#4 Pengkhianatan Menteri Syiah, Ali bin Yaqtin pada Masa Harun Al-Rasyid



Headlineislam.com – Sebelumnya telah kita bahas mengenai pengkhianatan Syiah kepada Ahlulbait Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,yaitu:




Dan sekarang kita akan membahas pengkhianatan-pengkhianatan Syiah diluar Ahlulbait yang menyebabkan kehancuran umat Islam di masanya. Yaitu pengkhianatan Menteri Syiah, Ali bin Yaqtin pada masa Harun Ar-Rasyid. Berikut pemaparannya:

Ini adalah salah satu dari pengkhianatan Syiah terhadap Daulah Abbasiyah yang telah banyak berbuat baik kepada mereka, bahkan sebagian dari mereka memperoleh jabatan yang sangat tinggi, seperti menteri. Sungguh benar kata pepatah;

“Apabila engkau memuliakan orang mulia, engkau memilikinya dan apabila engkau memuliakan orang hina ia akan membangkangnya.”

Pengkhianatan Ali bin Yaqtin ini diriwayatkan oleh para perawi Syiah sendiri, seperti seorang ulama Syiah yang diberi gelar Shadr Al-Hukama dan Ra’is Al-Ulama Ni’matullah Al-Jaza’iri, dalam bukunya yang terkenal Al-Anwar An-nu’maniyah jilid 2 halaman 308, cetakan Tibriz Iran. Dan Muhsin Al-Mua’lim dalam bukunya “An-Nushub wa an-Nawasib” halaman 622, cetakan Dar Al-Hadi, Beirut. Isinya adalah;

“Disebutkan dalam beberapa riwayat, bahwa Ali bin Yaqtin menteri Harun Ar-Rasyid, adalah salah seorang tokoh Syiah. Telah berkumpul beberapa orang narapidana di dalam penjara, kemudian dia memerintahkan orang-orangnya untuk menghancurkan atap penjara, sehingga menimpa mereka yang ada di dalam penjara. Jumlah mereka kira-kira lima ratus orang dan mereka semua tewas. Dia tidak mau bertanggung jawab atas kematian mereka, kemudian dia mengirimkan pesan kepada Al-Imam Al-Kazhim, lalu al-Imam Alaihissalam mengirimkan jawaban kepadanya, “Seandainya kamu datang padaku sebelum kamu membunuh mereka, kamu tidak harus mempertanggungjawabkan kematian mereka, tetapi karena kamu tidak datang kepadaku, maka bayarlah kafarat (denda pengganti) untuk setiap orang yang kamu bunuh dengan seekor kambing jantan, dan seekor kambing jantan lebih baik daripadanya.” (Haqiqar Asy-Syi'ah, halaman 55).

Mereka menyebutkan riwayat ini sebagai dalil diperbolehkannya membunuh an-nawasib (orang-orang Ahli Sunnah). Apakah Anda tidak melihat diyat (denda) yang “berharga” ini? Yaitu “Seekor kambing jantan, dan seekor kambing jantan lebih baik dari orang Sunni.” Beliau mengharuskannya membayar diyat, tidak lain karena dia telah membunuh mereka tanpa adanya perintah dari beliau untuk membunuh mereka.

Sumber : Pengkhianatan-pengkhianatan Syiah dan Pengaruhnya Terhadap Kekalahan Umat Islam. Karya : Dr. Imad Ali Abdus Sami’

“Ambillah pelajaran hai orang yang mempunyai akal”

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.