Lagi! Kompas Sebut Media Islam Sebagai Situs Radikal! Redaksi Arrahmah; "Itu Media Komando Pastur"


Headlineislam.com – Situs media sekuler, Kompas.com, terang-terangan menulis berita fitnah teradap salah satu situs media Islam, Arrahmah.com.

Dengan tanpa mengindahkan etika jurnalistik dan profesionalisme, Kompas.com pada Rabu, 15 Juni 2016 kemarin menurunkan berita provokatif dan tendensius dengan judul "Situs Radikal Raup Rp6 Juta per Hari dari Google Adsense". Isinya memfitnah Arrahmah.com dan memprovokasi pihak lain atas dasar kebencian, intoleran dan diskriminatif.

Dalam rilis yang diterima Suara Islam Online, Kamis (16/06/2016), Redaksi Arrahmah.com menyebutkan sejumlah fitnah yang dituduhkan Kompas -yang di kalangan gerakan Islam dikenal sebagai media Komando Pastur- pada Arrahmah.com. 

Pertama, menuduh pemilik Arrahmah.com sebagai "tersangka" bom Marriot.

Tuduhan ini, menurut Redaksi Arrahmah, adalah bohong dan fitnah keji. Sebab dalam persidangan yang dilakukan atas kasus ini tuduhan tersebut tidak terbukti. Tuduhannya hanya sebatas dokumen palsu dan menyembunyikan informasi mengenai terorisme.

"Mengapa Kompas dengan sengaja mendistorsi fakta kasus yang sebenarnya dengan cara menyudutkan Muhammad Jibriel Abdul Rahman?," ungkapnya.

Kedua, menyebut situs Arrahmah sebagai penyebar paham radikalisme, yang mendapatkan pemasukan dengan menjual iklan dengan platform yang disediakan oleh raksasa teknologi AS, Google AdSense.

Terkait hal ini, patut dijelaskan bahwa situs Arrahmah legal dan formal sebagaimana situs media lainya, dan pemerintah telah mengaku bersalah karena serampangan melabeli media Islam dengan stigma radikal.

"Mengapa Kompas dengan sengaja ingin melestarikan stigma buruk, tanpa menyadari sudah berulangkali Kompas memfitnah Islam dan menyakiti umat Islam, lalu dianggap selesai dengan hanya meminta maaf?," tanyanya.

Ketiga, dengan mengutip situs statistik Six Stat, Kompas.com menulis pendapatan Arrahmah.com dari AdSense per harinya bisa mencapai 499 dollar AS (sekitar Rp6,6 juta).

"Apa yang salah jika Arrahmah.com mendapat keuntungan dari kerjasama dari pihak manapun?Bukahkah pihak Kompas juga meraup keuntungan besar dari bisnis media, dan untuk membiayai misi Kristenisasi dan segala hal yang memfitnah Islam?," tanyanya retoris.

Terkait hal ini, redaksi Arrahmah.com mempertanyakan apa maksud Kompas memprovokasi Google dengan mengatakan menurut Financial Times dapat dikategorikan sebagai tindakan dukungan terhadap terorisme, dan menurut hukum di AS, perusahaan-perusahaan teknologi itu bisa dipidana 20 tahun penjara atau denda mencapai 1 juta dollar AS.

Keempat, Kompas dinilai lebih mendahulukan opini media massa dan mengabaikan fakta pengadilan dan hukum untuk merusak citra Arrahmah. Hal ini semakin membenarkan kesan yang selama ini beredar, bila Kompas mengemban misi radikalisme Kristen, dengan bersikap intoleran dan diskriminatif terhadap media Islam.

"Berdasarkan hal-hal di atas, maka Arrahmah.com menuntut Kompas.com untuk meminta maaf. Apabila tuntutan ini tidak diindahkan, maka kami akan menempuh jalur hukum atas fitnah yang ditimpakan Kompas," pungkas redaksi Arrahmah.com. [SI-Online]

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.