#1 Pengkhianatan Syiah Kepada Ali bin Abi Thalib


Headlineislam.com – Sebagian besar pengikut[1] Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu adalah penduduk Iraq, terutama penduduk Kufah dan Bashrah. Ketika Ali berkeinginan untuk pergi berperang bersama mereka ke Syam, setelah berhasil meredam fitnah kaum Khawarij, mereka malah meninggalkannya, padahal sebelumnya mereka telah berjanji untuk membantunya, dan pergi bersamanya.

Tetapi dalam kenyataannya, mereka semua membiarkannya, dan mereka mengatakan, “Wahai Amirul Mukminin, anak panah kami telah musnah, pedang-pedang dan tombak-tombak kami telah tumpul, maka kembalilah bersama kami, sehingga kami menyediakan peralatan yang lebih baik.” Kemudian Ali mengetahui, bahwa semangat merekalah yang sesungguhnya sudah tumpul dan melemah, dan bukan pedang-pedang mereka.

Mulailah mereka pergi secara diam-diam dari kamp militer dan kembali ke rumah-rumah mereka tanpa sepengetahuan beliau, sehingga kamp militer tersebut menjadi kosong. Ketika beliau melihat hal tersebut, beliau kembali ke Kufah dan mengurungkan niatnya untuk pergi. Imam Ali mengetahui bahwa perkara apa pun tidak akan dapat mereka menangkan, walaupun mereka telah berbuat adil.

Beliau tidak dapat menyembunyikan kekesalannya, dan kemudian berkata kepada mereka, “Kalian hanyalah pemberani-pemberani dalam kelamlembutan, serigala-serigala penipu ketika diajak bertempur, dan aku tidak percaya pada kalian. Kalian bukanlah kendaraan yang pantas ditunggangi, dan bukan pula orang mulia yang layak dituju. Demi Allah, sejelek-jelek provokator perang adalah kalian. Kalianlah yang akan tertipu, dan tidak akan dapat merencanakan tipu daya jahat, dan kebaikan kalian akan lenyap dan kalian tidak dapat menghindar.”

Yang mengherankan, bahwa para pengikut Ali di Iraq tidak hanya mundur dari perang ke Syam bersama beliau, tetapi mereka juga takut dan keberatan untuk mempertahankan wilayah mereka sendiri. Tentara-tentara Mu’awiyah telah menyerang Ain At-Tamr dan daerah-daerah Iraq yang lain. Mereka tidak tunduk terhadap perintah Ali untuk mempertahankannya, sampai-sampai Amirul Mukminin Ali berkata kepada mereka, “Wahai penduduk Kufah, setiap kali kalian mendengar kedatangan pasukan dari Syam, maka setiap orang dari kalian masuk ke dalam kamar rumahnya dan menutup pintunya, seperti masuknya biawak ke persembunyiannya, dan hyena (sejenis anjing hutan) ke sarangnya.

Orang yang tertipu adalah orang yang kalian bodohi, dan bagi orang yang menang bersama kalian, adalah menang dengan bagian yang nihil.

Tidak ada orang-orang yang berangkat ketika dipanggil, dan tidak ada saudara-saudara yang dapat dipercaya ketika dibutuhkan. Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan hanya kepada-Nyalah kita kembali.”

Disadur dari kitab : Pengkhianatan-pengkhianatan Syiah dan Pengaruhnya Terhadap Kekalahan Umat Islam. Karya : Dr. Imad Ali Abdus Sami’

“Ambillah pelajaran hai orang yang mempunyai akal”

Oleh : @ekomustaqiim | Headlineislam.com


[1] Kami tidak dapat mengatakan, bahwa pengiktu ali pada waktu itu semuanya fanatik bahkan sebagian dari mereka adalah orang-orang yang baik dan terhormat, tetapi kami tidak lupa, bahwa ada di antara mereka As-Sabaiyah para pengikut Abdullah bin Saba’ yang mengkultuskan ali sampai menuhankannya dan selalu menyulut pertikaian serta fitnah dan menjadikan kecintaannya kepada Ahlul Bait hanya sebagai kedok untuk menyebarkan racun-racun Yahudinya, semoga Allah melaknatnya.

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.