Pemerintah Inggris Kutuk Donald Trump Atas Hinaannya Kepada Umat Islam


Inggris (Headlineislam.com)Pemerintah Inggris mengutuk komentar dari Calon presiden Donald Trump yang mengatakan umat Islam harus dilarang memasuki Amerika Serikat (AS). Inggris menyebut komentar Trump sangat salah.

Diberitakan AFP, Rabu (9/12/2015), Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan tidak sangat setuju dengan pernyataan Trump dan menyebut dapat memecah belah.

Trump sebelumnya menyerukan pelarangan umat Muslim untuk memasuki Amerika Serikat (AS). Seruan ini dikatakan Trump di tengah pengusutan kasus penembakan massal di Prancis
Pernyataan Trump pun mendapatkan pertentangan di internal AS. Para pesaing Trump menyebutkan seruan pelarangan umat Islam ke AS telah bertentangan dengan nila-nilai AS.

Sebagian besar kecaman datang dari politikus maupun sesama bakal capres yang satu partai dengan Trump. "Donald Trump tidak waras. Proposal 'kebijakannya' tidak serius," sebut bakal calon Presiden AS dari Partai Republik lainnya, Jeb Bush, via akun Twitter-nya.

Mantan Wakil Presiden AS dari Partai Republik, Dick Cheney, menyebut gagasan Trump ini bertentangan dengan semangat Amerika. "Keseluruhan gagasan yang entah bagaimana kita mengatakan tidak kepada muslim, sama saja melarang keseluruhan agama, ini bertentangan dengan semua hal yang kita perjuangkan dan kita yakini," ucap Cheney seperti dilansir CNN.

Melalui akun Twitter-nya, bakal calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton menyebut seruan Trump itu justru memicu perpecahan. "Ini sungguh tercela, penuh prasangka dan memecah belah. @RealDonaldTrump, Anda tidak memahami. Ini justru membuat kita semakin tidak aman. -H," tutur Hillary dalam pesan Twitter bertanda H yang berarti dirinya sendiri yang menulis pesan ini. [Ibnu M/detik/headlineislam.com]

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.