Suaraku Sebagai Putra Bangsa; “Jika Anda Bertemu Antek-Antek PKI, Kumpulkan Massa, Cungkil Matanya, Potong Lidahnya, Lalu Serahkan ke Aparat Kepolisian!”



Oleh : Maaher At-Thuwailibi

Headlineislam.com – Indonesia adalah negara berketuhanan yang berdiri di atas genangan darah para pahlawan kebangsaan. Tapi sayang, negara ini menjadikan hukum penjajah sebagai undang-undang. Maka, kewajiban setiap orang beriman untuk meyakini bahwa tidak ada hukum yang paling tinggi kecuali hukum allah robbul 'izzah wal jalalah.

Hasil dari undang-undang penjajah, Kyai Haji Abu Bakar Ba'asyir (orang tua renta yang sudah lemah) di penjara dengan demikian zholim, tetapi Ahok si koruptor kafir di biarkan berkeliaran bebas menghirup udara segar. Sambil menjajah peradaban bangsa indonesia secara bertahap dengan berlindung dibalik "konstitusi".

Orang pakai kaos bertuliskan lafadz "Laa Ilaaha Illallah" (sebagai lambang keislaman), di tangkap. dengan dalih "kaos ISIS", menggaungkan gerakan anti "terorisme". tetapi pakai kaos PKI, sampi detik ini belum ada kepastian pelakunya di usut dan ditangkap.

Himbauan saya untuk segenap putra bangsa, bila anda bertemu orang-orang memakai atribut bersimbol PKI dan ia berbangga menampakkan simbol-simbol itu secara terang-terangan dihadapan public, maka ketahuilah bahwa ia adalah antek-antek PKI yang dahulu mereka membantai bapak-bapak pahlawan kita dan membantai para tokoh kebangsaan kita. Dan kini mereka mulai bangkit secara massif.

Demi Allah! wahai segenap putra bangsa, sebelum PERISTIWA BERDARAH 30 SEPTEMBER 1965 terulang kembali, maka jika anda bertemu mereka dimanapun anda berada, langsung panggil dan kumpulkan massa, lalu tangkap ramai-ramai, cungkil matanya dan potong lidahnya. lalu, berikan ke Aparat kepolisian!

Ayo bersuara: Saya putra bangsa indonesia Anti PKI, Syariat Islam Harga Mati!


Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.