Bedakan Vaksin Palsu dan Asli, Begini Caranya


Headlineislam.com – Peredaran vaksin palsu balita yang baru diungkap Bareskrim Polri meresahkan masyarakat. Supaya tidak salah-salah, masyarakat perlu mengetahui cara membedakan mana vaksin asli dan mana yang palsu.

Menurut produsen resmi vaksi Bio Farma, untuk mengetahui produk asli dan palsu, memang harus melalui uji laboratorium. Meski demikian, kata Kepala Divisi Penjualan Dalam Negeri Bio Farma, Drajat Alamsyah Menurut, secara kasat mata produk palsu dapat dibedakan dari bentuk kemasan yang lebih kasar, nomor batch yang tidak bisa terbaca jelas dan, rubber stoper (tutup vial) ada perbedaan warna dari produk asli.

“Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada apabila ada pihak-pihak yang menawarkan vaksin yang lebih murah dari harga distributor, atau tanda-tanda fisik yang mencurigakan,” kata Drajat.

“Terkait, adanya vaksin palsu, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kemenkes dan BPOM Untuk permasalahan peredaran vaksin palsu ini,” ungkapnya.

Bio Farma sendiri dalam melakukan produksi vaksin sesuai standar ketat WHO yang merupakan organisasi kesehatan dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Selain itu, secara nasional, vaksin tersebut juga telah sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM),” kata Corporate Secretary PT. Bio Farma M. Rahman Rustan.


Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri berhasil menyita ratusan vaksin palsu jenis hepatitis B, pediacel, campak kering, polio, dan anti-snake. Vaksin palsu ini diperuntukkan untuk balita.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan, pelaku pemalsuan sangat profesional dalam menjalankan aksi mereka. Akibatnya, konsumen tidak bisa membedakan vaksin palsu itu dengan yang asli secara kasat mata.

Menurut Agung, vaksin palsu itu berbahan baku cairan infus dan vaksin tetanus. Pelaku lantas memasukkannya ke dalam injeksi.

“Untuk menyempurnakannya, pelaku memakai alat pres supaya bisa keluar seperti vaksin asli. Dikemas, di-packing, kemudian didistribusikan,” ujar Agung di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (23/6).

Bareskrim sudah menetapkan 10 orang sebagai tersangka dalam kasus itu. Antara lain P, HS, H, J, dan R sebagai pembuat vaksin palsu balita. [ril/PS]

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.