Mengenal Sosok Fauzan Al-Anshori Dan Nasihat Bagi Pecinta ISIS

Prosesi Penguburan Fauzan Al-Anshori
Oleh:
-Al Faqir Maaher At-Thuwailibi-

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang haq adalah HAQ, serta tuntun kami untuk mengikutinya.. Dan tunjukkanlah kepada kami yang bathil adalah BATHIL, serta tuntun kami untuk menjauhinya. Aamiin yaa robb.

Mula-mula, saya ingin memperkenalkan siapa sosok Fauzan Anshari (yang sering di sapa "Abi") sesuai fakta yang saya ketahui in sya' Allah.. semoga hal ini menjadi 'ibroh (yakni pelajaran berharga) untuk kita semua yang masih hidup.

Sekali lagi mohon di garis bawahi, bahwa apa yang sudah dan yang akan saya publikasikan ini adalah FAKTA yang saya ketahui, tanpa saya tambah atau kurangi, dan saya tidak akan membuka aib Ustad Fauzan Anshari (untuk selanjutnya kita sebut "abi") terkait dengan urusan pribadinya yang tidak ada kaitannya dengan agama dan kemaslahatan ummat. Kalaupun sekiranya saya banyak mengetahui tentang aib beliau, tetapi tidak akan keluar dari lisan dan tulisan saya tentang hal itu wal-'iyaadzu billah. sebab beliau adalah seorang MUSLIM yang tetap wajib di tunaikan hak-haknya, diantaranya adalah menjaga kehormatannya dan menutupi aib-aibnya, terlebih beliau sudah meninggal dunia -sesungguhnya Allah menutup aib seorang hamba yang menutup aib saudaranya-. Singkat kata, saya hanya memaparkan sesuai dengan kaedah agama dan maslahat dakwah, selebihnya Allahul Musta'an.

Abi adalah salah seorang mantan ketua departemen data dan informasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) saat masih di pimpin oleh Al-Ustadz Abu Bakar Ba'asyir -Hadahullahu wa iyyana ilaa shiroothil mustaqiim-. Singkat cerita, ia di pecat dari kepengurusan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) karena banyak hal yang tidak perlu saya publikasikan di sini.

Berangkat dari itu semua, kalangan jihadis banyak yang meninggalkan beliau, di sebabkan "cacatan hitam" yang telah di torehkannya dalam perahu perjuangan yang di arungi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) waktu itu. Sejumlah fihak menduga bahwa abi adalah bagian dari strategi intelijen yang banyak merugikan perjuangan Tanzhim Harokah dan (secara tidak langsung) menyebabkan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir di penjara. Namun, itu praduga. Belum tentu kebenarannya. Meskipun banyak indikasi yang dianggap sejumlah kalangan yang mengarah ke sana, Wallahu A'lam.

Singkat cerita, abi di 'blacklist' dari komunitas Jihadis di nusantara. Baik Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jama'ah Ansharut Tauhid (JAT), sampai Jama'ah Ansharus Syari'ah (JAS). Keberadaannya dianggap 'duri dalam daging'. Akhirnya, abi memilih menyendiri dan tidak terlibat dalam berbagai aktivitas Harokah dan organisasi jihadiyyah. dakwahnya ia lakukan secara porsonal, meski ciri khas MENGKAFIRKAN SECARA FRONTAL & HOBI MENANTANG MUBAHALAH tetap melekat pada diri beliau.

Di akhir perjalannya, ia fokus mengurus pondok pesantren tahfizh qur'an di kediamannya di kawasan Banjar Patroman yang di namainya Ponpes Ansharullah. Pondok pesantren yang di antaranya mendapat sokongan dana dari Puspo Wardoyo (Pengusaha asal solo yang di kenal dengan "presiden poligami di indonesia").

Ia mengelola pondok pesantren eksklusif itu seorang diri, setelah ke-empat istrinya mengajukan khulu' (minta cerai) karena ia ingin mempraktekkan poligami menyimpang, yaitu menikahi lebih dari 4 orang istri. Inilah diantara bentuk penyimpangan pemikiran abi semasa hidupnya, yakni berpendapat bahwa boleh berpoligami/menikahi wanita lebih dari empat orang bahkan sampai sembilan. Sewaktu saya (Maaher At-Thuwailibi) tinggal bersamanya selama kurang lebih 4 bulan, saya sempat bingung dan pusing tujuh keliling. Dalam hati saya selalu berkata-kata, "kok bisa ya? Dari mana itu asalnya boleh nikah lebih dari 4 orang istri?"

Saya mengaggap hal ini bukanlah aib, tetapi bentuk penyimpangan yang perlu di jelaskan. Karena mengandung dua kezoliman besar, yaitu:

Pertama: Menghalalkan apa yang di haramkan syariat secara ijma'.

Kedua: Menzolimi para istri dan putra putrinya.

"Mana buktinya ?? Apakah hal ini bisa di pertanggung jawabkan ?"

Saya tidak memiliki bukti secara tertulis memang. Tetapi, selain banyaknya buku-buku yang di susun rekan-rekannya tentang bolehnya ber-istri lebih dari empat, demi Allah, saya juga sempat bertanya langsung kepada beliau, "Ustadz, apakah betul boleh menikahi istri lebih dari 4 ?" , "Boleh", jawab beliau.

CATATAN: Ketika ia sekedar mempraktekkan penyimpangan ini dengan hawa nafsunya tanpa menganggapnya BOLEH, maka saya tidak akan mempublikasikannya, sebab itulah yang di namakan dengan aib. Syari'atnya, ia harus di nasehati dan di tegakkan hujjah atasnya, lalu dimintai taubat. Namun ketika ia sudah berani secara terang-terangan MEMBOLEHKAN SESUATU YANG DI HARAMKAN SYARI'AT ISLAM BERDASARKAN IJMA', (bahkan hampir mempraktekkannya), maka ini merupakan bentuk PENYIMPANGAN yang harus di jelaskan kepada ummat dalam rangka amar ma'ruf nahi mungkar.

Contoh sederhana, (dalam konteks bukan negara islami seperti indonesia) misalnya saya menyaksikan atau mengetahui seseorang bernama 'Fulan' melakukan suatu perbuatan nista atau kefasikan, yang mana hal tersebut di lakukannya secara sembunyi-sembunyi, dan memang karena hawa nafsunya atau ke-khilafannya, maka HARAM HUKUMNYA bagi saya untuk mempublikasikan bahwa ia telah melakukan perbuatan nista atau kefasikan itu. Sebab ia tidak melakukan keniataan itu atas dasar PENGHALALAN. dengan demikian ia berhak di nasehati dan di mintai taubat. Lain halnya bila ia melakukan suatu kefasikan secara terang-terangan dan meyakini atau mengatakan bahwa hal itu BOLEH. Ini jelas penyimpangan dan mesti di tahdzir. Demikian kaedah sederhana tahdzir wal hajr yang saya ketahui, Wallahu A'lam.

Singkat cerita, keempat istrinya meminta cerai (khulu') secara bersamaan dengan keyakinan bahwa suami mereka memiliki penyimpangan dan pola fikir yang 'nyeleneh'. Itupun setelah keempat istri beliau ini berkonsultasi dengan Al-Ustadz Abu Bakar Ba'asyir -Hafizhahullahu Ta'ala-

Uniknya, meski abi bukanlah seorang yang memiliki kapasitas ilmu agama yang memadai (karena memang beliau bukanlah seorang yang punya latar belakang menuntut lmu), akan tetapi beliau di anugerahi oleh Allah berupa putra putri yang hafal Al-Qur'an. Anak-anak beliau adalah para haafizh dan haafizhoh yang cerdas dan cinta Qur'an. Bahkan diantara anak-anaknya ada yang menjadi da'i, guru agama, aktivis jihad, mahasiswa dan mahasiswi berprestasi dari sejumlah universitas dan pondok pesantren. Diantaranya ada yang alumnus Pondok Tahfizh Isykariman Solo, Alumnus Ponpes Al-Mukmin solo, Alumnus Pondok tahfizh Wadi Mubarak (L-KID) bogor, dan ada pula yang mendapat beasiswa kuliah di Universitas Aly Ar-Rayah sukabumi. Semoga Allah menjaga mereka semuanya.

Sejak kecil, anak-anak abi sudah di didik dengan Tarbiyyah Jihadiyyah dan Hafal Qur'an. Abi tidak menyekolahkan putra putrinya di sekolah umum dengan anggapan bahwa sekolah umum itu adalah "thoghut". Sekolah di sekolah "thoghut" sama saja murtad. Itu doktrin yang di kembangkan abi semasa hidupnya. bukan hanya lembaga dan instansi tertentu yang abi kafirkan, bahkan para da'i dan mujahid dakwah Sunnah di negeri ini pun di kafirkan oleh abi. Diantaranya adalah Ustadz Fu'ad Al-Hazimi, beliau di cap murtad oleh abi.

Akan tetapi Allah punya hikmah di balik kuasanya. Putra putri abi justru tidak sama pemikiran dan cara pandangnya dengan abi. Mereka rata-rata berpemikiran moderat, haroki, Salafi moderat dan revivalis. bahkan beberapa putra putri abi dari salah seorang istrinya bernama Ummu Halim justru di besarkan di pondok pesantren Salafi di Banjar patroman. ada yang menuntut ilmu di pondok pesantren Salafi di surakarta. Putra putrinya yang lain tumbuh di tengah-tengah komunitas Salafi pondok pesantren Ihyaa'u Sunnah tasikmalaya. Sederhananya, istri-istri dan putra putri abi banyak yang menyelisihi pola fikir dan gaya hidup abi sendiri. walhasil, pengikut-pengikut abi dari para pecinta ISIS menyebut anak-anak abi dengan sebutan "anak-anak maz'um". Artinya, "Anak-anak palsu". Disinilah letak kekonyolan prilaku oknum ISISER (pecinta ISIS) yang tengah mengalami keterbelakangan mental itu, hanya karena anak-anak abi tidak mengikuti ideologi abi yang TAKFIRI dan menolak mengikuti ISIS, anak-anak abi mereka cap sebagai "anak-anak palsu". Aneh kan..?? Mau anaknya tidak ikut ISIS, yang namanya anak ya tetap anak. Itu anak kandungnya. Darah dagingnya. Kok mereka cap "Anak-anak palsu". Ini jelas penghinaan serius yang tidak bisa di toleransi.

Sejarah perjalanan hidup abi mencatat, bahwa abi menaruh simpatik terhadap seorang yang bernama Abu Sulaiman Aman Abdurrahman, kontributor ideologi ISIS di indonesia yang menjadi biang perpecahan di kalangan mujahidin. Rak buku abi di hiasi dengan buku-buku Aman Abdurrahman. Hingga akhirnya abi mengumumkan bai'atnya kepada Abu Bakar Al-Baghdadi yang di yakininya sebagai "Khalifah". Di tengah-tengah aktivitasnya menjaring pengikut untuk berbai'at kepada ISIS, abi kerap melontarkan sumpah dan tantangan mubahalah kepada siapapun yang menentang atau meragukan keabsahan ISIS. Walhasil, tantangan mubahalah itu di sambut oleh saudara Erizal Bin Katab 1,5 tahun yang lalu. Kemudian kurang lebih 9 bulan yang lalu saya pun menyambut tantangan mubahalah itu dengan lebih serius.

Hari demi hari terlewati, bulan demi bulan terlampaui, bersamaan dengan momen dua orang mujahid Jabhatun Nushrah yang di eksekusi mati dengan cara di bom oleh ISIS di dara'a, Allah pun meng-eksekusi abi FAUZAN ANSHARI di dunia. Sumpah dan do'a saling memohon azab itu di yakini membuahkan efek atas apa yang di lakukan dalam bentuk MUBAHALAH. Tepat pada tgl 16 desember 2015 malam abi FAUZAN ANSHARI menemui ajalnya di RSUD Banjar patroman jawa barat setelah mengalami penyakit parah yang di diagnosa berupa fertigo dan hipertensi. Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Raaji'uun..

Atas meninggalnya Abi Fauzan Al-Anshari, dengan terus mengalirkan air mata ini, kami mengucapkan:

Pertama: inna lillahi wa inna ilaihi raaji'uun..

Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu'anhu wa akrim nuzuulahu wa wasi' madkhalahu waghsilhu bil-maa-i wa tsalji wal barod..  aamii yaa mujiibassaa-iliin..

Kedua: Untuk anak-anak abi Fauzan, bersabarlah... kita semua milik Allah dan hanya kepada Allah lah kita kembali. Laa haula wala quwwata illa billaah..

Bagaimana pun abi, dia adalah abi mu.. cintailah dia di saat wafat sebagaimana kalian mencintainya di saat hidup. Sayangi abi apapun dan bagaimanapun keadaannya, sebab kalian adalah generasi penerus abi yang akan menjadi penolong abi di akherat. Bersedihlah karena Allah, dan ambillah pelajaran... teguhkan tauhid kalian dan jauhi syubhat.

Ketiga: Untuk saudara-saudaraku para pecinta ISIS, bertaubatlah kepada Allah sebelum semuanya terlambat. kembalilah ke jalan yang benar.. tinggalkan ajaran ghulluw yang penuh kesesatan dan kejahiliyahan.. ambillah pelajaran dari semua yang telah terjadi. kembalilah kepada para ulama dan ahli tsughur.. jauhi fitnah dan ahlinya. wallahi, kami semua mencintai antum karena Allah.

Semoga kita semua di pertemukan Allah di Surga-Nya yang tertinggi..

Aamiin..

Akhukum Fillah,
Maaher At-Thuwailibi.

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.