Ustadz Badrussalam, Bertaubatlah!


Oleh : Maaher At-Thuwailibi

Headlineislam.comBismillahirrahmaanirrahiim... Sebelumnya, tolong garis bawahi:

* Pertama: Saya menulis tulisan sederhana ini bukan sebagai ajang untuk "ngajak ribut", atau "ngajak debat", apalagi "ngajak perang". Bukan.. anda tidak perlu lebay.. ini hanyalah "reaksi" dari sebuah "aksi".

Ada "aksi", ya wajar ada "reaksi".

* Kedua: Anda juga tidak perlu bersikap konyol. Bila ada tulisan atau gagasan yang mengkritik Ustadz tertentu yang anda idolakan, lantas yang mengkritik itu anda anggap bukan Salafi, bukan ahlus sunnah, tapi ia hizbi, khawarij, sesat, calon neraka, dst. Hilangkan "penyakit gila" yang sudah lama membusuk ini, wahai akhi.

* Ketiga: Kritik terbuka dalam tulisan ini kami tujukan kepada USTADZ ABU YAHYA BADRUSSALAM, BUKAN KEPADA MANHAJ SALAF. Sekali lagi catat: tulisan ini bukan kami tujukan sebagai kritik terhadap Dakwah As-Salafiyyah atau Radio Rodja, tetapi kepada individu, Yaitu Ustadz Badrussalam. Sebab Manhaj Salaf itu lambangnya bukan Badrussalam, dan Salafi pun lambangnya bukan Radio Rodja. Manhaj Salaf itu suci, mulia, lambangnya adalah Al-Quran dan As-Sunnah serta Akhlaq yang mulia. sedangkan Badrussalam itu manusia biasa, bisa salah dan bisa benar; sama seperti saya dan kita semua. Manhaj Salaf ini bukan milik Badrussalam atau kelompok PERSIJA (pendengar setia radio rodja). Tetapi Manhaj Salaf ini adalah milik siapa saja yang berpegang teguh pada AL-HAQ meskipun ia seorang diri. Jadi, anda tidak perlu bersikap konyol, memonopoli bahwa yang "salafi sejati" itu hanyalah anda atau para pecinta Badrussalam saja, sedangkan yang lainnya bukan. Kalau begini pola fikir anda di tahun 2016, ya sudahlah, mending mati saja. Saya sudah kehabisan kata-kata. Cukup mengelus dada sambil berkata, "Hizbiyyah tanpa sadar !", atau "Kafirin dan munafiqin berhasil mengobok-obok ummat islam", atau "jangan-jangan ini adalah bagian dari konspirasi intelijen".

* Keempat: Saya tulis risalah ini di public, karena tulisan yang mengandung "pembunuhan karakter" yang di klaim sebagai tulisan Badrussalam juga di public. Maka berlaku kaedah, "Al-Jaza'u min jinsil 'amal. Singkatnya begini, misalnya seseorang menjelek-jelekkan para ahli ilmu di hadapan umum, maka kita menyerunya untuk bertaubat juga di hadapan umum.

Kecuali bila seseorang melakukan kesalahan secara sirr, sembunyi-sembunyi, tidak terang-terangan dan tidak berbangga dengan kesalahannya, maka yang seperti ini wajib di nasehati dan di luruskan dengan cara sembunyi-sembunyi pula, dengan hikmah dan penuh cinta. Berlaku kaedah, "Ad-Diinu Nashiihah".  Baik dia Ulama, umara' atau bahkan muslim awam sekalipun. Tidak boleh di ghibah, di hina, dan di cela di hadapan umum, dst.

Faktanya tidak, malah di balik; Ulama dan da'i di caci maki di hadapan umum, sedangkan penguasa zindiq, sekuler, dzalim, dan pendukung kekufuran, di diamkan saja dengan alasan "menasehati penguasa harus diam-diam dan empat mata". Iya, betul. Hadits ini benar. Ini adalah prinsip Salafiyyah, tapi maknanya di pelintir oleh segelintir kaum Mulukiyyah (neo murji'ah).

Thoyyib, selama dua malam berturut-turut, saya menangis. menangisi dua ULAMA yang saya cintai. dua Ulama Sunnah yang di tembak oleh TERORIS. Yaitu Syaikh Abdurrahman Al-Mar'ie dan Syaikh DR.A'idh Al-Qarni. Syaikh Abdurrahman Al-Mar'ie adalah Ulama yaman yang penuh kharisma, salah satu murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi'i. Beliau di tembak mati saat menuju ke masjid untuk shalat dzuhur. Semoga Allah merahmati beliau dan mematikannya dalam keadaan syahid, aamiin yaa rabbal 'alamiin.

Sedangkan Syaikh A'idh Al-Qarni, seorang public figur di Arab Saudi, bahkan beliau di kenal di seluruh penjuru bumi, penulis kitab populer "Laa Tahzan", beliau di tembak sesaat setelah mengisi ceramah di philipina. Semoga Allah menjaga dan melindungi beliau. Aamiin yaa Rabb.. aamiin yaa rabbal 'aalamiin.

Belum hilang rasa sedih ini, belum kering air mata duka ini mendengar berita Syaikh A'idh Al-Qarni di tembak TERORIS, eh malah tersebar sebuah tulisan melalui broadcast yang di klaim tulisan Ustadz Abu Yahya Badrussalam.

Berikut ini isi Broadcast tersebut:

" A’idh Al-Qarni ini di zaman Syaikh Bin Baz termasuk yang diperintahkan oleh beliau untuk dipenjara, bersamanya Salman Audah dan Safar Hawali. karena pemikiran mereka yang berbau khawarij, dan mereka yang mencetuskan demontrasi di Qasim.

Setelah Syaikh Bin Baz wafat, mereka dibebaskan. dan permusuhan mereka terhadap Syaikh Al-Bani dan murid-muridnya sangat tampak, mereka menuduh Syaikh Al-AlBani sebagai Murjiah.. Namun sekarang mereka  merubah taktik dakwahnya dengan lebih lembut, sehingga dikira oleh sebagian orang bahwa mereka sudah rujuk, Wallahu a’lam."

Ust.Abu Yahya Badrussalam,Lc.


-selesai-

Bagaimana rasa ini tidak semakin perih. Ulama, da'i, atau serendah-rendahnya Syaikh A'idh Al-Qarni adalah seorang muslim, yang baru saja terkena musibah bertaruh nyawa, butuh bantuan, dukungan, dan do'a. bukannya menyebarkan berita duka ini seraya mendoakan beliau  dan mengucapkan istirja', "inna lillahi wa inna ilaihi raji'uun", eh malah menyebarkan broadcast "tahdzir" konyol.

Tanggapan Saya...

* Pertama: Inilah contoh 'manhaj iblis' yang kian membelenggu Abu Yahya Badrussalam (kalau BROADCAST DI ATAS BENAR-BENAR PERNYATAAN BELIAU). demi Allah, Syaikh A'idh Al-Qarni dan Syaikh Salman Al-'Audah adalah Da'i Salafiyyah di Saudi Arabia. Mereka banyak menulis buku dan kitab. ini benar-benar tuduhan dusta yang akan di mintai pertanggung jawaban di hadapan Allahu Rabbul 'Izzah. Badrussalam menuduh tiga orang da'i ilallah ini dengan mengatasnamakan ulama.

Rasulullah bersabda:

“Orang yang menuduh harus memberikan bukti dan yang dituduh memberikan sumpah”. (HR. Tirmidzi, no. 1261)

Dalam hal ini, Abu Yahya Badrussalam telah BERDUSTA. ia menuduh tanpa bukti. Takutlah kepada Allah wahai akhi.!

* Ketiga: Syaikh A'idh Al-Qarni, Syaikh Salman Al-'Audah, dan Syaikh Safar Al-Hawali di penjara BUKANLAH ATAS PERINTAH SYAIKH BIN BAZ ! ini fitnah dan tuduhan keji. ! Mereka di penjara atas perintah Raja yang berkuasa waktu itu. Raja Saudi waktu itu cenderung wala' kepada Amerika, sedangkan ketiga Ulama ini demikian bencinya dengan Amerika dan sering melakukan kritik terbuka kepada Pemerintah Saudi yang kebijakan politiknya di nilai telah merugikan islam dan kaum muslimin.

* Keempat: Lagi pula, apa buruknya dengan seorang Ulama di penjara ? Apa buruknya ?

Bukankah justru itu menunjukkan keikhlasan mereka dalam dakwah dan jihad lisan demi kemaslahatan ummat dan mereka rela di penjara demi ummat ? Mereka mengkritik penguasa yang mereka anggap dzalim. Lalu mereka di penjara. Bukankah ini juga di alami oleh banyak Ulama Salaf ? Imam Ahmad Bin Hanbal juga di penjara.. Imam Ibnu Taimiyyah juga di penjara.. bahkan Imam Syafi'i dan para Nabi pun juga pernah di penjara.. lantas, apa buruknya di penjara ? berfikirlah wahai orang yang ber-'akal.!

* Kelima: Syaikh DR.Salman Al-'Audah pun tidak luput dari tuduhan dusta Abu Yahya Badrussalam. Ia menuduh beliau sebagai orang yang berbau khawarij. La haula walaa quwwata illa billah... bagaimana mungkin Syaikh Bin Baz menganggap Syaikh Dr.Salman Al-'Audah sebagai khawarij, sedangkan Syaikh Bin Baz memuji Syaikh Salman Al-'Audah dan bahkan memberi kata pengantar dalam kitab beliau yang berjudul:

"Min Wasaa-il Daf'il Ghurbah Al-'Uzlah Wal Khuthah".

Syaikh Bin Baz memberikan kata pengantar dan sambutan dalam kitab beliau ini..

Saudaraku, ketahuilah, saya tidak pernah mendapatkan Syaikh Aidh Al-Qarni dan Syaikh Salman Al-'Audah mengkafirkan orang tanpa hak, baik dalam ceramah-ceramahnya maupun berbagai kitab-kitabnya..

Saya tidak pernah mendapatkan Syaikh Salman Al-'Audah dan Syaikh A'idh Al-Qarni mengkafirkan para pelaku dosa besar, menghalalkan darah kaum muslimin, dan mengajak memberontak serta angkat senjata pada penguasa.. tidak pernah.. kalla wallah..! Lantas, di mana beliau khawarij ??

Apakah hanya karena MENGKRITIK kebijakan politik raja saudi -di masa lalu- lantas beliau berdua anda golongkan sebagai "khawarij" ??

Siapa Raja Saudi di banding Umar Bin Khathab, yaa akhi ? Umar Bin Khathab adalah khalifah mulia diantara orang-orang mulia. namun, beliau di kritik di hadapan umum oleh seorang wanita tua dan beliau menerima kebenaran itu. Umar tidak pernah mengecam wanita itu sebagai "khawarij", apalagi sampai memenjarakannya.

Mengkritik kebijakan politik suatu pemerintahan anda anggap KHAWARIJ ?? Khuruj 'ala maadza ayyuhal 'aaqil ?

Pemerintah Saudi tidak sebaik Khalifah Ali Bin Abi Thalib, sedangkan Syaikh Salman Al-'Audah dan Syaikh A'idh Al-Qarni tidak seburuk Mu'awiyyah bin Abi Sufyan.. Muawiyyah JELAS-JELAS ANGKAT SENJATA -karena ijtihadnya-, tak satupun Ulama Salafus Shalih yang mengecam Muawiyyah Bin Sufyan apalagi menuduhnya sebagai "khawarij". Sementara Syaikh Salman Al-'Audah dan Syaikh A'idh Al-Qarni TIDAK PERNAH MENGAJAK MEMBERONTAK & ANGKAT SENJATA, mengapa beliau berdua di tuduh khawarij?

Fakta: Fadhilatusy Syaikh Dr. A'idh Al-Qarni hafizhahullah pulang kembali ke Negeri Saudi Arabia dari Filipina dengan pesawat khusus atas perintah Raja Salman bin Abdul 'Aziz As-Sa'ud hafizhahullah. Lihat bagaimana seorang Ulama yang demikian di muliakan oleh seorang Penguasa/Ulil Amri kerajaan Arab Saudi.

* Keenam: Tahdzir mentahdzir yang tengah "booming" saat ini bukanlah Manhaj Salaf, tapi manhaj Iblis. Manhaj iblis ini di kemas sedemikian indah lalu di atas namakan "agama" agar orang terpengaruh dan ikut larut dalam fitnah perpecahan, permusuhan, dan adu domba. Sejatinya, itulah yang di kehendaki iblis dan bala tentaranya. memecah belah manusia dan menebar permusuhan. Tidak demikian tahdzir yang di tetapkan oleh Syariat. Tahdzir dalam syariat di ikat dengan kaedah-kaedah tertentu yang dhobith, tidak sembarangan. Tidak sembarangan di lakukan dan tidak sembarangan pula orang yang melakukannya. Sebab, ia terkait dengan KEHORMATAN seorang muslim.

Masihkah anda ingat dengan Artikel Broadcast yang berjudul "Tahdzir Asatidzah Untuk Ahat" ? Masih ? Itulah di antara contoh kekonyolan kaum mulukiyyah. memulung-mulung fakta, lalu memgumpul-ngumpulkan perkataan fulan dan fulan untuk kemudian menjatuhkan kehormatan seorang muslim yang tidak sepemikiran dengan mereka. Tetapi bila orang yang salah atau bahkan sesat itu adalah orang yang satu kelompok dengannya atau seorang yang di idolakannya, maka ia beri seribu satu udzur untuk mentolelirnya, dan bahkan tidak berlaku tahdzir atasnya. Tidak boleh di ghibah, di cela, harus tabayyun, dst. Demikianlah manhaj STANDAR GANDA mereka yang sejak dulu saya telan mentah-mentah, wal 'iyaadzu billah..

Demikian pula, para Da'i praktisi Ruqyah pun tudak luput dari "Tahdzir" konyol mereka. Nuruddin Al-Indunisy, Perdana Akhmad Lakoni, Adam Amrullah, dan para praktisi Ruqyah yang semisalnya, tidak selamat dari tajamnya lisan-lisan mereka.

Kian lama saya cermati, kelompok "ahli tahdzir" ini seolah memandang dirinya dan kelompoknya sebagai calon penghuni surga, sehingga kesibukannya terfokus menghitung dan merinci siapa saja yang bakal masuk neraka. Laa ilaaha illallah..

Biarkan... biarkan mereka sibuk mentahdzir. Kita tidak perlu risau dengan semua fitnah dan adu domba mereka. Mereka sibuk mentahdzir para aktifis muslim, mentahdzir para da'i dan ulama.. hal itu sesungguhnya hanya MEMPERMALUKAN DIRI MEREKA SENDIRI. Mereka tidak sadar bahwa mereka sendiri juga di tahdzir.

Ketahuilah akhi, mereka yang hobi mentahdzir itu, sejatinya mereka juga di tahdzir.. mereka di tahdzir oleh sesama mereka. bahkan Ulama idola mereka juga di tahdzir oleh Lajnah Da'imah (Dewan Ulama Resmi Arab Saudi), tetapi mereka pura-pura tutup mata.

Fakta: Lajnah Da'imah tidak pernah mengeluarkan FATWA RESMI bahwa Syaikh A'idh Al-Qarni dan Syaikh Salman Al-'Audah memiliki pemahaman khawarij. tapi kalau fatwa Lajnah Da'imah bahwa seorang Ulama dari Yordan memiliki pemikiran murji'ah, ada ! Bahkan Fatwa ini belum di cabut sampai sekarang 😊..

* Ketujuh: Terkait Syaikh DR.Salman Al-'Audah dan Syaikh A'idh Al-Qarni yang di tuduh Badrussalam sebagai da'i berbau khawarij, maka lihat dan baca dengan cermat FATWA SYAIKH BIN BAZ ini 👇

بسم الله الرحمن الرحيم

المملكة العربية السعودية

( الرقم : 270/خ )

(( دار الإفتاء )) : التاريخ (10/4/1414 هــ )

مكتب مفتي عام المملكة ـــ المرفقات :

l من عبد العزيز بن عبد الله بن باز إلى حضرة الأخ المكرم،وفقه الله لما فيه من رضا:آمين .

سلام عليكم ورحمة الله وبركاته .

أما بعد :

فقد وصلتني رسالتكم التي تسألون فيها عن الاستماع إلى أشرطة وخطب ومحاضرات وكتب الدعاة والعلماء ، مثل :
الشيخ :عائض القرني،والشيخ سلمان العودة،والشيخ ناصر العمر،والشيخ سفر الحوالي،والشيخ عبد الوهاب الطريري ؟؟
وهل هم مبتدعة وأنهم من بعض الجماعات المنحرفة ؟؟
وأنهم ليسوا بسلفيين وإنهم من الخوارج ؟؟
وعن حكم اغتيابهم ؟؟ وصلكم الله بهداد ،

والجواب :

أشرطتهم مفيدة ،وليسوا مبتدعة،وليسوا خوارج،ولا تجوز غيبتهم،ويجب الذب عنهم كغيرهم من أهل العلم من أهل السنة والجماعة ، وليس واحد منهم معصوما .
وهكذا غيرهم من أهل العلم،بل كل واحد يخطئ ويصيب،فيؤخذ من قوله ما أصاب به الحق،ويترك ما يخالف به الحق،ويحمل على أحسن المحامل مهما استطاع المؤمن ذلك إحسانا للظن بالإخوان،وحملا لهم على أحسن المحامل.
وقد صح عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : (( إن الحاكم إذا اجتهد فأصاب فله أجران ، وإذا اجتهد فأخطأ فله أجر )) وهكذا العلماء. من أصاب فله أجران ومن أخطأ فله أجر ، إن كان من أهل العلم بشرع الله وأخلص في عمله لله .
وأسأل الله للجميع التوفيق لما يرضي الله وينفع عبادع مع العافية من مضلات الفتن إن سميع قريب.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Kerajaan Saudi Arabia

Lembaga Fatwa Kantor Mufti Besar Kerajaan

Nomor : 970

Tanggal : 10/4/1414

Dari: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz kepada yang terhormat saudaraku….. yang dimuliakan, semoga Allah membimbingnya kepada keridhaan-Nya. Amin.

Assalamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakatuh.

Saya telah menerima surat anda dimana anda bertanya kepada saya tentang (hukum) mendengarkan kaset-kaset, khutbah-khutbah, kuliah-kuliah, dan buku-buku dari sejumlah da’i dan ulama seperti Syaikh Aidh Al Qarni, Syaikh Salman Al Audah, Syaikh Nashir Al Umar, Syaikh Safar Al Hawali, dan Sayikh Abdul Wahhab Ath Thariri; Apakah mereka itu termasuk ahlu bid’ah dan dapat dikatakan sebagai kelompok yang menyimpang (sesat), apakah mereka bukan termasuk salafiyyin, dan apakah mereka itu khawarij? Juga, bagaimana hukum membicarakan mereka di belakang mereka (ghibah)? Semoga Allah menunjuki anda kepada hidayah-Nya.

Jawaban:

Kaset-kaset rekaman mereka adalah bermanfaat, mereka bukan ahlu bid’ah dan bukan pula khawarij. Ghibah terhadap mereka tidak dibenarkan. Bahkan sebaliknya harus membela mereka sebagai orang-orang yang berilmu dikalangan ahlu sunnah wal jama’ah, sekalipun tidak ada di antara mereka yang maksum (terjaga dari perbuatan salah). Demikian pula halnya dengan ulama yang lain. Setiap orang dari mereka bisa saja salah dan bisa juga benar. Karena itu, boleh mengambil perkataanya yang benar dan meninggalkan perkataannya yang salah. Kita juga harus bersikap baik semampu mungkin terhadap mereka, kita harus menjaga nama baik saudara-saudara kita (sesama muslim).

Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda:

“Setiap anak keturunan Adam bisa berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah dalah mereka yang bertaubat.” (Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Beliau juga bersabda dalam hadist shahih:

“Apabila seorang hakim mengambil kepoutusan, lalu dia berijtihad dan ijtihadnya itu benar, maka dia mendapatkan dua pahala. Dan jikadia mengambil keputusan, lalu berijtihad dan salah, maka dia mendapatkan satu pahala.” (Bukhari, Muslim, Abu Daud)

Masalah-masalah seperti ini juga berlaku bagi ulama-ulama yang lain. Maka siapa saja yang ijtihadnya benar, dia mendapatkan dua pahala dan apabila ijtihadnya salah dia mendapatkan satu pahala. Jika orang yang berijtihad itu adalah seorang ulama dan ikhlas melakukannya karena Allah.

Saya memohon kepada Allah semoga kita semua selalu mendapat bimbingan dan ridha-Nya, dan melindungi kita dari kesesatan. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar segala sesuatu dan Maha Dekat.

Wassalamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakatuh

Mufti Umum Kerajaan Saudi Arabia

Ketua Lembaga Ulama Besar dan Departemen

Pengkajian Ilmiah dan Fatwa

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

(diambil dari http://www.abubaseer.bizland.com, http://salahmera.com, http://smd.antibidah/?99)

Selesai....

Oleh karenanya, kata akhir dari saya, bertaubatlah kepada Allah.. takutlah kepada Allah..!

Kita ini sesama muslim, tunaikanlah hak dan kewajiban. ciri orang-orang beriman itu adalah nasehat menasehati, wasiat-mewasiati, saling memperbaiki. bukan cela sana cela sini, tahdzir sana tahdzir sini. Yaa Robb....

Kabar gembira buat kaum muslimin, Syaikh Salman Al-'Audah tadi sore mengabarkan kepada saya bahwa Syaikh DR.A'idh Al-Qarni alhamdulillah mulai membaik dan sudah pulang ke negeri tercinta saudi Arabia dengan pesawat khusus atas perintah Raja Salman Bin Abdil Aziz...

Semoga Allah menjaga beliau dan kita semua dari segala macam marabahaya.

Aamiin Yaa Allah.

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.