#5 Seorang Khalifah Abbasiyah Menjadi Syiah



Headlineislam.com – Allah berfirman yang artinya; “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).

Ibnu katsir mengatakan mengenai tafsir ayat ini, “Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya.”

Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin menerangkan, “Hidayah di sini maknanya adalah hidayah petunjuk dan taufik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan hidayah ini kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka mesti mengikuti hikmah-Nya.”

Pembaca yang budiman, ayat dan keterangan dari ulama di atas semoga menjadi renungan di kehidupan sehari-hari. Dan semoga Allah senantiasa memberi taufik dan hidayahnya kepada kita.

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai pengkhianatan seorang khalifah yang awalnya seorang bermazhab Ahlussunnah tapi diakhir hayitnya menjadi Syiah. Naudzubillah.

Khilafah bukanlah kalimat yang sepele. Kedudukannya sama dengan katup kesejahteraan umat. Dia seperti benang yang digunakan untuk menyusun butiran-butiran kalung, apabila benang itu putus, maka ikatan umat akan berantakan dan bercerai berai. Sangat disayangkan, bahwa sebagian dari para khalifah Abbasiyah telah berpindah dari madzhab Ahlussunnah ke madzhab-madzhab yang lain, seperti; Khalifah Al-Makmun, yang menganut madzhab Mu’tazilah, karena pengaruh dari menterinya, Ahmad bin Abi Du’ad. Dan dia melakukan apa saja yang dia inginkan, seperti menguji orang-orang dengan masalah khalqil Qur’an (keyakinan bahwa Al-Qur’an itu makhluk, bukan Kalamullah).

Khalifah An-Nashir Lidinillah menjadi Syiah karena pengaruh dari beberapa orang menterinya yang Syiah. Ibnu Katsir Rahimahullah menceritakannya:

“An-Nashir Lidinillah Abul Abbas Ahmad bin Al-Mustadhi Biamrillah Abil Muzhaffat Yususf bin Al-Muqtafi Liamrillah Al-Abbasi, perilakunya sangat buruk dan zhalim dalam berkuasa. Dia menghancurkan Iraq pada masa kekuasaannya sehingga para pendukungnya bercerai berai, dia melakukan sesuatu yang bertentangan dengan yang semestinya, dia adalah penganut madzhab Syi’ah. Diceritakan bahwa biasa terjadi surat-menyurat antara dia dengan orang-orang Tatar, sehingga meyakinkan mereka untuk tetap tinggal di dalam negeri. Inilah musibah yang sangat besar, yang semua dosa besar menjadi kecil di hadapannya.” (Al-Bidayah wa An-Nihayah, 13/106-1-7).

Sumber : Pengkhianatan-pengkhianatan Syiah dan Pengaruhnya Terhadap Kekalahan Umat Islam. Karya : Dr. Imad Ali Abdus Sami’

“Ambillah pelajaran hai orang yang mempunyai akal”

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.