Gara-gara Segelas Teh, Penjual Ini Ditembak Mati Polisi

Seorang warga jongkok di tempat tertembaknya penjual teh oleh polisi Mesir
Headlineislam.com Seorang polisi Mesir pada Selasa (19/04) menembak tiga orang di jalan Kairo. Salah satu dari tiga orang yang ditembak akhirnya meninggal dunia. Menurut kantor berita Mesir, insiden itu terjadi lantaran cekcok perihal secangkir teh.

“Ini karena secangkir teh yang harganya satu pon!” teriak seorang pria yang jongkok di samping korban yang bersimbah darah.

“Dia ditembak di belakang dan dada. Saya bersumpah demi Tuhan ini adalah penindasan!” kata dia.

Seorang pejabat keamanan mengaku telah menangkap polisi penembak itu, setelah terjadi aksi protes puluhan orang di pinggiran ibukota yang melihat kejadian tersebut. Orang-orang yang protes dengan geramnya berteriak “Polisi preman… Polisi preman!”

Kementerian dalam negeri memposting sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya tentang penembakan itu. Ia menyebut nama polisi yang menembak adalah Zeinham Abdel Razzaq.

“Saat ada patroli polisi, terjadi cekcok antara petugas dan penjual soal harga,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

“Polisi itu melepaskan tembakan, menewaskan penjual dan melukai dua orang yang lewat,” lanjutnya.

Insiden itu terjadi di Kota Rehab, distrik timur kota New Cairo. Sekelompok massa yang marah kemudian menghancurkan kendaraan polisi tersebut. Setelah itu, Abdel Razzaq kemudian ditangkap.

Menurut kelompok pegiat HAM, polisi Mesir kerap melakukan penyiksaan yang berakibat kematian para tahanan. Selain itu penangkapan sewenang-wenang dan penculikan juga sering dilakukan terhadap orang-orang yang melawan pemerintah.

Pelanggaran oleh polisi ini mengingatkan kembali saat masa pemerintahan Husni Mubarak yang digulingkan pada 2011. Masyarakat akhirnya marah atas tekanan yang kerap dilakukan oleh pemerintah yang diwakili petugas keamanan.

Awal bulan ini, pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap polisi karena menembak mati seorang sopir taksi lantaran cekcok soal tarif. Mohamed Ali Sayed Ismail ditembak mati oleh polisi pada tanggal 18 Februari di Kairo.

Pada awal tahun ini, seorang polisi diduga juga menyerang dua dokter di sebuah rumah sakit. Sehingga menimbulkan protes keras dari ribuan dokter. (Kiblat)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.