tindakan dugaan pelecehan tersebut diposting RA di akun media sosialnya pada Kamis 19 Mei lalu.

“Kita akan melaporkan hal ini ke Polres Sukabumi Kota, sudah jelas dalam postingan Abi Reza ini melecehkan ketua umum kami. Awalnya kami diamkan, namun ada desakan dari sebagian warga NU di Sukabumi agar masalah ini di selesaikan dengan mengecek langsung ke yang bersangkutan maksud dari postingan itu. Kita berikan waktu 1×24 Jam untuk yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka dan menjelaskan, bila tidak dilakukan kita akan menempuh jalur hukum,” kata Usep Ubaidilah A’wan PCNU Kota Sukabumi kepada wartawan, sekira pukul 15.00 WIB, Kamis (2/6/2016).

Usep mendatangi Mapolres hari ini. Dia minta difasilitasi untuk penyelesaian masalah tersebut. Dalam postingan di media sosialnya, Sayyid Abi Reza Assegaf menulis kalimat ‘Ini Bukan Ulama, Tapi Bajingan’ seraya memposting foto ketua PBNU Said Aqil Siradj. Postingan itu di tandai kepada 36 orang lainnya dan beberapa kali dibagikan.

“Nah itu kan sudah ada unsur menyebarkan, meski sudah masuk unsur melecehkan dan penghinaan kita di sini bersikap tabayyun dulu dan meminta polisi memfasilitasi kami dengan yang bersangkutan jangan menunggu umat NU di Jawa Barat marah,” lanjut Usep.

Dihubungi terpisah, Sayyid Abi Reza Assegaf menyebut postingan tersebut merupakan puncak kekesalan terhadap sejumlah pernyataan Said Aqil yang seolah menyudutkan umat muslim. Secara lugas dia menolak permintaan dari PCNU untuk meminta maaf terkait isi dalam postingannya itu.

“Saya tidak menghina atau melecehkan NU, keluarga besar saya lahir dan besar di NU saya sendiri NU statemen saya itu ditujukan kepada pribadi Said Aqil. Saya akan meminta maaf bila Said Aqil menjelaskan sejumlah statemennya kepada umat muslim, dia menyebut orang berjanggut itu tidak cerdas, kemudian masalah kepemimpinan muslim. Masalah janggut itu kan sunah rasul kenapa beliau selaku ulama, selaku tokoh berani mengeluarkan statemen seperti itu,” terangnya.

Lebih jauh Abi Reza sudah menghubungi sejumlah tokoh habib dan ketua ormas di Jawa Barat. “Mereka mendukung saya. Saya menolak tegas NU disusupi faham liberal,” tandasnya.

Sikap BRANTAS

Berikut ini isi sikap BRANTAS sebagaimana kami kutip dari akun pribadi Saayid Abi Reza Assegaf;

1.      Brantas tidak akan pernah meminta maaf kepada para penghina Nabi.

2.      Brantas siap berdialog dengan kaum liberal atau kaum penyembah said aqil siradj kenapa Sayyid Reza Assegaf menyebut said aqil siradj dengan kata “Bajingan”.

3.      Brantas siap BERSATU dengan NU NON LIBERAL dan SIAP PERANG DENGAN NU LIBERAL..!!!

4.      Brantas akan terus berjuang menjadi benteng ASWAJA karena Brantas adalah Ormas yang beraqidah Aswaja.

5.      BRANTAS SIAP DIBINA NU NON LIBERAL DAN SIAP MENJAGA PONPES- PONPES DAN PARA TOKOH NU NON LIBERAL DARI BAHAYA KOMUNIS DAN LIBERAL YANG SEKARANG SUDAH MERAJALELA DI KOTA DAN KABUPATEN SUKABUMI..!!!

6.      BRANTAS MENGAJAK BERSATU KEPADA UMAT ISLAM MANAPUN TANPA MELIHAT ORGANISASI, WARNA, BAJU, ATRIBUT, DAN BENDERA APAPUN, SELAMA TIDAK ADA PERBEDAAN DALAM USHULUDDIN (DASAR-DASAR AGAMA ISLAM).


Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.