"HADIAH" Istimewa Menjelang Natal


Maaher At-Thuwailibi

Headlineislam.com – Sahabatku yang semoga dimuliakan Allah, coba buka pola fikir Anda dan cermati baik-baik, di dalam Kitab Thabaqatul hanabilah dijelaskan:

كان الامام أحمد بن حنبل- رحمه الله – إمام أهل السنة إذا نظر إلى نصراني أغمض عينيه، فقيل له في ذلك، فقال- رحمه الله -: ” لا أقدرُ أن أنظر إلى من افترى على الله وكذب عليه !”

طبقات الحنابلة 1/12

“Dahulu Imam Ahmad bin Hanbal (Imam Ahlus Sunnah) apabila beliau melihat seorang nashrani maka beliau menutup kedua matanya.”

Kemudian ditanyakan hal itu kepada beliau mengapa beliau berbuat demikian?

Beliau menjawab; “Aku tidak sanggup untuk melihat orang-orang Kristen yang mana mereka mengada-ada terhadap Allah dan berdusta kepada-Nya”.

Demikianlah yang dilakukan Imam Ahmad bin Hanbal terhadap seorang Kristen, karena begitu besar rasa pengagungan beliau kepada Allah Ta'ala dan sangat faqihnya Imam Ahmad.

Lalu bagaimana dengan kita?

Kita ini ummat Islam!

Apakah kita layak untuk membenarkan hari raya keagamaan mereka? Walau hanya sekedar mengucapkan “Selamat” atau sekedar memakai topi merah ??

Haasya Wa Kallaa !!!

BERTAQWALAH KEPADA ALLAH WAHAI SAUDARAKU!!!

Natal (yang berasal dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”) adalah hari raya kaum kafir Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristen penyembah salib pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus sebagai "tuhan".

Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember dan juga kebaktian pagi tanggal 25 Desember.

Di mana tempat orang-orang Kristen?

Allah yang Maha Esa berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) dan orang-orang musyrik akan masuk neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluq.” [QS. Al-Bayyinah: 6]

Saudraku, mereka adalah makhluk yang hina dan dimurkai Allah, apakah patut seorang yang beriman kepada Allah dan mengaku Muslim lalu memuliakan dan menghormati orang-orang yang Allah hinakan dan murkai dengan mengucapkan “Selamat Natal”? Atau bahkan sampai kita turut dalam acara perayaan Natal seperti rencana Pak Jokowi?

Na’udzubillah...!!!

Bagaimana kondisi orang-orang Nashrani (Kristen) itu ??

Allah yang Maha Esa berfirman;

أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

“Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami!? Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).” [QS.Al-Furqon: 44]

Saudara saudariku, mereka (orang-orang kafir Kristen) itu lebih sesat dari binatang ternak karena menganggap Nabi yang manusia biasa sebagai “Tuhan”, bahkan mereka merayakan kelahirannya, mereka tahu dia lahir sama seperti manusia yang lainnya juga lahir dari rahim seorang ibu, lalu apakah kita mengucapkan Selamat atas kesesatan mereka ? Lalu kita membolehkan masyarakat muslimin indonesia untuk menggunakan atribut-atribut mereka ? Ini namanya keterpuruan berfikir seorang menteri agama.

Pernyataan tegas tentang kafirnya kristen silahkan cermati ketika Allah yang Maha Esa berfirman,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ

“Sungguh telah kafir orang-orang (Kristen) yang mengatakan bahwa Allah adalah ‘Isa Al-Masih bin Maryam.” [QS.Al-Maidah: 17]

Saudaraku, mereka kafir karena menganggap Yesus sebagai sesembahan mereka, bukankah yang mereka rayakan hari lahirnya?! Lalu Patutkah kita mengatakan Selamat atas kekafiran mereka?

Saudaraku, berangkat dari ini semua, dengan segala kerendahan hati saya, saya hendak menyampaikan pesan dari Nabi Muhammad 1400 tahun yang lalu buat anda dan kita semua ummat Islam.

Dalam Kitab Musnad dan Kitab Sunan diriwayatkan bahwasanya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa shahbibi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ وَفِي لَفْظٍ: لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum (komunitas), maka dia termasuk bagian dari kaum (komunitas) tersebut.” (HR. Imam Abu Daud)

Artinya: Barangsiapa yang ikut merayakan natal (hari raya orang kafir Kristen), atau sekedar mengenakan atribut perayaan natal, maka ia bukan termasuk ummat Muhammad dan bisa menjadi murtad !

Toleransi dalam beragama bukanlah dengan mengikuti dan meniru segala kebudayaan dan hari-hari besar keagamaan mereka, meniru segala atribut natal adalah murtad.

Sedangkan toleransi adalah Lakum diinukum waliyadiin (bagi kalian agama kafir kalian dan bagiku agama Tauhidku.

Mohon maaf atas segala kekurangan, semoga Allah menjaga ummat ini dari pemurtadan terselubung dan dari segala keterpurukan rohani dan peran. Aamiin.

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.