NU Resmi Restui Sandiaga Uno dan Cabut Dukungan ke Ahok


Headlineislam.comKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menyatakan merestui pencalonan Sandiaga Uno sebagai Gubernur DKI Jakarta periode selanjutnya. Hal tersebut disampaikan langsung Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj saat menerima kedatangan Sandi di kantornya, Rabu (22/6/2016).

"Yang jelas kami bukan mendukung, karena kami tidak bisa ikut di ranah politik praktis. Tapi kalau merestui jelas, karena saya kenal dengan keluarga Sandi," ujar Said di sela-sela pertemuan tersebut.

Secara harfiah, lanjut Said, ada baiknya warga Jakarta muslim yang mencapai 60 persen dari jumlah keseluruhan memilih pemimpin muslim. Namun dengan catatan, pemimpin tersebut harus lah adil, jujur, bersih, santun, dan memiliki kapabilitas baik untuk mejalankan roda pemerintahan.

"Kalau ada Muslim yang adil, jujur, bersih, orang Muslim wajib dukung pemimpin itu," tegas Said.

Menurut Said, hingga kini, memang Jakarta tidak kekurangan pemimpin muslim. Namun, tetap harus memilih pemimpin muslim yang adil.

"Untuk Jakarta saya percaya nggak kekurangan pemimpin muslim yang benar, adil, dan amanah kok. Salah satunya ya Pak Sandi ini. Kami berikan restu," ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga, Said mengklarifikasi pernyataannya yang pernah mengatakan mendukung calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Jadi, nggak ada saya dukung Ahok. Nggak benar itu. Itu ngada-ngada aja," tegasnya.

Sebelumnya, Said mengatakan bahwa dirinya tak bisa menolak kehadiran sosok Ahok yang dinilainya cukup baik berkinerja di Pemprov DKI.

“Sepanjang beliau adil dan berpihak kepada rakyat, itulah gubernur kita semua,” ungkap Said ketika ditemui di Masjid An-Nadhlah Rahmah Nusantara, Ciracas, Jakarta Timur.

Menurut beliau, patokan dalam memilih pemimpin yang baik adalah keadilan, kejujuran, dan amanah.

“Bukan agama,” ungkapnya beberapa waktu lalu. [Rima]

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.