Naudzubillah! Karpet Yang Biasa Digunakan Untuk Alas Shalat Dijadikan Pijakan Arena Pentas Tari


Jakarta (Headlineislam.com) – Kemenag DKI Jakarta mendapat sorotan tajam dari sejumlah tokoh agama usai menggelar acara Hari Amal Bakti (HAB) ke-70. Pasalnya, karpet bermotif sajadah yang biasa digunakan untuk shalat menjadi alas pijakan arena pentas tari dalam acara yang digelar Ahad (03/01) kemarin.

Adalah KH Cholil Nafis, Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah, yang pertama kali mengungkap hal itu melalui media sosial Twitter. Dalam kicauannya Senin (04/12) pagi, dia meminta dilakukan pengecekan digunakannya karpet shalat untuk arena tari.

“Salam. tolong dicek dan kalau benar ditegur. Karpet shalat dibuat tarian di HAB Kemenag DKI,” cuit Cholil lewat akun @cholilnafis.

Dalam kicauannya, Cholil menyebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan akun @lukmansaifuddin. Selain itu dia juga memention akun @Gus_Sholah milik Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH Sholahudin Wahid atau Gus Sholah.

Pernyataan KH Cholil Nafis tersebut langsung ditanggapi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menjawab tweet Cholil, Menteri Lukman mengaku telah mengklarfikasi dan memberikan teguran terkait penggunaan karpet shalat untuk ajang pentas tari.

“Ya, saya telah mengklarifikasi dan menegurnya,” cuit Lukman lewat akun @lukmansaifuddin.

“Selaku Menag, saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kekhilafan tersebut,” imbuhnya.

Tanggapan Menteri Lukman tersebut mendapatkan apresiasi dari KH Cholil Nafis. Dia pun mengingatkan agar hal seperti itu menjadi perhatian. “Terima kasih Pak Menag. Mudah-mudahan jadi perhatian pada acara berikutnya,” ujar Cholil.

Hari Amal Bakti (HAB) digelar dalam rangka memperingati hari lahirnya Kementerian Agama, yang jatuh pada tanggal 3 Januari. Dibentuk pertama kali tahun 1946, Kementerian Agama saat ini telah berusia 70 tahun. (k/headlineislam.com)

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.