Klarifikasi Mubahalah, Dan Ucapan Terimakasih Ku Untuk Oknum Pendukung ISIS


Oleh : Al-Faqir Maaher At-Thuwailibi

- Ustadz Farid Ahmad Okbah,Lc.MA pernah berkata, " ISIS itu adalah ciptaan intelijen amerika".

- Syaikh Teungku Zulkarnain,MA (Wasekjend MUI Pusat) pernah mengatakan di FORUM SERUAN AL-HAQ, "ISIS itu konspirasi zionis untuk melemahkan perjuangan para mujahidin".

- Ustadz Abu Muhammad Jibriel (Wakil amir Majelis Mujahidin Indonesia) berkata, "Musuh besar kita dan ummat islam saat ini adalah dua kelompok TAKFIRI, yaitu Syi'ah dan ISIS".

- Ustadz Ja'far Umar Thalib (Mantan Panglima Laskar Jihad) mengatakan, "ISIS itu adalah Khawarij yang sesat dan menyesatkan".

- Ustadz DR.Anung Al-Hammat,Lc.MA (Penulis buku "Mewaspadai Penyimpangan Neo-Murji'ah" alumni Al-Azhar Of University yang meraih gelar Doktor dengan predikat Camlaude di Ibnu Khaldun Of University), beliau mengatakan:

"Saya sejak dulu penggemar situs Voa Islam, tapi akhir-akhir ini sudah tidak pernah lagi buka situs Voa Islam. Semenjak Voa Islam sering mempublikasikan berita-berita tentang ISIS dan tampak cenderung pro (mendukung) ISIS, saya jadi males baca Voa Islam...".

-Selesai-

Bismillahirrahmanirrahiim.

Dalam kesempatan ini, saya tidak sedang membahas tentang siapa sosok Ustadz FA itu, sesat atau tidak. Bukan... saya bukan sedang membahas itu. Saya selalu berupaya untuk berhati-hati membahas individu-individu tertentu yang bisa membuat saya menjadi orang bangkrut di akhirat kelak. Wal-'Iyaadzubillah. Tetapi dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya hanya ingin memberikan klarifikasi terbuka terkait kabar sakitnya Ustadz FA dan isu Mubahalah. Itu saja .. tolong jangan di sikapi berlebihan. Semoga Allah merahmati kita.

Ya Allah, ampunkan dosa hamba.. maafkan segala kesalahan hamba..
Terimalah amal ibadah hamba yang tak seberapa ini.. pertemukanlah hamba di Surga-Mu dengan baginda Nabi tercinta dan kumpulkanlah hamba bersama barisan para Syuhada.

Aamiin Yaa Robb... aamiin yaa rahmaan, aamiin yaa mujiibassa-iliin... aamiin ya rabbal 'aalamiin.

Baru-baru ini tersebar isu tentang sakitnya seorang da'i simpatisan ISIS yang di klaim masuk rumah sakit "setelah" Mubahalah dengan saya. sebut saja Ustadz FA.

Sebuah artikel yang di publikasikan di situs http://www.headlineislam.com/2015/12/pendukung-isis-indonesia-masuk-rumah.html ini mendapatkan perhatian dari masyarakat dunia maya. Baik yang pro ISIS, maupun kalangan yang contra ISIS. Kemudian artikel itu tersebar secara berantai melalui media WhatsApp dan lainnya.

Ya, Mubahalah antara saya dengan Da'i simpatisan ISIS (yakni Ustadz FA) itu memang benar adanya. Itu BENAR & FAKTA. tidak ada kebohongan tentang hal itu dan tidak perlu ada yang di tutup-tutupi.

Namun sayang sekali, disana masih saja ada oknum yang melemparkan tuduhan keji dan opini negatif tentang saya terkait isu Mubahalah itu. Aneh sekali, orang mubahalah kok di caci maki dan di hina ?? Kalau memang jiwa mereka sehat, tentunya ya santai saja.. bersikap kalem dan legowo, tinggal kita tunggu saja hasil dari Mubahalah itu. Tidak perlu saling bersorak ria dan sempoyongan bagaikan cacing kepanasan. Allah Ta'ala itu tidak mengantuk dan tidak tidur.

Betapa demikian, pernyataan seorang yang di sebut-sebut bernama Abu Aiman Al-Jimrasi, ia menyebarkan sebuah risalah konyol yang isinya pun tak kalah konyol. Jujur, saya tertawa membaca risalah kecil dari oknum pendukung ISIS yang satu ini. Hal ini semakin menguatkan keyakinan saya bahwa ternyata pendukung-pendukung ISIS di indonesia ini memang banyak orang-orang yang kurang sempurna daya fikirnya ketimbang yang pinternya.

Terbukti:

Dalam risalah kecilnya, oknum pecinta ISIS yang mengaku bernama Abu Aiman Al-Jimrasi ini menyebut saya sebagai orang "munafiq" dan menyebut orang yang meng-Upload rekaman Sighoh Mubahalah saya ke youtube sebagai "pendusta". bukan hanya itu, bahkan ia berulang-ulang MELAKNAT saya dan kawan-kawan. Yaa Robbi, semakin kelihatan moral dan perangai oknum pecinta ISIS yang gemar melaknat dan memvonis orang lain ini. Menurutnya, Rekaman Shighoh Mubahalah saya itu di upload tidak sesuai dengan hari dan tanggal dilaksanakannya mubahalah. Rekaman Mubahalah itu di upload ke youtube setelah Ustad FA masuk rumah sakit.

Tanggapan: Begini kronologisnya, dulu saya sempat terlibat perang opini dengan Al-Ustadz FA terkait keabsahan "Daulah Islamiyyah" yang di deklarasikan oleh Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi, hingga berujung dengan mubahalah di dunia maya. Uniknya, yang senantiasa menggambar-gemborkan tantangan Mubahalah itu justru Ustad FA sendiri. baik di blog pribadi miliknya, maupun di akun facebook-nya (dulu). Walhasil, sebagai ksatria yang benar-benar 'yakin banget' bahwa ISIS itu adalah Daulah Palsu, saya sambut tantangan mubahalah itu secara On Line. Saya sampaikan secara tertulis kepada beliau lafadz mubahalah saya tersebut, lalu di 'amin'-kannya dan di umumkannya ke public melalui media sosial yang ia gunakan, demikian pula shighoh mubahalah itu saya sampaikan lewat rekaman suara yang lebih jelas dalam lafadz bahasa Arab.

Yang perlu di CATAT: Rekaman shighoh mubahalah saya itu memang sudah lama tersebar. Bahkan sebelum Ustadz Abu Mujahid Al-Indunisy keluar dari penjara pun, rekaman suara saya itu sudah sampai kepada beliau. HANYA SAJA BUKAN DALAM BENTUK YOUTUBE. artinya, rekaman suara saya itu sudah menyebar ke public, khususnya ke komunitas pemuda bermanhaj Salaf dan kalangan jihadis yang aktif mengamati hal ini. Maka, berdasarkan syarat dan rukun Mubahalah, mubahalah saya sudah terjadi sebelum beliau mengalami sakit se-serius ini. Hanya saja, di UPLOAD KE YOUTUBE YA MEMANG BARU KEMARIN INI. itu BENAR. Apabila anda tidak mengetahui seluk beluk mubahalah itu dan tidak tahu menahu terkait sighoh mubahalah itu, bukan berarti sumpah mubahalah saya itu tidak sah secara fiqih. Sebab, sah tidaknya Sumpah Mubahalah itu TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN DI UPLOAD KE YOUTUBE ATAU TIDAK. ini membuktikan anda yang ketinggalan berita atau anda yang baru nongol di "TKP" . !?  hehe...

* Tersebarnya kesesatan itu bukan karena tidak adanya orang-orang berilmu, tetapi karena mulut orang-orang BODOH tidak bisa diam *

Intinya, rekaman suara saya itu sudah lama adanya dan tersebar, hanya saja di Upload ke youtube baru kemarin-kemarin ini. Lantas, apa yang harus di permasalahkan ..?? Sampai-sampai anda menuduh saya munafiq.. terlaknat.. dst. Na'udzubillah tsumma na'udzu billah.

Saya saja yang terlibat mubahalah dengan Ustad FA, tidak berani menyebut bahwa Ustad FA itu SAKIT akibat Laknat Allah terhadapnya sebagai hasil mubahalah dengan saya (walaupun pada kenyataannya beliau benar-benar sakit), Saya tidak berani memvonisnya demikian.. lha kok anda berani sekali menta'yin saya sebagai seorang yang terlaknat, padahal saya masih hidup dan sampai detik ini saya masih sehat wal-hamdulillah 'ala kulli ni'am !?

Akhi, anda nggak faham kaedah, nggak faham din.. kasian sekali anda wahai saudaraku...

Kemudian, ia menyebutkan bahwa Ustad FA sehari sebelum masuk rumah sakit tidak pernah bermubahalah dengan si maaher at-thuwailibi laknat ini. (Lagi-lagi ia melaknat saya secara mu'ayyan).

🏻Tanggapan: Saudaraku oknum pecinta ISIS yang semoga di rahmati Allah, tahukah anda bahwa yang namanya AZAB Allah terhadap mereka yang di laknat akibat mubahalah, itu tidak mesti terjadi Persis setelah mubahalah. 'ala sabilil mitsal, contohnya begini: mubahalah antara si Fulan dengan si Allan dilaksanakan pada bulan januari 2015, lantas tidak mesti sehari atau dua hari atau tiga hari setelah mubahalah salah satu diantara si fulan dan si allan mendapatkan azab dan laknat dari Allah. Bisa saja Allah turunkan azab itu (sebagai akibat dari sumpah mubahalah) pada bulan desember nya, yakni sebelas bulan setelah mubahalah di laksanakan.. bisa saja. itu kehendak Allah. Bukan urusan kita kapan terjadinya. itu hal yang ghaib. Bisa jadi azab turun sehari setelahnya, atau dua hari, atau sebulan, dua bulan, atau setahun dan dua tahun. Ya terserah Allah sesuai kehendak-Nya.

Demikian juga, bisa jadi penyakit yang saat ini di derita oleh Ustadz FA itu BUKAN AKIBAT SUMPAH MUBAHALAHNYA DENGAN SAYA. bisa jadi demikian. Bisa jadi ini sakit biasa secara biologis sebagai orang yang sudah tua , dan Allah turunkan azab nya nanti di saat Allah kehendaki atasnya dengan azab yang lebih dahsyat. Terserah dengan kehendak Allah.

Oleh karenanya, saya TIDAK PERNAH MENGATAKAN BAHWA USTADZ FA ITU SAKIT AKIBAT MUBAHALAH DENGAN SAYA. TIDAK PERNAH !! SAYA TIDAK PERNAH MENGATAKAN DEMIKIAN. KARENA SAYA BUKAN THOGHUT YANG MENGAKU BISA MERAMAL HAL YANG GHAIB. Hanya milik Allah-lah segala hal ghaib yang ada di langit dan di bumi. Dan setelah saya cermati, dalam artikel yang di susun Saudara Abu Umar pun tidak  tertulis bahwa Ustad FA itu "SAKIT KARENA AZAB AKIBAT MUBAHALAH" atau "SAKIT AKIBAT MUBAHALAH". Tidak ada.

  Tapi dalam artikel itu tertulis "MASUK RUMAH SAKIT SETELAH MUBAHALAH"?

Tanggapan: Ya, benar. Itu memang benar. Tidak ada yang salah dari pernyataan itu.

Apa yang salah dari statemen itu ?

Pada kenyataannya memang benar bahwa Ustad FA mengalami sakit yang serius sampai masuk rumah sakit, masuk ruang ICU, di opname, bahkan di sebut-sebut sampai koma dan tidak bisa bicara, itu terjadi SETELAH MUBAHALAH. terlepas dari mubahalah itu terjadi beberapa bulan yang lalu atau tidak. Karena setahu saya, sebelum pelaksanaan mubahalah, kabar Ustadz FA baik-baik saja. Sehat wal 'afiyaat. Dalam artian, beliau tidak pernah mengalami sakit se-serius ini sampai beritanya tersebar di grup-grup para pecinta ISIS. Kalau di katakan bahwa sebelum mubahalah pun Ustad FA sudah mengalami sakit, ya... betul.. sebelum mubahalah pun beliau mamang sudah mengalami "sakit", yakni sakit MENCRET, DIARE, MASUK ANGIN, ASAM URAT, DEMAM TINGGI, PANAS DINGIN, dll. . Kayaknya nggak sampek separah yang sekarang ini deh. 😊

Demikian TANGGAPAN saya sebagai sebuah klarifikasi terhadap isu mubahalah yang menyebut-nyebut nama saya sehingga membuat saya yang faqir dan dho'if ini menjadi "orang terkenal" secara mendadak. Haha... ganti saja judul artikelnya, "Fenomena Artis Dadakan dan Dilema Pendukung ISIS". Gitu.... haha....😀😀  biar mak nyooosss 😀😀

CATATAN saya sebagai penutup:

Saya meyakini bahwa ISIS atau Da'isy bukanlah Daulah Islamiyyah 'Ala Manhajin Nubuwwah. Ia merupakan konspirasi global dan rekayasa intelijen kafir yang sengaja di cipta untuk merusak kehidupan kaum muslimin dan melemahkan perjuangan para mujahidin di timur tengah. hanya saja dengan label "Islam", Label "khilafah". sehingga wajar bila banyak para pemuda muslim yang memiliki niat suci dalam mencari syahid dan membela agama Allah terjebak ke dalam tanzhim ISIS ini. Tidak ada Daulah Islamiyyah berdiri diatas genangan darah kaum muslimin, tidak ada mujahid sejati membunuhi ummat islam dan para pejuang syariat dengan alasan "Murtad", "shahawat", "kafir", dsb.

HAASYA WA KALLA !!

Tak ada satu ULAMA MU'TABAR pun di zaman ini; baik Salafi maupun Jihadi, yang mendukung eksistensi ISIS. Cucu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi Rahimahullah yang sekarang menjadi mufti arab saudi, yakni Syaikh Abdul Aziz Aalu Syaikh, demikian pula Kibar Ulama internasional semisal Syaikh Shalih Fauzan, Syaikh Abdul Muhsin Al-'Abbad, Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi, Syaikh Adnan Ar'ur, Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini, bahkan para ULAMA MUJAHIDIN semisal Syaikh Abu Qatadah, Syaikh Abdullah Al-Muhaisini, Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi, Syaikh Aiman Az-Zhawahiri, dll, MEREKA SEMUA MENGECAM ISIS dan SEPAKAT BAHWA ISIS ADALAH TANZHIM KHAWARIJ MODERN YANG MENJADI FITNAH BAGI ISLAM & MUSLIMIN DI AKHIR ZAMAN.

" tapi, kebenaran itu kan tidak di ukur dari oknum dan banyaknya orang?"

Ya, betul. Al-Haq tidak di ukur dari banyaknya orang (mayoritas). Tapi Nabi bersabda, "Laa Yajtami'u haadzihil ummah 'ala dholalah" (ummat yang mayoritas ini tidak akan bersepakat di atas kesesatan). Artinya, mustahil milyaran kaum muslimin di berbagai penjuru dunia dan para Ulama ummat di berbagai tempat sepakat dalam kesesatan. Masa' iya ulama-ulama dan para tokoh mujahidin itu SESAT dan KAFIR semua sedangkan yang benar dan masuk surga cuman ISIS dan para pendukungnya...!!?? Hebat sekali !!??

Demi Allah, tanzhim ISIS adalah tanzhim yang di bangun diatas manhaj Khawarij. Semoga Allah memberi hidayah kepada mereka. Tak perlu berdebat, tak perlu menghujat. Izinkan saya meyakini apa yang saya yakini sebagaimana anda bebas meyakini apa yang anda yakini. Ini artikel terakhir saya untuk menanggapi isu mubahalah sekaligus ucapan terimakasih saya buat saudara saya oknum pecinta ISIS.

Saya meyakini bahwa ISIS adalah neo-khawarij yang benar-benar menjadi ujian bagi ummat ini. Akan tetapi, bukan berarti di dalam ISIS itu atau para pendukung ISIS itu semuanya sesat, khawarij semua, tidak... disana banyak para pemuda yang punya semangat jihad yang tinggi dan niat yang suci lantas terjebak dalam tanzhim ISIS. Dikarenakan kurangnya ilmu dan bashiroh yang ada pada mereka. Tidak semua diantara mereka pembunuh, mereka adalah para pejuang yang tertipu dengan konspirasi global ini. Sehingga wajar banyak diantara mereka yang ingin kabur (keluar) dari "Daulah" ciptaan Al-Baghdadi ini lantas di bunuh dan di sembelih oleh mereka, laa haula wala quwwata illa billah...

Tidak semua pendukung ISIS itu bodoh dan rusak akhlaqnya (meskipun lebih banyak yang bodoh dan arogan). Disana terdapat orang-orang yang juga santun, lemah lembut, dan ilmiah. Untuk orang-orang seperti ini maka sambut mereka dengan akhhlaq yang luhur, ajak dialog dengan ilmu dan hikmah, demikian yang di contohkan sahabat mulia Ibnu Abbas ketika mendebat kaum Khawarij. Banyak diantara mereka yang sebenarnya adalah para pemuda muslim yang memiliki jiwa ksatria untuk jihad fii sabiililah, maka perlakukan dengan santun sebagaimana Nabi mendidik kita dengan akhlaq dan budi luhur. Selebihnya, doakan mereka. Mintakan kepada Allah ampunan, hidayah, dan rahmatnya buat mereka. Tak perlu di debat. karena kita tidak se-alim Ibnu Abbas, sedangkan mereka tidak se-fajir Khawarij di masa Sayyidina 'Ali. Para ulama mujahid saja yang menasehati mereka tidak mempan, apalagi kita yang hobinya hanya facebook-an.

Khalas, andalkan kekuatan doa. Jangan sibuk mendebat.

Mengenai Ustadz FA, kalaupun kabar bahwa beliau sakit parah itu benar (karena saya sendiri memang tidak tahu), saya berharap semoga itu bukan azab Allah atas nya... semoga itu hanya penyakit yang Allah titipkan padanya untuk menggugurkan dosa-dosa nya di dunia dan berubah wujud menjadi hidayah yang akan menyapanya disaat sehat. Aaminn yaa robb..

Ustadz FA adalah saudara kita. Kita mengingkan hidayah dan keselamatan untuknya sebagaimana kita inginkan hidayah dan keselamatan untuk diri kita... hanya saja ketika ia menantang BERMUBAHALAH, maka tantangan itu kita sambut dengan hangat sebagai seorang mukmin yang istiqomah dan teguh diatas KEYAKINANNYA.

Ustad FA adalah 'korban' diantara korban-korban Iblis yang akan di jadikan teman sejawat di neraka. sejatinya ia adalah orang baik yang tidak menginginkan untuk agama dan ummat ini kecuali kebaikan. Hanya saja terjebak dan tertipu dengan permainan iblis.

Beliau adalah aset ummat yang perlu di rangkul. Wallahu A'lam.

Untuk saudaraku Abu Aiman Al-Jimrasi pecinta ISIS, meskipun anda berkali-kali melaknat saya dan memvonis saya munafiq, namun wallahi saya tetap menganggap anda sebagai Saudara yang saya cintai karena Allah. Saya tidak mengatakan anda seorang munafiq, karena saya bukan TUHAN yang mengetahui isi hati anda apakah di hati anda terdapat NIFAQ atau tidak.. demikian pula saya tidak ingin melaknat anda secara ta'yin (mu'ayyan) karena saya makhluq lemah yang tak memiliki kuasa dan kemampuan secuilpun untuk membatasi rahmat dan kasih sayang Allah..

Justru saya berharap, kalau kita tidak di pertemukan Allah di dunia ini, semoga Allah mempertemukan kita di Surga-Nya. Aamiin... aamiin yaa Allah yaa kariim...

Sekian dulu yang dapat saya sampaikan, lebih dan kurangnya saya mohon maaf.

Wallahul Musta'an.

Akhukum Fillah Maaher At-Thuwailibi.

Keterangan : Foto illustrasi

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.