Cinta Ahlul Bait Tidak Perlu Jadi Syiah!


Headlineislam.com – Mencintai Ahlulbayt Nabi tidak perlu harus menjadi Syiah. Berikut pengakuan selengkapnya ‘Haydar Ali’ tokoh Syiah Indonesia sebagaimana dikutip dari NUGarisLurus.com yang kini telah benar-benar bertaubat masuk Aswaja mazhab Syafi’i.

Ketujuh; Mencintai Ahlulbayt tidak Perlu Harus Menjadi Syiah. Mencintai Ahlulbayt bukan dengan membenci Sahabat Nabi. Ahlussunnah mencintai Ahlulbayt secara benar, banyak sekali riwayat-riwayat keutamaan Ahlulbayt dalam kitab-kitab Ahlussunnah. Bahkan Syiah sendiri banyak menukil riwayat keutamaan Ahlulbayt dari Kitab Ahlussunnah, keutamaan Imam Ali, keutamaan Sayyidah Fathimah, keutamaan Imam Hasan dan Imam Husein semuanya lengkap dalam Ahlussunnah. Hadits Safinah, hadits Tsaqalain, dan banyak lagi berbagai Hadits keutamaan Ahlulbayt dalam Kitab Ahlussunnah. Akan tetapi Ahlussunnah tidak membenci Sayyidah Aisyah, Ahlussunnah tidak Mengkafirkan Sayyidah Aisyah, Ahlussunnah tidak membenci Sayyidina Umar, dan Para Sahabat Lainnya. Mencintai Imam Ali tidak perlu menjadi pengikut Syiah 12 Imam, mencintai Imam Hasan dan Imam Husein tidak perlu menjadi pengikut Syiah 12 Imam. Mengapa saya harus menjadi pengikut Syiah sementara Ahlussunnah sangat mencintai Ahlulbayt.

Kedelapan; Syiah Merusak Hubungan Sosial Keagamaan Masyarakat. Pengikut Syiah itu Memisahkan diri dari kaum Muslimin, banyak sekali contohnya; Misalnya tidak Shalat Jum’at bersama Ahlussunnah, tidak Shalat Ied bersama Ahlussunnah, Tidak Mengikuti Aktivitas Masjid sepert Pengajian, Tahlil, Maulid. Mereka berkumpul jauh di tempat Komunitas Syiah, memisahkan diri dari Kaum Muslimin. Ketika Bulan Ramadhan Tidak Shalat Terawih, tidak ikut buka bersama. Kalau meninggal jenazah-nya tidak mau diurus oleh kaum Muslimin, mau-nya dimandikan oleh kalangan Syiah, bahkan Shalat Jenazah Kaum Muslimin “Tidak Sah” di mata mereka maka Harus dishalati oleh sesama Syiah. Setidaknya oleh satu orang Syiah. Itu Fatwa-nya Khamenei.

Kesembilan; Syiahisasi Memutuskan Hubungan Silaturrahim dan Persaudaraan. Silaturrahim merupakan sesuatu yang sangat penting dalam Islam. Saya mendalami banyak kasus putusnya hubungan Silaturrahim akibat Syiahisasi 12 Imam. Putusnya Hubungan Silaturrahim antara Anak dengan Orang Tua, anak yang memisahkan diri dari Orang Tua, Anak yang diusir oleh Orang Tua, Anak yang kabur dari Orang Tua, Anak Perempuan yang lari akibat mut’ah, Suami Istri bercerai, dan lain semisalnya. Memang tidak semua-nya begitu, tetapi kasus demikian membuktikan ada-nya Syiahisasi.

Bahkan Ulama Ahlussunnah terpecah belah oleh Syiah 12 Imam. Syiahisasi beralasan Menjadi Pengikut Syiah adalah Hak Setiap Orang. tetapi Mereka melakukan Syiahisasi? Haruskah Menjadi Pengikut Syiah? Walaupun Mengorbankan Hubungan Silaturrahim dan Persaudaraan? Wallahu Alam......

Sumber : Nugarislurus │ Editor : Arham │ Headlineislam.com

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.