Iran Eksekusi Seluruh Pria Dewasa di Satu Desa karena Edarkan Narkoba???


Pemerintah Syi'ah Iran menghukum mati 375 tahanan Muslim Ahlussunnah
Headlineislam.com – Otoritas Iran mengeksekusi mati seluruh pria dewasa di satu desa karena kasus pengedaran narkoba. Demikian keterangan resmi otoritas Iran, kutip sindonews.

Berita ini cukup mengherankan bagi kalangan Ahlussunnah yang mengetahuinya. Sebab, dalam ajaran Syiah narkoba dihalalkan.

Muqtada al-Shadr pengkomsumsi Narkoba
Menurut Muqtada al-Shadr (pemimpin Syi’ah Iraq), narkoba itu halal. Hukum “penghalalan narkoba” itu ia dapatkan dari hasil “diskusinya dengan Imam Mahdi”.

Imam Mahdi bersabda, tutur Muqtada al-Shadr: “Narkoba adalah obat bagi segala penyakit, penghilang kesedihan, mendekatkan kepada Allah Yang Maha Rahman. Narkoba halal khusus untuk pasukanku dan penolongku, dan barang siapa ingin melihatku maka ia harus menkonsumsi narkobaku.”

Lalu, bagaimana bisa Negara Iran Syiah membantai penduduknya karena mengedarkan narkoba, sedangkan imam mahdinya menghalalkannya bila ingin berjumpa dengannya???

Ni’matullah al-Jazairi menyebutkan: imam al-Shadiq bersabda: kalau kalian melihat manusia sangat menyenangi sesuatu maka tinggalkanlah/biarkanlah. Ini, narkoba ini orang-orang pada suka kepadanya dengan kesukaan yang sangat besar tidak mungkin dilarang!


Bila otoritas Syi’ah Iran membantai pengedar narkoba, berarti mereka mengingkari perintah imam mahdinya. Masuk akalkah ajaran ini???

Bila didalami tentang sejarah Syi’ah, maka akan kita dapati kaum Syi’ah-lah yang suka membantai, dan yang paling banyak dibantai ialah kaum Ahlussunnah wal Jama’ah.

Anda bisa membacanya di link-link berikut ini:


Dan masih banyak pembantaian-pembantaian kaum Syi’ah terhadap kaum Ahlussunnah wal Jam’ah yang bisa dan search di google. Allahu A’lam. (Arham/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.